Penyakit kuning pada bayi adalah suatu kondisi di mana kulit bayi dan bagian putih matanya tampak kuning. Penyakit kuning adalah kondisi umum pada bayi yang memengaruhi lebih dari 50 persen dari semua bayi baru lahir.
Penyakit kuning sangat umum terjadi pada bayi prematur, terutama jenis kelamin laki-laki yang terjadi lebih sering daripada perempuan. Biasanya muncul dalam minggu pertama kehidupan bayi.
Pada bayi sehat yang lahir dengan waktu kandungan yang cukup, penyakit kuning pada bayi jarang menjadi penyebab kekhawatiran, itu cenderung hilang dengan sendirinya. Namun, jika pengobatan diperlukan, bayi cenderung merespons terapi non-invasif.
Dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit kuning pada bayi yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian. Berikut merdeka.com merangkum ciri bayi kuning baru lahir, penyebab, dan cara menanganinya dilansir dari Medical News Today:
Advertisement
Penyebab Penyakit Bayi Kuning
Bayi yang berisiko tinggi mengalami penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah:
- bayi prematur (bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu)
- bayi yang tidak mendapatkan ASI atau susu formula yang cukup, baik karena kesulitan menyusu atau karena ASI belum masuk
- bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan golongan darah ibunya
Bayi yang golongan darahnya tidak kompatibel dengan ibunya dapat mengembangkan penumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merahnya dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara tiba-tiba.
Penyebab lain dari penyakit kuning pada bayi baru lahir meliputi:
- memar saat lahir atau perdarahan internal lainnya
- masalah hati
- sebuah infeksi
- kekurangan enzim
- kelainan pada sel darah merah bayi Anda
Advertisement
Ciri Bayi Kuning Baru Lahir
Ciri bayi kuning baru lahir adalah menguningnya kulit dan mata bayi. Menguning mungkin mulai terjadi dalam 2 sampai 4 hari setelah lahir dan mungkin mulai di wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh.
Kadar bilirubin biasanya mencapai puncak antara 3 hingga 7 hari setelah lahir.
Untuk memeriksa penyakit kuning pada bayi, tekan perlahan dahi atau hidung bayi Anda. Jika kulit tampak kuning di bagian yang ditekan, kemungkinan bayi mengalami penyakit kuning ringan. Jika bayi Anda tidak mengidap penyakit kuning, warna kulit akan terlihat sedikit lebih terang dari warna normalnya untuk sesaat.
Periksa bayi Anda dalam kondisi pencahayaan yang baik, sebaiknya di siang hari.
Ciri bayi kuning baru lahir bisa meliputi:
- kantuk
- tinja pucat, bayi yang disusui harus memiliki tinja berwarna kuning kehijauan, sedangkan tinja bayi yang diberi susu botol harus berwarna sawi kehijauan
- mengisap atau memberi makan yang buruk
- urine berwarna gelap, urine bayi baru lahir seharusnya tidak berwarna
Gejala penyakit kuning bayi yang parah meliputi:
- perut atau tungkai kuning
- kantuk
- ketidakmampuan untuk menambah berat badan
- makan yang buruk
- sifat lekas marah
Advertisement
Cara Menangani Bayi Kuning
Sebagian besar kasus penyakit kuning umumnya normal, tetapi terkadang penyakit kuning dapat menunjukkan kondisi medis yang mendasarinya. Penyakit kuning yang parah juga meningkatkan risiko bilirubin masuk ke otak, yang dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.
Hubungi dokter Anda jika Anda melihat gejala berikut:
- Penyakit kuning menyebar atau menjadi lebih intens.
- Bayi Anda mengalami demam lebih dari 38 derajat C.
- Warna kuning bayi Anda semakin dalam.
- Bayi Anda menyusu dengan buruk, tampak lesu atau lemas, dan menangis dengan nada tinggi.
Advertisement
Pengobatan Bayi Kuning
Penyakit kuning ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya saat hati bayi mulai matang. Sering menyusu (antara 8 hingga 12 kali sehari) akan membantu bayi mengeluarkan bilirubin melalui tubuh mereka.
Penyakit kuning yang lebih parah mungkin memerlukan perawatan lain. Fototerapi adalah metode perawatan yang umum dan sangat efektif yang menggunakan cahaya untuk memecah bilirubin dalam tubuh bayi Anda.
Dalam fototerapi, bayi Anda akan ditempatkan di ranjang khusus di bawah sinar spektrum biru dengan hanya mengenakan popok dan kacamata pelindung khusus. Selimut serat optik juga dapat ditempatkan di bawah bayi Anda.
Dalam kasus yang sangat parah, transfusi tukar mungkin diperlukan di mana bayi menerima sedikit darah dari donor atau bank darah.
Ini menggantikan darah bayi yang rusak dengan sel darah merah yang sehat. Ini juga meningkatkan jumlah sel darah merah bayi dan mengurangi kadar bilirubin.
Pencegahan
Cara terbaik untuk mengurangi kemungkinan bayi terkena penyakit kuning adalah dengan memastikan mereka diberi makan dengan baik. Untuk minggu pertama kehidupan, bayi yang diberi ASI harus diberi makan 8-12 kali sehari, sedangkan bayi yang diberi susu formula harus diberi makan 1-2 ons susu formula setiap 2-3 jam.