Kota Medan tak hanya menyimpan banyak destinasi wisata alam maupun kuliner, kota ini juga memiliki sederet wisata heritage yang sayang untuk dilewatkan.
Salah satunya adalah Jembatan Kebajikan yang terletak di Jalan H Zainul Arifin, Kota Medan.
Jika dilihat sekilas, tampak tak ada yang spesial dari jembatan ini. Apalagi Jembatan Kebajikan terlihat seperti jembatan kecil seperti kebanyakan jembatan lain. Tapi ternyata, jembatan ini menyimpan nilai sejarah yang tinggi.
Jembatan Kebajikan pertama kali dibangun pada tahun 1916. Jembatan ini merupakan peninggalan zaman Kolonial Belanda yang dulu disebut dengan Jembatan Berlian.
Kemudian, nama jembatan ini berubah menjadi Jembatan Kebajikan seperti yang dikenal sekarang ini.
Melansir dari unggahan akun YouTube Dinas Pariwisata Kota Medan, berikut fakta menarik Jembatan Kebajikan selengkapnya.
Advertisement
Jembatan yang melintas di atas Sungai Babura ini merupakan salah satu peninggalan Belanda untuk mengenang Tjong Yong Hian, yang merupakan kakak dari Tjong A Fie. Keduanya merupakan pengusaha sukses asal Tiongkok di masa Kolonial Belanda.
Tjong Yong Hian merupakan kakak kandung Tjong A Fie, yang sukses membangun bisnis perkebunan di Tanah Deli. Kesuksesan tersebut membuat Tjong Yong Hian memiliki hubungan dekat dengan Sultan Deli dan Pemerintah Hindia Belanda.
Tjong Yong Hian kemudian diangkat sebagai “Kapitan Tionghoa”. Setelah Tjong Yong Hian wafat, jabatan “Kapitan Tionghoa” kemudian dilanjutkan oleh Tjong A Fie.
Itu lah sebabnya, kedua tokoh ini memiliki andil yang besar dalam sejarah masuknya masyarakat etnis Tionghoa ke Tanah Deli.
Advertisement
Dijuluki Jembatan Kebajikan, ternyata nama ini bukan sembarang nama, melainkan ada makna dibalik pemberian nama tersebut. Jembatan ini diberi nama Jembatan Kebajikan sebagai representasi Tjong Yong Hian semasa hidupnya. Semasa hidup, Tjong Yong Hian telah menjalani banyak hubungan harmonis dengan antar suku dan etnis yang ada di Kota Medan, seperti Melayu, Tionghoa, India dan Belanda. Di tahun 2003, jembatan ini juga pernah mendapatkan penghargaan dari UNESCO (Asia Pacifik Heritage) Award Of Merit Virtuous Bridge Medan Indonesia sebagai jembatan yang masuk dalam konservasi warisan budaya.