Hujan deras yang mengguyur Kota Medan, Sumatra Utara (Sumut) pada Kamis (3/12) menyebabkan air Sungai Sunggal yang menjadi pembatas antara Kabupaten Deli Serdang dengan Kota Medan mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter lebih.
Menurut kesaksian seorang warga Kampung Lalang, Kota Medan, Dean Ramadhan mengatakan, air mulai naik pada Jumat (4/12) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Saat itu, sudah ada warga yang mulai mengevakuasi barang-barangnya, namun ada juga warga yang masih berada di rumah.
"Sekitar pukul 04.00 WIB, air langsung tinggi hingga satu meter lebih," katanya. Melansir dari Liputan6.com, berikut fakta terkait banjir di Kampung Lalang ini.
Advertisement
Terparah Sejak 20 Tahun Lalu
Melihat dari ketinggian air kali ini, Dean mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak 20 tahun lalu. Sebelumnya, banjir hingga setinggi kurang lebih 1 meter pernah terjadi pada tahun 2001.
"Bisa dibilang, ini paling parah. Terhitung hampir 20 tahun lalu, ini paling parah," katanya.
Advertisement
Telan Korban Jiwa
Menurut data Badan Pengendali Bencana Daerah (BPBD) Medan, banjir kali ini sampai saat ini menelan 2 korban jiwa. Sementara 4 orang masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan."Dari jumlah 6 orang tersebut hilang karena terseret arus banjir. Rinciannya, 5 orang dewasa dan 1 balita," kata Sekretaris BPBD Kota Medan, Nurly.BPBD dan SAR masih terus melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kota Medan.
Advertisement
Ribuan Rumah Terendam Banjir
Nurly menambahkan, dari 4 lokasi banjir kali ini, petugas telah berhasil mengevakuasi 186 jiwa, yakni anak-anak 50 jiwa, balita 38 jiwa, dewasa 67 jiwa, dan lansia 26 jiwa. Sementara itu, menurut data, sampai saat ini setidaknya 2.773 rumah terendam, mencakup 1983 KK dan 5.965 jiwa.
Data tersebut didapat dari 7 Kecamatan dan 13 Kelurahan, antara lain Kecamatan Medan Maimun, Medan Johor, Medan Selayang, Medan Tuntungan, Medan Baru, Medan Petisah, dan Medan Polonia.