Bulan suci Ramadan 1442 H sebentar lagi akan tiba. Salah satu tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia saat Ramadan adalah mengonsumsi buah saat berbuka puasa. Kolang-kaling menjadi salah satu buah yang sering dijumpai di momen ini. Hal ini pun membuat permintaan kolang-kaling kini kian meningkat.
Reza Pardede, seorang pengepul kolang-kaling di Tapanuli Selatan (Tapsel) mengatakan terjadi peningkatan permintaan kolang-kaling ke luar Sumatra. Namun sayangnya stok barang saat ini tidak mencukupi.
"Tahun lalu periodesasi yang sama capai 300 ton. Akibat stok barang kurang, hanya terpenuhi 60 persen atau sekitar 180 ton," ungkap Reza Pardede.
Advertisement
Ia kemudian menjelaskan bahwa faktor yang menyebabkan stok barang menipis adalah ketidakseimbangan antara ketersediaan barang dengan pembudidayaan pohon aren. Hal ini sangat disayangkan karena kolang-kaling mempunyai peluang ekonomi yang menjanjikan.
"Penurunan terjadi akibat ketersediaan barang yang menipis tidak seimbang dengan pembudidayaan pohon Aren. Padahal menjanjikan ekonomi," katanya.
Untuk memenuhi permintaan pasar, Ia, terpaksa mencari buah aren hingga ke wilayah tetangga seperti Tapanuli Utara (Taput).
"Di tingkat pengepul harganya Rp8.500/kg. Tahun lalu periode yang sama Rp5.500/kg," jelasnya.
Advertisement
Menurut Reza, kolang-kaling Tapsel memiliki tekstur lebih besar dari kolang-kaling biasanya. Tak hanya itu, kolang-kaling Tapsel juga memiliki warna yang berbeda yang membuatnya diminati banyak orang.
"Indonesia permintaan seperti Pula Jawa seperti DKI Jakarta, Banten, Bogor, Bekasi dan Bandung Jawa Barat, Surabaya Jawa Timur. Filipina juga tetapi lewat eksportir Jawa," katanya.