Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Tradisi Junjung Duli, Ajang Silaturahmi Saat Lebaran Ala Kesultanan Deli

Mengenal Tradisi Junjung Duli, Ajang Silaturahmi Saat Lebaran Ala Kesultanan Deli Istana Maimun. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Dalam menyambut hari Lebaran tahun 2023, bagi sebagian masyarakat Indonesia akan merayakan kemenangan sesuai dengan tradisi turun temurun yang dilaksanakan di daerahnya masing-masing.

Seperti halnya tradisi yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat melayu yang tinggal di Sumatra Utara yang bernama Junjung Duli. Dalam pengertiannya, tradisi ini sama halnya dengan open house pada umumnya.

Tradisi Junjung Duli sangat kental sekali dengan suasana Melayu, hal ini lantaran Sultan Deli berinteraksi langsung dengan seluruh masyarakatnya yang mayoritas etnis Melayu. Tak hanya itu, masyarakat Melayu lainnya juga tersebar di Sumatra Utara khususnya di wilayah Langkat.

Bagi sebagian masyarakat Langkat, tradisi Junjung Duli ini tak hanya dilaksanakan ketika Hari Raya Idulfitri maupun Iduladha saja, melainkan juga di hari-hari besar Islam lainnya sebagai simbol penghormatan kepada Raja.

Simak ulasan tradisi Junjung Duli yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Hari Khusus Menghadap Raja

ilustrasi lebaran

liputan6.com

Melansir dari buku Tradisi Junjung Duli karya Fariani, tradisi ini merupakan hari khusus untuk menghadap langsung kepada Sultan pada hari kebesaran masyarakat Melayu. Hari besar yang dimaksud yaitu Hari Raya Idulfitri, Iduladha, maupun hari-hari besar lainnya.

Pelaksanaan Junjung Duli akan berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama biasanya dikhususkan untuk keluarga ataupun keturunan Sultan. Orang yang pertama kali diperbolehkan menghadap Sultan adalah Raja Muda atau putra mahkota, kemudian disusul Tengku Bendahara, Tengku Sri Maharaja dan dilanjutkan oleh masing-masing kepala daerah.

Setelah itu, baru disusul oleh para wazir atau Datuk, anak raja, dan kaum kerabat yang dipimpin oleh penghulu anak-anak raja.

Pada hari kedua, tradisi Junjung Duli dikhususkan untuk masyarakat umum. Biasanya, masyarakat umum yang dipimpin oleh pimpinan masing-masing berjumpa dan bersilaturahmi dengan pemimpinnya.

Proses Pelaksanaan

ilustrasi lebaran

liputan6.com

Tradisi Junjung Duli sudah dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Melayu khususnya di Langkat, Sumatra Utara sejak ratusan tahun lalu.

Melansir dari Liputan6.com, proses pelaksanaan Junjung Duli ini diawali dengan Salat Ied di kawasan Masjid Raya Al Mashun. Kemudian, masyarakat mendengarkan khotbah khatib, dan bersilaturahmi di tempat yang sama.

Setelah mendengarkan khutbah dan bersilaturahmi, barulah Sultan Deli menuju Istana Maimun untuk menjalankan prosesi Junjung Duli. Pelaksanaan tersebut dimulai dengan mengucap sembah sekaligus bersalaman kepada Sultan Deli oleh Datuk Empat Suku yang diikuti oleh pejabat istana, orang bergelar, dan masyarakat khususnya kaum pria.

Ketika proses bersalaman antar kaum pria sudah selesai, giliran Sultan Deli yang bangkit dari duduknya lalu menemui kelompok wanita yang terdapat di bagian belakang.

Tetap Eksis Hingga Kini

006 tantri setyorini

©Shutterstock

Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi Junjung Duli pastinya mengalami perubahan menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Meskipun dihadapi dengan zaman modern, Junjung Duli tetap eksis di kalangan lapisan masyarakat Melayu.

Saat ini, tradisi Junjung Duli dikenal masyarakat sebagai budaya penghormatan kepada Sultan sekaligus ajang kumpul keluarga, dan bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar. Maka tak heran jika tradisi ini disebut sebagai acara ramah-tamah, halal bi halal, bahkan open house.

Prosesnya pun tidak jauh berbeda dengan zaman kesultanan dahulu, momen tersebut digunakan oleh Sultan untuk menjalin tali silaturahmi dan berinteraksi dengan masyarakat atau tamu yang hadir.

Tak hanya itu, para tamu pun juga disuguhkan dengan aneka ragam makanan. Dahulu, menu yang disajikan sebagian besar adalah makanan khas masyarakat Melayu. Namun saat ini sudah disajikan makanan nasional, seperti lontong.

Makna dalam Tradisi Junjung Duli

Setiap tradisi tentunya memiliki nilai-nilai dan makna yang begitu berharga. Dalam tradisi Junjung Duli, terdapat beberapa makna dan nilai budaya di antaranya penghormatan, hal ini para masyarakat memberikan penghormatan kepada Sultan karena menjadi suri tauladan, mengayomi, dan membimbing warganya.

Kemudian ada permohonan maaf, nilai yang dapat dipetik yaitu dengan saling memaafkan antar sesama menjadi sebuah manusia yang penuh dengan lapang dada.

Terakhir yaitu silaturahmi, sebagai simbol mempererat tali persaudaraan, persahabatan baik dalam keluarga maupun masyarakat sekitar.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP