Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Tujuan Pernikahan Katolik dan Penjelasannya, Perlu Diketahui

Mengenal Tujuan Pernikahan Katolik dan Penjelasannya, Perlu Diketahui Ilustrasi menikah. ©2012 Shutterstock/Sergey Ryzhov

Merdeka.com - Tujuan pernikahan Katolik penting diketahui setiap umat. Pernikahan merupakan perjanjian antara laki-laki dan perempuan untuk bersuami istri. Dengan pernikahan, setiap orang bisa saling membahagiakan satu sama lain.

Dalam Katolik, pernikahan bermakna satu atau tidak terceraikan, bersifat mengikat, tidak memaksa, dan tidak menganut sistem poligami. Perkawinan Katolik dipersatukan oleh Kristus dan dimeteraikan oleh Gereja. Maka dari itu, setiap pasangan dilarang bercerai atau poligami.

Selain itu, dalam Gereja Katolik juga menyepakatkan kebebasan dari masing-masing pihak untuk meneguhkan perkawinannya. Hal ini mengandung makna bahwa Katolik bebas dari paksaan, tidak terhalang untuk menikah, dan mampu secara hukum. Adapun tujuan menikah Katolik sebagai berikut:

Hukum Pernikahan dalam Katolik

040 destriyana

©2015 Merdeka.com/shutterstock

Melansir dari laman Kata Pengacara, setiap pernikahan Katolik, diatur oleh tiga hukum, yaitu hukum ilahi, hukum kanonik, dan hukum sipil sejauh menyangkut akibat-akibat sipil. Hukum ilahi sendiri adalah hukum yang ditangkap atas dasar pewahyuan dan akal sehat manusia sebagai berasal dari Allah sendiri.

Hukum kanonik atau hukum gereja adalah norma yang disusun dan disahkan oleh Gereja untuk umat yang dibatis. Sedangkan, hukum sipil adalah hukum yang berhubungan dengan efek sipil yang berlaku di daerah yang bersangkutan, seperti di Indonesia.

Mengingat pernikahan adalah menyangkut kedua belah pihak, maka orang non-Katolik yang menikah dengan orang Katolik selalu terikat juga oleh hukum Gereja. Gereja memiliki kuasa untuk mengatur perkawinan warganya, meski hanya salah satu dari pasangan yang beriman Katolik.

Tujuan Pernikahan Katolik

034 destriyana

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Karen Grigoryan

Tujuan pernikahan Katolik adalah membentuk kebersamaan hidup. Dalam Katolik, perkawinan pada dasarnya berciri satu untuk selamanya dan tak terceraikan. Lebih jelasnya, berikut tujuan pernikahan Katolik dan penjelasannya yang dilansir dari kaj.or.id:

Kesejahteraan Suami Istri

Salah satu tujuan pernikahan Katolik adalah saling menyejahterakan. Dengan adanya pernikahan, pihak laki-laki bisa membahagiakan perempuan. Begitu sebaliknya, perempuan juga menyejahterakan laki-laki.

Bagi pasangan katolik yang sudah menikah, sudah semestinya membahagiakan pasangannya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk membahagiakan pasangan, seperti bertanggung jawab, menyayangi, dan memahami karakter pasangannya.

Kelahiran dan Pendidikan Anak

Tujuan pernikahan Katolik selanjutnya adalah mendapatkan dan melanjutkan keturunan. Mayoritas pasangan yang sudah menikah tentu memiliki keinginan untuk memiliki keturunan. Pasalnya, anak merupakan salah satu sumber kebahagiaan di dalam rumah tangga.

Selain itu, umat juga diperintahkan untuk membesarkan anak-anak, saling membantu, dan setia dengan pasangan. Memiliki ikatan perkawinan yang tak terpisahkan akan membantu menumbuhkan cinta di tengah keluarga dan merawat cinta kasih.

Menyebarkan Cinta Kasih

Tujuan pernikahan Katolik menurut Gereja Vatikan adalah seperti membangun gereja dalam keluarga. Rumah tangga adalah bagian kecil dari tubuh Yesus Kristus yang dikorbankan untuk menebus dosa manusia. Agar cita-cita rumah tangga terwujud, pasangan suami-istri harus menyebarkan cinta kasih di tengah keluarga.

Setiap umat Katolik diajarkan untuk bekerja keras dalam merawat dan menjaga ikatan suci di hadapan Yesus Kristus. Maka dari itu, semakin keras pasangan bekerja, semakin kuat pula ikatan rumah tangganya.

(mdk/jen)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP