Mamuju Dikenal sebagai Daerah dengan Radiasi Alam Tertinggi di Dunia, Begini Faktanya

Menurut BRIN, Mamuju memiliki paparan radiasi tertinggi setelah Iran, China, Brazil dan India. Paparan radiasi ini bahkan bisa sampai masuk ke dalam rumah.

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Mamuju Dikenal sebagai Daerah dengan Radiasi Alam Tertinggi di Dunia, Begini Faktanya
Mamuju (Wikipedia)

Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat jadi salah satu daerah di Indonesia dengan daya tarik yang tak boleh dilewatkan. Geliat pariwisata seperti pantai, pegunungan hingga wisata alam lainnya yang memesona wajib untuk dikunjungi.

Namun, wilayah ini juga dikenal memiliki fakta menarik sebagai daerah dengan paparan radiasi alam tertinggi di dunia. Menurut data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Mamuju memiliki paparan radiasi tertinggi setelah Iran, China dan Brazil.

Paparan radiasi ini bahkan bisa sampai masuk ke dalam rumah para penduduk di sana. Namun demikian, BRIN mengungkapkan bahwa ada respons adaptif dari warga di sana dan merupakan fenomena yang juga terjadi di belahan dunia lainnya. Berikut fakta selengkapnya.

Mamuju
Mamuju Wikipedia

Mengutip Youtube BRIN Indonesia, paparan radiasi yang terjadi di Mamuju dikatakan berasal dari fenomena alam.

Beberapa objek yang disebut sebagai sumber paparan radiasi di antaranya sinar matahari, bebatuan alam, radionuklida uranium, thorium dan radium seperti di Mamuju.

“Baru-baru ini kami menemukan bahwa daerah Mamuju memiliki latar radiasi alam tertinggi. Penelitian ini berfokus pada penerimaan dosis dari setiap individu yang ada di Mamuju,” kata Peneliti PR Teknologi Keselamatan Metrologi dan Mutu Nuklir BRIN, Eka Djatinika Nugraha.

Radiasi yang terjadi di Mamuju sendiri diketahui memiliki level tertinggi dari negara-negara yang memiliki radiasi alam. Berdasarkan annual effective dose yang diperoleh BRIN, rata-rata setiap tahun warga di sana menerima di angka 32 millisievert (mSv).

“Angka ini sekitar 15 kali lebih besar dari angka rata-rata paparan yang ada di dunia, yakni 2,4 millisievert per tahun. Bahkan untuk kadar radon di dalam rumah warga Mamuju kadarnya bisa di angka sekitar 1.600 Becquerel Per Meter Kubik di mana rata-rata tiap rumah seharunya menerima 300 Becquerel Per Meter Kubik,” kata dia

Dalam RRI disebutkan bahwa paparan radiasi di Mamuju terlampau lebih tinggi dari kota-kota di dunia lainnya seperti Guarapari Brazil yang dosisnya hanya berkisar 5 sampai 35 mSv, lalu di Ramsar Iran paparannya berada di angka 260 mSv per tahun, kemudian Yangjiang, China berada di angka 2 hingga 6 mSv dan di Kerala India yang hanya 1 hingga 35 mSv.

Sumbernya pun beragam, seperti batuan monasit dengan kandungan thorium, panas alami radium, hingga pasir pantai. Angka ini tentu sangat jauh jika dibanding dengan Mamuju yang memiliki paparan tertinggi, sebagai kota berpenduduk padat.

“Angka tersebut menunjukan bahwa aktivitas radiasi di Mamuju terbilang sangat tinggi,” katanya

Selain berfokus pada sumber dan paparan radiasi, BRIN juga mendalami efek yang ditimbulkan dari paparan tersebut. Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapati bahwa paparan radiasi di Mamuju mampu berdampingan dengan masyarakat. Warga di sana, didapati bisa beradaptasi dengan baik bersama gelombang radiasi lewat hasil penelitian yang respons adaptif.

“Dari studi yang dilakukan secara bertahap, ditemukan bahwa darah dari penduduk Mamuju cenderung lebih tahan dari paparan, dibanding dari darah yang berasal dari kelompok kontrol atau di lingkungan yang normal,” ujar, Peneliti PR Teknologi Radioisotop Radiofarmaka dan Biodosimetri, Dwi Ramadhani di Youtube BRIN.

Salah satu cara untuk mencegah dampak berlebih dari paparan radiasi ini disebut BRIN adalah dengan meminta masyarakat memperhatikan asupan air minum. Warga yang meminum air perlu merebus terlebih dahulu hingga bisa dikonsumsi dengan aman dan tidak mengandung endapan radon.

Kemudian, untuk tempat tinggal bisa diperhatikan letak dan posisinya dengan lebih aman menggunakan tipe panggung. Ini bisa mencegah paparan radon sehingga tidak menempel di ruangan maupun lantai.

Wisata di Mamuju
Wisata di Mamuju Liputan6

Mengutip Liputan6, meski sebagai daerah dengan paparan radiasi tinggi, Mamuju juga dikenal memiliki daya tarik kebudayaan dan pariwisata yang tak boleh dilewatkan salah satunya Tenun Sekomandi.

Tenun ini merupakan kain tradisional yang berasal dari Mamuju, mencerminkan budaya masyarakat Kalumpang. Proses pembuatan kain ini memakan waktu yang cukup lama, terutama dalam tahap pewarnaan, yang bisa berlangsung hingga satu bulan untuk memastikan warna kain tidak mudah pudar.

Pewarnaan Tenun Sekomandi menggunakan bahan-bahan alami seperti cabai, laos, kemiri, jahe, kapur sirih, dan kulit kayu. Keunikan kain ini terletak pada motifnya, yang dihasilkan dari imajinasi penenun tanpa menggunakan sketsa di atas benang sebelumnya.

Kemudian, Mamuju juga memiliki destinasi wisata yang indah seperti Pulau Karampuang di Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju. Pulau ini merupakan kawasan pantai jernih dengan hutan mangrove dan pasir pantai putih lembut.

Di luar itu ada juga Pantai Manakara yang merupakan area wajib untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam. Di sini, juga tersedia aneka kuliner khas Sulawesi yang lezat dan ramah di kantong.

Terakhir, Mamuju juga punya Taman Wisata Gentungan atau Taman Bukit Jati Gentungan yang merupakan salah satu tempat wisata alam. Daya tariknya adalah lanskap perbukitan dengan pemandangan alam hijau yang nyaman.

Rekomendasi