PT Pupuk Indonesia menyatakan bahwa Kementerian Pertanian menetapkan alokasi pupuk subsidi di Kabupaten Samosir menjadi 13.921 ton pada tahun 2023 dari yang sebelumnya 12.018 ton atau naik sebesar 15 persen. Kenaikan subsidi ini berlaku untuk dua jenis pupuk yaitu urea dan NPK.
"Alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Samosir menjadi 13.921 ton pada tahun ini untuk jenis pupuk urea dan NPK. Hal ini mengalami kenaikan sebesar 15,91 persen jika dibandingkan dengan alokasi tahun sebelumnya yang hanya 12.018 ton," terang Vice President Penjualan Wilayah 1 PT Pupuk Indonesia (Persero), Wawan Arjuna mengutip dari Antara (23/2).
Wawan mengatakan, pendistribusian pupuk subsidi di Kabupaten Samosir akan diterima oleh petani yang memenuhi kriteria. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi.
Advertisement
Digunakan Untuk Sembilan Komoditas
Dengan adanya peraturan yang baru, Wawan menjelaskan, terjadi perubahan komoditas tanaman yang mendapatkan subsidi pupuk, mulai dari tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai. Kemudian, tanaman hortikultura di antaranya cabai, bawang merah, bawang putih, hingga perkebunan yaitu tebu, kopi, dan kakao.
Artinya, apabila terdapat komoditas yang ternyata di luar kriteria yang sudah di tentukan, maka tidak berhak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.
"Pada tahun 2023, petani yang berhak mendapatkan subsidi juga berubah dari yang sebelumnya dimasukkan e-RDKK, kini menjadi e-Alokasi yang merupakan perangkat dan prosedur elektronik yang mampu menetapkan data alokasi pupuk subsidi," jelas Wawan.
Advertisement
Distribusikan ke Beberapa Kecamatan
Terkait penyaluran pupuk subsidi, tambah Wawan, pupuk ini akan didistribusikan ke sembilan kecamatan, yaitu Sianjur Mula-Mula, Harian, Sitio-tio, Palipi, Nainggolan, Onan Runggu, Pangururan, Ronggur Nihuta, dan Simanunda.
Hingga per tanggal 21 Februari 2023, Kabupaten Samosir sudah menerima pendistribusian pupuk mencapai 2.533 ton yang terdiri dari urea sebanyak 1.252 ton dan NPK sebanyak 1.302 ton.