Penyebab Jatuhnya Helikopter Mi-17 di Kendal Terungkap, Ternyata Karena Ini

Jatuhnya Helikopter Mi-17 di Kendal ini mengakibatkan empat orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Setelah dilakukan investigasi selama berbulan-bulan, terungkap penyebab jatuhnya heli TNI ini.

Intan Kumalasari
Oleh Intan Kumalasari - Reporter
Penyebab Jatuhnya Helikopter Mi-17 di Kendal Terungkap, Ternyata Karena Ini
Kenang Korban Kecelakaan Helikopter MI-17. Channel YouTube TNI AD ©2020 Merdeka.com

Beberapa bulan yang lalu, Helikopter Mi-17 milik TNI Angkatan Darat mengalami kecelakaan. Helikopter Mi-17 jatuh di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah pada Sabtu (6/6) lalu pada pukul 13.40 WIB.

Helikopter Mi-17 merupakan buatan Rusia yang paling banyak dipakai dalam misi latihan maupun pengiriman logistik dan pasukan. Sebelum jatuh, helikopter ini digunakan untuk latihan TNI AD.

Jatuhnya Helikopter ini mengakibatkan empat orang tewas dan lima lainnya luka-luka. Setelah dilakukan investigasi selama berbulan-bulan, terungkap penyebab jatuhnya heli TNI ini.

Hal ini diungkapkan Brigjen TNI Sudarji, selaku ketua tim investigasi melalui saluran Youtube TNI AD yang tayang pada Senin (26/10) kemarin. Ternyata ini penyebab jatuhnya helikopter Mi-17 di Kendal:

Brigjen TNI Sudarji mengumumkan hasil investigasi terkait jatuhnya Helikopter Mi-17 di Kendal. Brigjen TNI Sudarji menjelaskan dengan detail komponen-komponen yang menjadi penyebab jatuhnya helikopter tersebut.

Selain itu, ketua tim investigasi ini menjelaskan komponen yang bukan penyebab dari jatuhnya helikopter ini.

"Dari seluruh kegiatan umum bisa kami laksanakan secara aman dan tertib," kata Brigjen TNI Sudarji.

"Dari hasil investigasi cuaca dan medan saat terbang tidak berkontribusi dalam kecelakaan. Personel secara umum dalam kondisi baik," tambahnya.

Sudarji melanjutkan pernyataan tentang penyebab terjadinya kecelakaan. Penyebab utama yaitu aspek manajemen yang kemungkinan menyebabkan jatuhnya helikopter MI-17."Aspek utama yang menjadi penyebab adanya komponen material helikopter yang tidak sesuai dengan standar. Aspek manajemen mulai dari peliharaan dengan pendidikan dan terbang tidak dilaksanakan dengan manajemen terbaik sehingga berpengaruh untuk performa pesawat," tutur Brigjen TNI Sudarji. "Material dengan ditemukannya beberapa komponen yang tidak memenuhi standar memungkinkan menjadi penyebab faktor terjadinya kecelakaan," imbuhnya.

Setelah pemaparan Brigjen TNI Sudarji, KASAD Andika memberikan pernyataan tambahan. Ia mengungkapkan bahwa kecelakaan ini salah semua pihak terutama Mabes. KASAD Andika menambahkan untuk semua jajarannya lebih memperhatikan detail."Bukan salah penerbang, salah Mabes me-manage penerbang. Harus ada yang menguasai harus di kuasai bener rekrutmen harus ambil dari sekolah penerbang teknisi juga kita ga mau anggota kita menjadi korban gara-gara kita ga teliti," kata KASAD Andika.

Rekomendasi