Keindahan Air Guci, Kain Kehormatan Raja Banjar Kian Ditelan Zaman
Merdeka.com - Memandangnya sekilas saja sudah dibuat terpesona akan keindahannya. Inilah kain Air Guci, kain khas Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang berusaha dilestarikan keberadaannya. Kain Air Guci bukanlah sekedar kain biasa, melainkan punya sejarah keberadaannya yang begitu istimewa. Bagaimana tidak, hanya penguasa Kerajaan Banjar saja yang dapat mengenakan kain Air Guci. Masyarakat Banjar Kuala lebih sering menyebutnya Erguci.
Air Guci tak hanya sekedar busana biasa, melainkan simbol kain kehormatan Kesultanan Banjar. Hanya ia dan dan keluarganya yang diperbolehkan mengenakan Air Guci. Kesakralan kain Air Guci kini kian luntur, seiring upaya pelestariannya oleh masyarakat Banjar. Mulai diberdayakan kerajinan Air Guci untuk menyelamatkannya dari industri tekstil yang beragam.
Kini kain Air Guci menjadi produk cinderamata andalan Kabupaten Banjar. Tak hanya sebagai pakaian, Air Guci menjadi simbol kemewahan kerajaan Banjar. Air Guci dijadikan dekorasi untuk mempercantik dinding istana, bahkan aksen hiasan ranjang sang raja.

©2021 Merdeka.com/Syarif
Pada dasarnya Air Guci merupakan kain dengan bahan yang sederhana. Bahan dasar kainnya berasal dari jenis kain beludru dengan tekstur halus. Keunikannya ialah sulaman benang dan manik-manik. Warna keemasan mendominasi motif daun kangkung kaumbakan di tengah kain. Sedangkan bagian atas dan bawah menggunakan motif sulur atau tanaman malayap.
Makna motif kangkung dan suluran yang tertuang ialah ketahanan cobaan dalam kehidupan dan kelestarian. Selain itu ada motif pucuk rebung yang bermakna tolak bala. Motif bintang batabur bermakna keindahan. Sedangkan motif kambang berarti kesuburan. Motif gigi haruan bermakna kerapihan dan ketajaman. Juga ada motif sisik tranggiling dan hiris dengan keindahannya yang menawan.

©2021 Merdeka.com/Syarif
Dengan cara tradisional menggunakan jarum dan benang, para pengrajin kain Air Guci begitu cekatan menyulam tiap motif yang telah ditentukan. Warna merah dan kuning menjadi warna yang dominan dipilih. Namun kini banyak terlahir variasi warna yang beragam seiring dengan keinginan masyarakat.
Tak hanya motif daun dan bunga, dulu Raja Kesultanan Banjar biasanya menggunakan motif kaligrafi. Potongan ayat Al-Quran diambil untuk dituangkan ke dalam helaian kain Air Guci. Motif kaligrafi dipadukan dengan motif tumbuhan. Dijadikan aksen dekorasi pada dinding istana Kesultanan Banjar.
Yang membedakan kain Air Guci koleksi kerajaan dengan kain guci yang dijual kepada warga terletak pada hiasannya. Jaman dahulu sulaman kain dihias dengan perak atau batu mulia. Sedangkan sekarang hanya memakai manik-manik biasa sperti payet contohnya.

©2021 Merdeka.com/Syarif
Para pengrajin kain Air Guci didominasi oleh para wanita. Sudah ada siklus regenerasi untuk mempertahankan eksistensi kain Air guci. Orang tua mulai mengajarkan teknik menyulam kain Air Guci kepada anak perempuan mereka.
Kain Air Guci rata-rata memiliki panjang 2 meter dengan tingginya 1.5 meter. Sekilas memang sekedar kain persegi panjang yang sederhana. Namun melihat motif dan tekstur kainnya begitu indah menawan.

©2021 Merdeka.com/Syarif
Selama ratusan tahun kain Air Guci telah menjadi bagian dari masyarakat Banjar. Kini motif Air Guci kerap dipakai pada dekorasi pernikahan orang Banjar. Warna dasarnya yang mencolok kontras dengan motif sulaman berwarna emas yang elegan.
Kini kain Air Guci mulai dipasarkan melalui media online. Tujuannya tidak lain mengenalkan secara luas keunikan motif kain khas dari Kerajaan Banjar. Harganya beragam, mulai dari rartusan ribu hingga jutaan. Semuanya tergantung dengan kerumitan, motif, dan keindahan kain Air Guci itu sendiri. (mdk/Ibr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya