Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Identik dengan Bentuk Perahu, Ini 5 Fakta Menarik Rumah Lontiok Milik Masyarakat Kampar Riau

Identik dengan Bentuk Perahu, Ini 5 Fakta Menarik Rumah Lontiok Milik Masyarakat Kampar Riau<br>

Identik dengan Bentuk Perahu, Ini 5 Fakta Menarik Rumah Lontiok Milik Masyarakat Kampar Riau

Rumah tradisional milik masyarakat Kampar di Provinsi Riau ini memiliki ciri khas yang unik, penuh filosofi, dan punya makna yang mendalam.

Setiap daerah di Indonesia memiliki tempat tinggal tradisional yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Meski tradisional, rumah-rumah tersebut tidak sembarangan dibangun dan mengandung makna di dalamnya.

Salah satunya adalah rumah tradisional milik masyarakat Kampar, Provinsi Riau yang bernama rumah lontiok atau dalam bahasa Indonesia disebut Lentik. Rumah panggung ini memiliki ciri utama yang berbentuk seperti perahu. Penamaan "lentik" diambil dari bentuk atapnya yang melengkung lentik.

Saat ini rumah lontiok sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang diresmikan pada  2007 silam. Sayang keberadaan rumah ini sudah mulai jarang dijumpai karena sudah tergerus zaman dan usianya yang tua.

Selain itu, masih ada beberapa keunikan dan fakta menarik tentang Rumah Lontiok ini, apa saja kira-kira? Simak ulasannya yang dirangkum merdeka.com berikut ini.

<b>Rumah Panggung</b>

Rumah Panggung

Rumah adat milik masyarakat Kampar ini sengaja didesain dengan beberapa tiang penyangga sehingga berbentuk rumah panggung yang cukup tinggi.

Penambahan tiang penyangga di bagian bawah rumah ini berfungsi untuk melindungi penghuni rumah dari serangan hewan buas dan bencana alam seperti banjir bandang. Selain itu, dengan rumah tinggi ini juga bisa sebagai pertahanan dari serangan suku-suku lainnya.

Tak sampai situ saja, desain rumah tinggi ini juga dimanfaatkan oleh masyarakat Kampar sebagai tempat untuk memelihara hewan dan juga beternak. Bahkan, beberapa orang juga menggunakan kolong rumah untuk gudang. (Foto: kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Bentuk Rumah dan Atap yang Unik

Melansir dari beberapa sumber, nama "lontiok" sendiri diambil dari bentuk atapnya yang melengkung lentik.

Atap rumah ini mengandung makna yang cukup mendalam, yaitu sebagai simbol hubungan manusia dengan Tuhan.

Identik dengan Bentuk Perahu, Ini 5 Fakta Menarik Rumah Lontiok Milik Masyarakat Kampar Riau

Beralih ke bentuk rumah, bangunan ini sangat identik dengan bentuk perahu yang melengkung. Kemudian, dindingnya juga sedikit miring keluar dan terdapat ukiran-ukiran yang tersemat di balok atap rumah.

Balok-balok tersebut berfungsi sebagai penyangga sekaligus penghubung antara atap rumah dan dinding rumah yang miring tadi. Secara keseluruhan, bahan utama untuk pembuatan penyangga ini adalah kayu-kayu pilihan yang tahan terhadap kondisi cuaca. (Foto: jadesta.kemenparekraf.go.id)

Anak Tangga Berjumlah Ganjil

Bentuknya yang seperti rumah panggung ini tentunya memerlukan tangga untuk akses masuk dan keluar.

Tangga yang terpasang di rumah ini berjumlah lima buah anak tangga. Konon, maksudnya adalah sebagai bentuk dari ekspresi kepercayaan mereka.

Pada zaman dahulu, rumah lontiok ini hanya mampu dibangun oleh masyarakat Kampar dengan perekonomian menengah ke atas.

Ini yang menyebabkan rumah lontiok menjadi lambang dari status sosial masyarakat setempat.

Saat ini, rumah-rumah tersebut sudah jarang ditemukan karena sudah termakan usia. Ada satu rumah yang berada di Dusun Pulau Belimbing Desa Sipungguk dengan kondisi yang sudah rusak dan menjadi objek wisata. (Foto: jemari.riau.go.id)

Identik dengan Bentuk Perahu, Ini 5 Fakta Menarik Rumah Lontiok Milik Masyarakat Kampar Riau

Bak Penampungan Air

Melansir dari jurnal Universitas Pahlawan (2022), pada bagian luar rumah ini terdapat sebuah bak penampungan air yang cukup besar bernama Kula. Bak penampungan air ini difungsikan sebagai tempat untuk cuci tangan dan kaki sebelum memasuki rumah.

Kula ini memiliki makna filosofi yang begitu dalam. Sebelum menaiki derajat yang lebih tinggi, lebih dulu kita untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Hal ini berkaitan langsung dengan aturan yang tertuang di Al-Qur'an.

Pada zaman dahulu, banyak anak-anak yang bermain di permukaan tanah dengan alas kaki. Untuk menjaga agar kebersihan rumah tetap terjaga, maka disediakanlah bak penampungan air ini untuk mencuci kaki dan tangan sebagai tana dari kebersihan diri.

Unsur Akulturasi Arsitektur

Secara kasat mata, bangunan ini tak beda jauh dengan rumah adat milik suku Minangkabau atau rumah gadang. Bahkan, ada kemiripan pula di rumah adat lainnya seperti rumah bumbung panjang (Malaysia).

Rupanya, secara filosofi rumah lontiok ini ada unsur akulturasi gaya arsitektur antara masyarakat Kampar dengan masyarakat Minangkabau. Pada bagian dinding dan lantai rumah itu diambil dari budaya orang Kampar, sementara atapnya diadaptasi dari budaya Minangkabau.

Tak hanya itu, rumah ini masih berkaitan dengan letak geografis Kampar yang berada di jalur pelayaran, yaitu antara Limapuluh Koto, Minangkabau menuju Limo Koto, Kampar.

Identik dengan Bentuk Perahu, Ini 5 Fakta Menarik Rumah Lontiok Milik Masyarakat Kampar Riau
Mengenal Balimau Kasai, Tradisi Bersuci Sambut Hari Ramadan Khas Masyarakat Kampar Riau
Mengenal Balimau Kasai, Tradisi Bersuci Sambut Hari Ramadan Khas Masyarakat Kampar Riau

Dalam menyambut bulan Ramadan, setiap daerah memiliki tradisinya masing-masing yang unik dan penuh makna.

Baca Selengkapnya
Rumah Baghi, Tempat Tinggal Masyarakat Suku Besemah yang Penuh Makna hingga Tahan Gempa
Rumah Baghi, Tempat Tinggal Masyarakat Suku Besemah yang Penuh Makna hingga Tahan Gempa

Selain kuat dan tahan gempa, konsep konstruksi rumah baghi ini juga unik.

Baca Selengkapnya
Mengenal Geriten, Rumah Penyimpanan Tulang-belulang Nenek Moyang Batak Karo yang Penuh Makna
Mengenal Geriten, Rumah Penyimpanan Tulang-belulang Nenek Moyang Batak Karo yang Penuh Makna

Secara umum geriten hampir mirip seperti bangunan tradisional milik Suku Batak Karo yaitu siwaluh jabu, hanya saja ukuran dari rumah ini lebih kecil.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Indahnya Lurik Khas Desa Kedungampel Klaten, Dibuat Oleh Warga di Depan Rumah
Indahnya Lurik Khas Desa Kedungampel Klaten, Dibuat Oleh Warga di Depan Rumah

Pembuatan lurik tradisional ini bisa disaksikan langsung di halaman rumah warga di Kedungampel

Baca Selengkapnya
Mengintip Keunikan Kampung Legok Awi di Tasikmalaya, Warna Rumah Disebut Mencirikan Penghuninya
Mengintip Keunikan Kampung Legok Awi di Tasikmalaya, Warna Rumah Disebut Mencirikan Penghuninya

Masing-masing warna rumah mencirikan penduduk di sana. Berikut fakta uniknya.

Baca Selengkapnya
Mengenal Teluk Belanga dan Kebaya Labuh, Ikon dan Simbol Ciri Khas Budaya Melayu Riau
Mengenal Teluk Belanga dan Kebaya Labuh, Ikon dan Simbol Ciri Khas Budaya Melayu Riau

Pakaian adat ini menjadi identitas utama bagi masyarakat Riau dan Kepri serta memiliki keunikan dan mengandung nilai-nilai kebudayaan tinggi.

Baca Selengkapnya
Ruang Tamu Minimalis Jadi Impian Banyak Orang, Hal-Hal Ini yang Harus Diperhatikan!
Ruang Tamu Minimalis Jadi Impian Banyak Orang, Hal-Hal Ini yang Harus Diperhatikan!

Ruang tamu minimalis bisa dibilang menjadi impian sebagian orang.

Baca Selengkapnya
Menilik Sejarah Batu Hobon Pusuk Buhit, Dipercaya Jadi Tempat Peninggalan Harta Karun Raja Batak
Menilik Sejarah Batu Hobon Pusuk Buhit, Dipercaya Jadi Tempat Peninggalan Harta Karun Raja Batak

Batu peninggalan di Pulau Samosir ini memiliki bentuk yang unik.

Baca Selengkapnya
Mengenal Tarian Rentak Kudo, Kesenian Tradisional Kolosal Khas Suku Kerinci
Mengenal Tarian Rentak Kudo, Kesenian Tradisional Kolosal Khas Suku Kerinci

Salah satu tarian tradisional asli masyarakat Suku Kerinci dari daerah Hamparan Rawang ini selalu menghadirkan penampilan yang membuat decak kagum.

Baca Selengkapnya