Pandemi Corona masih melanda Indonesia. Belum terlihat dimana penghujung pandemi, varian virus Corona B117 justru dikabarkan resmi masuk Indonesia pertama kali pada Selasa (2/3) lalu. Hal ini tentu menambah sederet panjang alasan vaksinasi harus segera dilakukan.
Masuknya varian Inggris virus Corona ini membuat tak sedikit orang bertanya apakah vaksinasi yang telah dilakukan tetap ampuh. Melansir dari Liputan6, penelitian dari Universitas Padjadjaran menyebut jika varian virus Corona B117 masih memiliki keganasan yang sama dengan varian sebelumnya. Perubahan mutasi B117 terletak pada kecepatannya menular.
Guna mencukupi jumlah vaksin yang diperlukan masyarakat Indonesia, pemerintah tak hanya bergantung pada vaksin Sinovac. Indonesia juga mengupayakan hadirnya vaksin AstraZeneca dari Inggris.
Tak berbeda jauh dengan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca juga cukup ampuh untuk meningkatkan anitibodi seseorang. Kini telah resmi tiba di Indonesia, intip deretan fakta vaksin AstraZeneca berikut ini.
Advertisement
Indonesia setidaknya telah menerima 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca pada Selasa (8/3). Vaksin AstraZeneca yang diterima Indonesia merupakan vaksin hasil kembangan Oxford University. Vaksin ini juga telah mengantongi izin Emergency Use Authorization (EUA) dari Eropa sesuai daerah produksinya.
Advertisement
Indonesia diperkirakan mendapat jatah vaksin AstraZeneca sebesar 11.704.800. Pengiriman vaksin ini akan dilakukan bertahap hingga Mei 2021. Proses untuk mendapatkan vaksin dari jalur multilateral ini akan terus dilakukan pemerintah Indonesia.
Advertisement
Tak hanya Indonesia, vaksin AstraZeneca ini juga telah digunakan di beberapa negara di Eropa. Mesir, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, serta Malaysia menjadi deretan negara yang telah melakukan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca. Melansir dari Fimela, Kepala BPOM, Penny Lukito menyatakan jika vaksin AstraZeneca efektif membentuk antibodi.
"Pembentukan antibodi terhadap dewasa usia 18-60 tahun peningkatan antibodi sebanyak 32 kali sedangkan lansia di atas 65 tahun 21 kali," tuturnya.