Warga Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, khususnya yang ada di kawasan Aek Tolang Pandan, dihebohkan dengan munculnya dua unit pesawat tempur di langit Tapteng sekitar pukul 10.30 WIB.
Suara pesawat yang begitu keras membuat warga heboh dan keluar dari dalam rumah untuk melihat apa yang terjadi. Kejadian ini baru pertama kali disaksikan oleh warga Aek Tolang Pandan.
Advertisement
Warga yang kemudian berhamburan keluar rumah memastikan apa yang sebenarnya sedang terjadi. Warga melihat pesawat F-16 tersebut terbang sangat rendah sehingga warga mengira pesawat tersebut akan jatuh.
“Suaranya sangat keras, kami kirain pesawatnya mau jatuh, karena cukup dekat persis di atas kelapa yang ada di depan rumah itu,” ujar Herna br Sitompul (52) warga Aek Tolang Pandan, Kamis (14/5/), dilansir dari ANTARA.
Advertisement
Tidak hanya itu, pesawat tempur ini terbang sangat rendah hingga membuat warga bisa dengan jelas melihat pilot yang berada di dalam pesawat. Seperti yang dikatakan salah seorang warga, Bagus Gultom, yang melihat kedua pesawat itu berputar di langit Aek Tolang.“Jelas kelihatan sama pilotnya, itulah sangking dekatnya. Makanya kami kaget ada apa gerangan, karena baru pertama kali ini lewat pesawat tempur seperti itu, dan sepertinya pesawat itu kejar-kejaran,” ungkapnya heran.
Advertisement
Menanggapi hal itu, Dansatradar 234 Sibolga, Mayor Leks Alpred Eisiner Anes membenarkan kehadiran dua pesawat tempur milik Indonesia jenis F-16 itu. Kedua pesawat tersebut berasal dari Lanud Roesmin Nurjaddin (RNS) di Pekanbaru. Mereka sedang melaksanakan tugas rutin pengamanan Pulau Terluar atau Daerah Perbatasan (Combat Air Patrol).“Kegiatan ini adalah rutin dilakukan TNI-AU, dan kebetulan kali ini rutenya dari langit Tapanuli Tengah sekaitan dengan misi Ground Control Intercept (GCI) di sekitar Tapteng. Jadi Satradar 234 Sibolga yang memberikan guidance. Dan sekarang kedua pesawat tempur itu sudah Return to Base (RTB),” ujar Alpred seraya menegaskan, pada intinya TNI AU dalam hal ini KOHANUDNAS siaga senantiasa dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia termasuk wilayah udara Tapanuli Tengah.