Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ketahui Perbedaan TOEFL dan TOEIC Beserta Kegunaannya untuk Kuliah dan Kerja

Ketahui Perbedaan TOEFL dan TOEIC Beserta Kegunaannya untuk Kuliah dan Kerja 7 Cara Belajar Bahasa Inggris Secara Otodidak, Mudah dan Cepat Bisa. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Apabila Anda sedang mndaftar beasiswa maupun melamar pekerjaan terutama yang berlokasi di luar negeri, hampir selalu Anda akan menemukan persyaratan skor minimal TOEFL, IELTS, maupun TOEIC.

Jika bahasa Inggris bukan bahasa pertama Anda, kemungkinan besar Anda harus mengikuti tes seperti Tes Bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang akan menjadi bagian dari aplikasi Anda. Ada beberapa perbedaan utama antara ketiga tes tersebut.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC perlu dipahami karena uji kompetensi yang ditawarkan cukup berbeda. Biayanya pun juga tidak sama untuk mengikuti tes tersebut. Oleh sebab itu, berikut merdeka.com merangkum perbedaan TOEFL dan TOEIC beserta kegunaannya.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC

Siapa yang Membutuhkan Tes TOEFL dan TOEIC?

TOEFL mengukur kemampuan peserta tes untuk berfungsi dalam lingkungan akademik berbahasa Inggris. Target peserta tes untuk TOEFL adalah kandidat untuk pendidikan tinggi di negara berbahasa Inggris.

TOEIC, di sisi lain, mengukur kemampuan untuk berfungsi dalam lingkungan kerja umum. Tes ini digunakan dalam pengaturan non akademik sebagai ukuran kemampuan karyawan saat ini atau potensial untuk berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Inggris dalam berbagai pengaturan dan situasi bisnis.

Sementara TOEFL menilai bahasa Inggris akademik, TOEIC mengevaluasi bahasa Inggris profesional.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC Berdasarkan Format Tesnya

TOEFL adalah tes empat bagian yang mencakup bagian untuk membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis. Semua tes ini bisa dilakukan melalui komputer.

TOEIC dibagi menjadi dua ujian yang terpisah tetapi saling melengkapi: tes membaca dan mendengarkan merupakan tes kertas dan pensil, dan tes berbicara dan menulis yang dilakukan pada komputer. 

Ujian dipecah dengan cara ini sehingga calon perekrut dapat memilih untuk mengukur keterampilan membaca dan mendengarkan karyawan atau berbicara dan menulis saja, atau keempat keterampilan bahasa. 

Tes membaca dan mendengarkan akan memakan waktu sekitar dua setengah jam untuk diselesaikan, dan untuk tes bicara dan menulis, bagian berbicara akan berlangsung sekitar 20 menit, dan bagian penulisan akan memakan waktu 60 menit untuk selesai.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC Berdasarkan Konten Uji

Dalam TOEFL, peserta ujian diukur pada kemampuannya untuk berfungsi dalam lingkungan akademik. Dalam hal ini, kosakata pada tes ini bersifat akademis dan mirip dengan kosakata yang digunakan dalam buku teks perguruan tinggi. 

Topik-topik bacaan dan bacaan menyimak sama-sama bersifat akademis. Anda dapat membaca sebuah bagian tentang migrasi burung, misalnya, atau mendengarkan ceramah dari kursus ekonomi. 

TOEIC, di sisi lain, mengukur kemampuan peserta tes untuk berfungsi dalam lingkungan bisnis. Topik dapat berkisar dari makan di restoran hingga presentasi dalam rapat anggaran.

Perbedaan TOEFL dan TOEIC Berdasarkan Nilai Ujian

TOEFL dibagi menjadi 4 macam, yaitu iBT, CBT, PBT dan ITP. Di Indonesia, saat Anda ingin mendaftar beasiswa atau CPNS banyak yang menggunakan tes ITP dengan skor 500-600.

Pada TOEFL iBT, skor maksimum yang mungkin adalah 120 - 30 poin untuk masing-masing dari empat bagian. 

Sedangkan pada TOEIC, tes membaca dan mendengarkan TOEIC memberikan skor kepada peserta tes 10 hingga 990, yang sesuai dengan pita-pita dalam ukuran Kerangka Bahasa Inggris Common European Framework.

Peserta tes akan menerima skor nol hingga 200 untuk tes berbicara dan menulis secara terpisah, sekali lagi yang sesuai dengan standar CEF untuk pengukuran kemampuan berbahasa Inggris.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP