Ibadah puasa di bulan Ramadan kini tengah dijalani oleh masyarakat muslim di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Masyarakat muslim Tanah Air begitu antusias dengan hadirnya bulan Ramadan ini.
Di bulan suci ini, beragam acara bertema Ramadan pun tersaji di layar kaca. Salah satunya adalah acara Tasbih Ramadan Abah dan Leslar.
Acara religi ini dipandu oleh Lesty Kejora dan Rizky Billar dan menghadirkan Ustaz Subki Al-Bughury sebagai pendakwah. Acara ini dikemas dengan santai dan mudah dipahami.
Salah satu episodeTasbih Ramadan Abah dan Leslar membahas tentang hikmah khatam Al-Qur'an. Berikut ulasannya dilansir dari YouTube Indosiar.
Advertisement
Mendengarkan Ayat Suci Al-Quran
Acara Tasbih Ramadan dikemas dengan format sesi tanya jawab. Di episode ini, Rizky Billar menanyakan kepada Ustaz Subki terkait membaca Al-Qur'an tetapi tidak dilafazkan.
"Tadi Billar tadarus lewat handphone tapi gak dilafazin," kata Rizky Billar.
"Itu juga baik, nabi selain baca sendiri juga mendengarkan Qur'an dengan orang lain. Tapi itu gak termasuk ngaji atau tadarus. Karena kalau mau hitungan mengkhatamkan Qur'an baca mulut kita bergerak dari Al Fatihah sampai surah An-Nas," terang Ustaz Subki.
Advertisement
Hikmah Khatam Al Quran
Ustaz Subki juga menjelaskan tentang hikmah khatam Al-Qur'an. Semakin banyak seseorang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, semakin mulia Ia di sisi Allah SWT.
"Kalau kita mau selamat hidup dunia akhirat itu Qur'an sebagai pegangan hidup kita. Maka kemudian kalau kita mau membaca sampai khatam, jadi dirahmati Allah, mendapatkan cahaya, mendapatkan petunjuk," tutur Ustaz Subki.
"Peringatan juga buat abah kalau kita meninggal itu derajat kita tuh di akhir ayat yang kita baca, maka semakin banyak semakin mulia di sisi Allah SWT," imbuhnya.
Advertisement
Wajib Baca Al-Qur'an
Ustaz Subki menjelaskan jika membaca Al-Qur'an merupakan kewajiban. Hal ini lantaran Al-Qur'an merupakan petunjuk dari Allah SWT.
"Nah ini ada di dalam satu keterangan bahwa kewajiban kita terhadap Qur'an karena petunjuk dari Allah, membacanya adalah kewajiban karena kita juga meneladani nabi," ucap Ustaz Subki.