Kepala desa dan kepala sekolah di Kabupaten Mandailing Natal dihebohkan dengan pengadaan kalender oleh sejumlah oknum yang mencari keuntungan pribadi. Hal ini memicu keresahan, sebelumnya kejadian semacam ini sudah pernah terjadi.
Kejadian itu terjadi pada tahun lalu, para Kades dan Kepsek di Madina menemukan pengadaan foto bupati dan wakil bupati yang disertakan dengan foto pahlawan yang disinyalir dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
Melansir dari laman Antara, Kamis (16/2), pembagian kalender tahun 2023 untuk sekolah dilakukan melalui UPT Dinas Pendidikan (Korwil), sedangkan pembagiannya untuk kepala desa melalui kecamatan.
Advertisement
Harga Fantastis
Demi meraup keuntungan pribadi, oknum pembuat kalender itu mematok harga yang fantastis per kalender, yakni Rp100 ribu. Nantinya, setiap sekolah di Kabupaten Madina akan menerima 4 hingga 5 buah kalender.
Seakan kalender itu resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Madina, di dalamnya terpampang jelas foto Bupati Madina, HM Ja'far Sukhairi Nasution beserta Wakil Bupati, Atika Azmi Utammi Nasution.
Bahkan, kalender-kalender yang akan dibagikan itu juga terdapat tulisan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan Dinas Pendidikan.
Advertisement
Bupati Akui Tak Pernah Pesan
Atas kejadian pengadaan kalender fiktif tersebut, sontak para Camat merasa kaget. Menurut pengakuan mereka, sebelumnya tidak ada komunikasi dan melakukan pesanan terhadap barang yang dimaksud.
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Madina, Ahmad Meniul Lubis mengatakan, bahwa pihaknya tidak ada program penjualan kalender.
"PMD tidak ada program jual kalender," tegasnya mengutip dari Antara (16/2).
Tak hanya para camat saja yang kaget, Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi juga merasakan hal yang serupa. Menurutnya, pengadaan kalender itu bukan dari pihak Pemkab Madina.
"Sampai saat ini saya belum lihat langsung. Jika memang benar ada, peredaran kalender itu saya yakin bukan dari Pemerintah Kabupaten Madina. Silahkan saja oknum untuk mencari peluang, namun dengan harga yang wajar," terangnya.
Advertisement
Segera Ditindaklanjuti
Menanggapi aduan pengadaan kalender itu, Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution meminta inspektorat untuk menindaklanjuti kasus kalender fiktif tersebut.
Atika menegaskan, pihaknya akan mengambil tindakan tegas apabila ada oknum-oknum yang terbukti melakukan pungutan liar.
"Saya akan meminta Inspektorat untuk menindaklanjuti temuan ini. Jika memang terbukti ada pungli, akan segera kita proses," katanya.