Lord Adi 'MasterChef' Ungkap Perjuangan di Masa Susah, Gaji Sejuta untuk 6 Bulan

Kontestan yang berhasil masuk 3 besar ini berhasil menarik perhatian karena sosoknya yang slengekan ketika di Master Chef. Ternyata Lord Adi sempat mengalami titik terendah dalam hidupnya.

Intan Kumalasari
Oleh Intan Kumalasari - Reporter
Lord Adi 'MasterChef' Ungkap Perjuangan di Masa Susah, Gaji Sejuta untuk 6 Bulan
Lord Adi MCI8. ©2021 Merdeka.com/instagram

Gelaran ajang kompetisi memasak MasterChef telah berakhir. Salah satu kontestan MasterChef adalah Lord Adi.

Kontestan yang berhasil masuk 3 besar ini berhasil menarik perhatian karena sosoknya yang slengekan ketika di MasterChef. Ternyata Lord Adi sempat mengalami titik terendah dalam hidupnya.

Ia pernah menjadi petani cabai yang bertahan dengan uang Rp1 juta untuk 6 bulan. Hal ini ia ungkapkan ketika menjadi bintang tamu di saluran YouTube Atta Halilintar. Berikut ulasannya.

Lord Adi mengungkapkan pekerjaannya sebelum mengikuti ajang MasterChef. Ia menjadi chef selama 30 tahun saat di Malaysia. Lord Adi mengaku saat kecil hingga remaja ia memang tinggal di Malaysia.

"30 tahun jadi Chef?" tanya Aurel.

"Ya bener, saya aslinya kelahiran Sumatera Barat cuma umur 4-5 tahun dibawa ke Malaysia. Di Malaysia sempet kerja, waktu di Malaysia kerja tuh masak di sebuah restoran yang bagus," ungkap Lord Adi.

Lord Adi mengungkapkan kerap mendapatkan cibiran dari juri MasterChef. Ia mengaku sakit hati jika masakannya dipandang sebelah mata.

Terlebih ketika awal-awal kompetisi, makanan yang ia masak tak pernah enak dan kerap mendapatkan teguran. Namun, hal tersebut dijadikan motivasi untuk menjadi lebih baik.

"Saya ingin membuktikan aku bisa, dan itu terbukti," kata Lord Adi.

"Emang masakan saya awal-awal gak enak, karena saya butuh waktu untuk praktek. Ya gak gak enak banget tapi ya aman," imbuh Lord Adi.

"Waktu itu saya bilang jago masak ke Chef Juna, mereka sering gini 'ini bilang jago tapi sekalipun gak pernah menang'. Sakit hati itu," tambahnya.

Lord Adi mengungkapkan mengalami titik terendah dalam hidupnya ketika menjadi petani cabai. Hal ini lantaran mendapatkan penghasilan Rp1 juta dalam 6 bulan. Namun ia beruntung karena seperti beras, sayuran sudah tersedia dan tak perlu mengeluarkan uang.

"Ya jadi petani, wow saya pernah jual cabai 1 karung 30 kg uang yang dibawa pulang tuh satu juta kurang lebih, kita bangun jam 3 pagi, satu juta per minggu. Hasil bertani 6 bulan dapatnya sejuta. biasa aja jangan kaget, ini hidup paling sedih bisa mengurai air mata. walaupun titik terendah itu menghargai kehidupan," kenang Lord Adi.

"Aduh lucu ya, sebenernya kita tuh gini habis panen bayangkan total keseluruhan dari total panen itu Rp3 juta maksimal Rp2 juta itu untuk 8 bulan ke depan. Buat beli pupuk, racun gitu, Untungnya kita ada beras, jadi gak usah beli, cabai gak beli, jadi hal terbaik beli telor aja gitu. Ikan satu kali seminggu aja, kalau sayur banyak. Saya jarang masak bagi santan. Kalau waktu sulit banget gak pakai minyak kita rebus aja," imbuhnya.

"Bagi saya dalam kehidupan tuh hidup terlalu singkat kita terlalu memikirkan apa yang benar dan salah memikirkan resiko sebenernya kita jalani nanti pasti dibukakan jalan, yang terpenting kita harus tahu apa yang diinginkan," tutup Lord Adi.

 

Rekomendasi