Terletak di Ladang Warga, Musa Rajekshah Soroti Kondisi Makam Guru Patimpus

Wakil Gubernur Sumatra Utara, Musa Rajekshah atau yang biasa disapa Ijeck menyoroti kondisi tempat peristirahatan terakhir pendiri Kota Medan, Guru Patimpus Sembiring. Hal ini disampaikan langsung oleh Ijeck saat melakukan ziarah ke kompleks makam Guru Patimpus yang berada di Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak.

Adrian  Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Terletak di Ladang Warga, Musa Rajekshah Soroti Kondisi Makam Guru Patimpus
Musa Rajekshah Saat Ziarah ke Makam Guru Patimpus. ©2023 Merdeka.com

Wakil Gubernur Sumatra Utara, Musa Rajekshah atau yang biasa disapa Ijeck menyoroti kondisi tempat peristirahatan terakhir pendiri Kota Medan, Guru Patimpus Sembiring. Hal ini disampaikan langsung oleh Ijeck saat melakukan ziarah ke kompleks makam Guru Patimpus yang berada di Desa Lama, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang.

"Kita melihat makamnya ini tidak pas sebagai makam orang yang telah berbuat untuk Kota Medan. Beliau pendiri Kota Medan dan sangat berjasa untuk Kota Medan," ujar Wagub Sumut, Musa Rajekshah dikutip dari situs resmi Pemprov Sumut (9/4).

Saat ziarah ke Makam Guru Patimpus, Ijeck didampingi oleh Buya KH Amiruddin MS, dan sejumlah tokoh agama lainnya. Saat ini, kondisi makam tersebut ternyata berada di tengah ladang warga. Bahkan, tanah tersebut rupanya juga milik salah seorang warga setempat.

Dalam kesempatan itu, Ijeck mengatakan, kompleks Makam Guru Patimpus Sembiring seharusnya menjadi tempat sejarah. Menurutnya, itu adalah bagian dari pelestarian sejarah terutama bagi orang memiliki jasa yang besar terhadap Kota Medan itu.

"Generasi-generasi kita ke depan harus mengetahui bahwa ini makam pendiri Kota Medan. Dan kita akan upayakan makam ini menjadi tempat yang lebih layak," tegas Ijeck.

Ke depannya, pihak Pemerintah Provinsi Sumut berencana akan membenahi dan memugar kompleks makam tersebut. Hal ini juga harus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, karena letaknya berada di wilayah tersebut.

"Nanti kita akan lihat porsinya. Kita berharap Pemprov Sumut bisa membantu untuk pemugaran makam ini seperti apa nantinya," terangnya.

Ijeck menambahkan, pihak Pemprov Sumut juga akan berkoordinasi dan meminta izin dengan keluarga karena masih ada zuriat Guru Patimpus.

"Nanti kita lihat dulu zuriat dari almarhum. Dan yang pasti kita juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Deli Serdang," tutup Ijeck.

Guru Patimpus Sembiring diketahui lahir di Ajijahe, Tigapanah, Kabupaten Karo pada tahun 1540 dan wafat pada tanggal 1 Juli 1590. Ia di kenal sebagai pendiri Kota Medan yang namanya diambil dari kata "Madan" yang artinya Sembuh dalam bahasa Karo.

Setelah Guru Patimpus menikah dengan seorang putri Raja Pulo Brayan dan memiliki 2 buah hati, ia kemudian membuka kawasan hutan antara Sungai Deli dan Sungai Babura dan mendirikan permukiman bernama Kampung Medan.

Rekomendasi