Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jelajah Benteng de Kock, Saksi Bisu Pecahnya Perang Padri di Bukittinggi

<b>Jelajah Benteng de Kock, Saksi Bisu Pecahnya Perang Padri di Bukittinggi</b>

Jelajah Benteng de Kock, Saksi Bisu Pecahnya Perang Padri di Bukittinggi

Salah satu jejak peninggalan kolonial Belanda di Bukittinggi dalam perang Padri tahun 1803-1837.

Jejak peninggalan kolonial Belanda di Indonesia bisa kita jumpai di setiap kota. Tak sedikit peninggalan tersebut kini sudah tak berbentuk orisinal atau kondisinya sudah hancur terkikis zaman.

Di Bukittinggi terdapat sebuah peninggalan milik kolonial Belanda berupa bangunan pertahanan atau benteng yang bernama Benteng De Kock. Bangunan ini menjadi saksi bisu pecahnya perang Padri yang melibatkan masyarakat Minangkabau yang dipimpin Tuanku Imam Bonjol.

Saat ini benteng tersebut menjadi salah satu ikon sejarah selain Jam Gadang dan Rumah Kelahiran Bung Hatta. Berikut ulasan tentang Benteng de Kock yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Dibangun Abad 19

Mengutip beberapa sumber, Benteng de Kock berdiri pada tahun 1825 yang dibangun oleh Kapten Johan Heinrich Conrad Bauer yang sekaligus memimpin pasukan tentara Hindia Belanda ke wilayah pedalaman Sumatra Barat.

Nama "de Kock" diambil dari Komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu yang bernama Hendrik Merkus Baron de Kock. Dari situlah lahirlah nama Benteng de Kock yang kita kenal saat ini.

Jelajah Benteng de Kock, Saksi Bisu Pecahnya Perang Padri di Bukittinggi

"de Kock" bukanlah nama satu-satunya yang menjadi benteng di Sumatra Barat. Nama daerah Bukittinggi pun dulu dikenal dengan nama Fort de Kock yang menjadi salah satu pusat pemerintahan Belanda di Sumatra.

(Foto: wikipedia)

Saksi Perang Padri

Benteng yang terletak di atas Bukit Jirek ini tak semata-mata hanya menjadi bangunan biasa. Pasalnya, Benteng de Kock juga menjadi saksi bisu peperangan antar kaum adat di Minangkabau yang bernama Perang Padri.

Peperangan yang berlangsung sejak tahun 1803 hingga 1837 ini menjadi tempat berlindung tentara Belanda dari gempuran masyarakat Minangkabau.

Jelajah Benteng de Kock, Saksi Bisu Pecahnya Perang Padri di Bukittinggi

Gempuran perang Padri yang melibatkan kolonial Belanda ini tak lepas dari permintaan kerja sama dengan kaum adat untuk mengalahkan Kaum Padri. Tetapi perjanjian tersebut justru menjadi boomerang bagi kaum adat yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Pagaruyung.

(Foto: BPCB Sumatra Barat)

Bukti Perluasan Kekuasaan

Tak hanya menjadi saksi Perang Padri, Benteng de Kock juga menjadi bukti bahwa Belanda telah menduduki tanah Sumatra Barat yang meliputi Bukittinggi, Agam, dan Pasaman.

Berdirinya benteng tersebut juga lahir atas dasar kecerdikan dan kelicikan tentara Belanda yang memanfaatkan Perang Padri. Mereka mencari kesempatan agar bisa mendirikan benteng-benteng dan juga bangunan lainnya.

<b>Kondisi Saat Ini</b>

Kondisi Saat Ini

Meski sudah menjadi tempat ikonik di Bukittinggi, benteng ini sudah tidak menyisakan bangunan orisinalnya alias sudah runtuh. Saat ini kompleks benteng sudah dijadikan Taman Kota Bukittinggi dan Taman Burung Tropis.

Bangunan yang tersisa dari Benteng de Kock hanya sebuah meriam kecil bertuliskan tahun 1813 diempat sudut benteng yang sudah dicat warna putih dan hijau setinggi 20 meter.

Tak hanya meriam, di sekeliling benteng juga masih terlihat sebuah parit yang membatasi sedalam 1 meter dan lebar 3 meter. Sudah tidak berbentuk seperti aslinya, benteng yang beralamat di Jalan Benteng, Kelurahan Benteng Pasar Atas, Kecamatan Guguk Panjang ini sudah termasuk dalam Badan Pelestarian Cagar Budaya Sumatra Barat.

Jelajah Benteng Besar Milik Tentara Jepang di Pantai Ulak Karang Padang, Kini Kian Terbengkalai
Jelajah Benteng Besar Milik Tentara Jepang di Pantai Ulak Karang Padang, Kini Kian Terbengkalai

Benteng Ulak Karang, aset peninggalan tentara Jepang di Padang.

Baca Selengkapnya
Begini Jawaban Kapolres Bitung Ditanya Penyebab Bentrok Dua Ormas
Begini Jawaban Kapolres Bitung Ditanya Penyebab Bentrok Dua Ormas

Sebelumnya, tujuh orang ditetapkan dan ditahan jadi tersangka buntut bentrok di Bitung, Sulawesi Sulut.

Baca Selengkapnya
Menjelajah Benteng Bukit Kursi, Bukti Pertahanan Kuat Pulau Penyengat Zaman Kerajaan Melayu
Menjelajah Benteng Bukit Kursi, Bukti Pertahanan Kuat Pulau Penyengat Zaman Kerajaan Melayu

Areal benteng yang cukup luas menjadikan tempat ini sangat memungkinkan untuk menampung prajurit dalam jumlah besar.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Moro Kogoya Panglima Perang Suku Dani Bingung Diajak Belanja Baju di Mal Bareng Prajurit TNI
Moro Kogoya Panglima Perang Suku Dani Bingung Diajak Belanja Baju di Mal Bareng Prajurit TNI

Saat diajak ke pusat perbelanjaan, sosoknya mengungkap jika merasa kebingungan.

Baca Selengkapnya
Warga Diminta Tak Lewat Jalan Imam Bonjol Hari Ini Pada Pukul 12.00 hingga 18.00 WIB
Warga Diminta Tak Lewat Jalan Imam Bonjol Hari Ini Pada Pukul 12.00 hingga 18.00 WIB

Dishub DKI mengimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut.

Baca Selengkapnya
Dewas KPK Tetap Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Meski Johanis Tanak Tidak Hadir
Dewas KPK Tetap Gelar Sidang Dugaan Pelanggaran Etik Meski Johanis Tanak Tidak Hadir

Johanis Tanak mangkir pemeriksaan Dewas KPK lantaran mengajukan cuti.

Baca Selengkapnya
Tepis Anggapan Jateng Kandang Banteng, Ketum Projo Yakin Prabowo-Gibran Satu Putaran
Tepis Anggapan Jateng Kandang Banteng, Ketum Projo Yakin Prabowo-Gibran Satu Putaran

Dirinya juga mengatakan tidak ada yang berat termasuk Jawa Tengah karena seluruh rakyat mendukung.

Baca Selengkapnya
Kisah Jenderal KSAD Bertangan Satu Pertaruhkan Nyawa,  Ini Sosoknya yang Terlatih Gigih Sejak Kecil Hidup Penuh Cobaan
Kisah Jenderal KSAD Bertangan Satu Pertaruhkan Nyawa, Ini Sosoknya yang Terlatih Gigih Sejak Kecil Hidup Penuh Cobaan

Dirinya harus kehilangan tangan kanannya karena luka membuat bagian tubuhnya tersebut membusuk dan harus diamputasi.

Baca Selengkapnya
Renggut Korban Jiwa, Jembatan Kaca Geong Banyumas Dibangun Tanpa Uji Kelayakan
Renggut Korban Jiwa, Jembatan Kaca Geong Banyumas Dibangun Tanpa Uji Kelayakan

Pembangunan jembatan kaca itu dilakukan hanya berdasarkan kesepakatan pemilik wahana dengan tukang bangunan.

Baca Selengkapnya