Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengenal Haminjon, Komoditas Pembawa Berkah Kesejahteraan Bagi Masyarakat Batak

Mengenal Haminjon, Komoditas Pembawa Berkah Kesejahteraan Bagi Masyarakat Batak Kemenyan, Pohon Endemik Asal Sumatra Utara yang Jadi Komoditi Andalan. kebudayaan.kemdikbud.go.id ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Siapa yang tidak tahu soal Kemenyan? Bahan yang satu ini sudah pasti dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis. Namun lain halnya di Sumatra Utara, Kemenyan justru menjadi salah satu komoditas yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Batak.

Kemenyan atau yang disebut Haminjon dalam Bahasa Batak ini memiliki istilah Styrax Benzoin atau disebut Olibanum. Haminjon sendiri bisa ditemukan di kawasan Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Barus.

Penasaran dengan komoditas yang berharga ini? Simak ulasannya yang dirangkum dari beberapa sumber berikut ini.

Komoditas Paling Dicari

ilustrasi perdagangan di masa lalu

©2020 Youtube Khaerul Jr

Melansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kemenyan atau Haminjon menjadi komoditas yang paling diminati dan dicari. Sekitar abad ke-5, nilai Kemenyan sudah setara dan bahkan lebih dari emas. Tak ayal Kemenyan membawa kesejahteraan bagi para petaninya.

Kemenyan atau Haminjon Sumatra Utara bersumber langsung dari wilayah Barus yang berada di pesisir Timur Sumatra. Komoditas ini paling dicari oleh pedagang dari Arab dan Mesir. Penggunaan Kemenyan atau Haminjon sendiri untuk bahan pengawet mumi para raja-raja.

Masih dari Pelabuhan Barus, Kemenyan diekspor ke Timur Tengah hingga dijadikan sebagai salah satu hadiah di samping emas dan mur. Bagi penduduk lokal, Haminjon merupakan atribut yang harus disediakan pada ritual agama dan upacara-upacara adat.

Tumbuh di Hutan Kemenyan Sumatra Utara

3 fakta menarik kemenyan pohon endemik asal sumatra utara yang jadi komoditi andalan

forda-mof.org ©2020 Merdeka.com

Melansir dari merdeka.com, daerah persebaran Kemenyan sekaligus petaninya berada di Humbang Hasundutan (Humbahas), terutama di Kecamatan Pollung, Parlilitan, Dolok Sanggul, dan Sijamapolang.

Tapanuli Utara juga mempunyai hutan Kemenyan yang cukup luas, tepatnya berada di Kecamatan Parmonangan, Sahae, dan Sipahutar. Selain itu, Kemenyan juga tersebar di Kabupaten Toba, Kecamatan Borbor. Dari Kabupaten Toba, persebaran hutan Kemenyan tidak terputus hingga ke wilayah Pakpak Barat.

Keunikan dari Kemenyan atau Haminjon ini memiliki bau harum karena terdapat kandungan Benzoin. Kandungan inilah yang menghasilkan bau harum. Kemenyan biasa digunakan untuk campuran rokok, pengawet, ekspektoran, antiseptik, sampai parfum.

Masih Terus Diekspor

005 siti rutmawati

©protista.org

Meski tidak setenar zaman dahulu, Kemenyan sendiri sampai saat ini masih menjadi komoditas yang penting dan petani-petaninya pun masih relatif banyak. Biasanya para petani Kemenyan akan mengumpulkan getahnya lalu dikumpulkan ke pengepul.

Setelah itu, Kemenyan diekspor ke Pulau Jawa untuk diolah lagi menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi, baru diproduksi untuk pasar dunia. Namun tumbuhan endemik yang satu ini sudah mulai tergusur oleh penebangan liar yang marak terjadi.

Kemenyan rupanya menjadi komoditas penting dalam dunia farmasi, terutama dalam pembuatan ekspektoran pada obat batuk, disinfektan untuk luka serta obat mata pada penyakit katarak.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP