Sejarah Kerajinan Perak di Koto Gadang, Terkenal sejak Zaman Penjajahan Belanda

Kerajinan perak di desa ini memiliki keunikan yang terletak pada bentuknya yang halus dan warna yang tidak terlalu berkilau

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Sejarah Kerajinan Perak di Koto Gadang, Terkenal sejak Zaman Penjajahan Belanda
Sejarah Kerajinan Perak di Koto Gadang, Terkenal sejak Zaman Penjajahan Belanda (Merdeka.com)

Kebanyakan orang mungkin akan mengira jika kerajinan perak hanya ada di Kotagede, Yogyakarta saja. Jangan salah, ternyata di Pulau Sumatera tepatnya Kabupaten Agam, Sumatera Barat juga terdapat produk kerajinan dari perak.

Koto Gadang merupakan sebuah nagari atau desa di Kabupaten Agam yang terkenal dengan kerajinan peraknya. Masyarakat setempat sudah mengenal kerajinan perak ini sejak zaman penjajahan Belanda.

Seiring berjalannya waktu, produk kebanggaan masyarakat Koto Gadang ini semakin menurun karena jumlah perajin yang terus berkurang.

Kerajinan perak dari desa ini dulunya begitu populer. Tak sedikit orang-orang Belanda yang menyukai kerajinan tangan tersebut mulai dari kalung, cincin, dan gelang.

Sejarah perkembangan kerajinan perak di Koto Gadang ternyata sudah begitu lama.

Produk perak dari desa ini sudah dikenal sejak tahun 1911, khususnya saat bangsa-bangsa Eropa yang datang ke Sumatera.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kepopuleran kerajinan perak ini semakin terlihat dari kegemaran para wanita-wanita Belanda mengoleksi olahan perak dalam bentuk aksesoris.

Dilansir dari laman indonesiakaya.com, kerajinan perak di desa ini memiliki keunikan yang terletak pada bentuknya yang halus dan warna yang tidak terlalu berkilau. Hal ini sedikit menimbulkan kesan tidak menyolok mata saat digunakan.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Tak hanya itu, perak dari Kota Agam ini sendiri terkenal halus dalam setiap jengkal pembuatannya sehingga menghasilkan bentuk yang indah. Dengan begitu, kerajinan ini membuat orang-orang Eropa saat itu begitu terkesan akan hasilnya.

Melansir dari Antara, eksistensi kerajinan perak di Koto Gadang kini semakin memudar. Hal ini disebabkan oleh jumlah perajin perak di Koto Gadang yang sudah berkurang drastis, sehingga tingkat produksi otomatis menurun.

Padahal setiap kali waktu liburan tiba, banyak wisatawan yang datang ke Sumatera Barat secara khusus datang ke Koto Gadang untuk mencari suvenir perak dengan desain khas Minangkabau.

Dulunya, kerajinan perak merupakan sumber penghasilan utama masyarakat sekitar.

Rekomendasi