Mengunjungi Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh 2004

Bangunan berwarna putih dengan balutan pilar-pilar menghiasi bagian depan ini dulunya sempat menjadi pengungsian di masa pemerintahan Hindia Belanda.

Adrian Juliano
Oleh Adrian Juliano - Reporter
Mengunjungi Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh 2004
Mengunjungi Masjid Baiturrahim Ulee Lheue, Saksi Bisu Dahsyatnya Tsunami Aceh 2004 (Merdeka.com)

Sebuah bangunan religius terletak tidak jauh dari pelabuhan ini memiliki nilai historis yang tidak bisa dibeli menggunakan apapun. Lebih dari itu, bangunan ini menjadi saksi bisu kedahsyatan bencana alam Tsunami Aceh pada tahun 2004 silam.

Bangunan itu bernama Masjid Ulee Lheue atau dikenal dengan Masjid Baiturrahim Ulee Lheue. Berdiri sekitar abad ke-17, tempat ini sudah melalui banyak sekali momen peristiwa penting di Aceh.

(Foto: Wikipedia)

Mengutip berbagai sumber, awalnya masjid ini bernama Masjid Jami' Ulee Lheue atau dibaca "olele" dalam bahasa Belanda. Di masa pemerintah Hindia Belanda, masjid ini cukup berperan penting bagi umat Islam kala itu.

Suatu peristiwa penting terekam pada tahun 1873 silam, ketika masjid Baiturrahman dibakar oleh pasukan Belanda, warga Aceh segera memenuhi Masjid Ulee Lheue untuk melaksanakan salat Jumat. Inilah yang memicu lahirnya nama masjid ini dengan sebutan Baiturrahim.

Pemerintah Hindia Belanda melakukan renovasi dan pemugaran terhadap beberapa bagian masjid. Sejak itu bangunan ini begitu kental dengan gaya arsitektur Eropa dan menjadi wajah baru.

Bangunan yang dipugar oleh pemerintah Belanda ini berkonstruksi semi permanen ini selesai pada tahun 1923. Namun, pada saat itu Masjid Baiturrahim belum memiliki kubah dan hanya mampu menampung 500 jemaah.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pada tahun 1981, Pemerintah Arab Saudi memberikan bantuan dengan memugar kembali masjid ini dengan memperluas bagian kiri dan kanan masjid sehingga dapat menampung hingga 1.500 jemaah.

(Foto: Disbud Aceh)

Masjid ini memiliki nilai sejarah yang begitu tinggi berkat beberapa peristiwa penting, salah satunya saat momen bencana alam. Pada tahun 1983, Aceh diguncang gempa yang cukup besar dan menghancurkan beberapa bagian bangunan masjid.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diketahui, kondisi pemukiman sekitar masjid cukup parah. Namun, masjid ini masih mampu bertahan dan hanya bagian kubahnya yang runtuh. Selain gempa, masjid ini juga pernah diterjang banjir bandang pada tahun 2001.

Keajaiban terjadi ketika Aceh dilanda gelombang tsunami pada 2004 silam, masjid yang tak jauh dari pelabuhan ini pun menjadi salah satu wilayah yang paling parah. Namun, seluruh bangunannya masih berdiri kokoh dari terjangan ombak tsunami.

(Foto: Twitter/@iloveaceh)

Rekomendasi