Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mengintip Keunikan Kampung Legok Awi di Tasikmalaya, Warna Rumah Disebut Mencirikan Penghuninya

Mengintip Keunikan Kampung Legok Awi di Tasikmalaya, Warna Rumah Disebut Mencirikan Penghuninya

Mengintip Keunikan Kampung Legok Awi di Tasikmalaya, Warna Rumah Disebut Mencirikan Penghuninya

Masing-masing warna rumah mencirikan penduduk di sana. Berikut fakta uniknya.

Jalan menanjak di depan gapura selamat datang jadi ciri khas pintu masuk Kampung Legok Awi, Desa Cukang Jaya, Kecamatan Sodong Hilir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Keelokannya sangat lengkap, mulai dari alam sampai kebiasaan masyarakatnya. Bisa dibilang permukiman di sini merupakan kampung adat, karena warganya masih melestarikan kebiasaan nenek moyang zaman dulu.

Salah satu yang menarik adalah karakter warga yang bisa diterawang melalui warna cat rumahnya.

“Jadi tiap-tiap rumah warnanya mencirikan warganya,” kata RT setempat, Kostaman dalam kanal YouTube FHR 21 Entertaiment.

Merupakan Kampung Adat

Merupakan Kampung Adat

Desain masing-masing rumah di kampung tersebut sebenarnya serupa, yakni membentuk bangunan panggung dengan atap segitiga yang khas.

Bahan utamanya menggunakan kayu dan bambu dengan beberapa tumbuhan di halamannya. Ini semakin menguatkan kesan jika kampung ini menampilkan budaya khas tatar priangan di masa silam.

Ciri ini juga bisa dilihat dari belum banyaknya bangunan modern di sana, serta beberapa pos ronda yang masih beratapkan jerami. Lalu terdapat juga toilet di luar rumah yang biasa disebut sebagai helikopter.

Selalu Sambut Tamu dengan Lesung Bambu

Bagi warga setempat, tamu merupakan pihak yang harus disambut kedatangannya. Agar terkesan, warga sekitar akan melakukan penyambutan melalui pemukulan lesung kayu.

Para ibu berbaris di sebuah ruang terbuka, sembari memegang lesung. Mereka lantas membunyikannya saat tamu mulai masuk ke perkampungan Legok Awi.

“Ibu-ibu biasanya baru berhenti saat tamunya sudah masuk ke rumah yang dituju di Awi Legok,”
kata Kostaman.

merdeka.com

Warna Rumah Menandakan Jumlah Anak

Warna Rumah Menandakan Jumlah Anak

Semakin memasuki ke dalam perkampungan adat itu, warna rumah semakin beragam. Ada yang berwarna biru, kuning, merah, hitam, putih, hijau dan sebagainya.

Usut punya usut, masing-masing warna dari rumah tersebut memiliki arti tersendiri terutama untuk mengetahui jumlah anak di dalam keluarga tersebut.

“Nah, jadi kalau rumahnya warna merah berarti punya anak 3. Terus putih itu, penghuninya punya anak dua, yang hitam itu mempunyai anak satu dan yang kuning itu belum punya anak,” kata dia.

Alasannya agar Mudah Disensus

Pemberian warna ini sebenarnya memiliki maksud agar mempermudah perhitungan sensus penduduk.

Ini karena kampung tersebut saat ini berstatus sebagai kampung KB.

“Nah kalau yang biru atau di luar warna-warna tadi biasanya masih baru berkeluarga. Jadi warnanya bebas,” tambahnya.

Warga Benar-Benar Disambut dengan Baik

Warga Benar-Benar Disambut dengan Baik

Selain melalui tetabuhan lesung, penyambutan juga dilakukan dengan budaya minum teh setempat bernama Langetu. Langetu ini terdiri dari ngelahang, ngeteh dan nutu.

Ngelahang adalah menyambut warga setempat dengan memberikan minuman berupa air nira, lalu ngeteh adalah menjamu warga dengan teh dan nutu merupakan memukul lesung dari kayu.

“Warga di sini akan kami sambut dengan Langetu tadi,” tambahnya.

Terapkan Budaya Ramah Lingkungan

Kampung ini juga rupanya menerapkan budaya ramah lingkungan dari para warganya.

Bagi yang memiliki anak dan ingin bersekolah di TK atau Paud, orang tuanya wajib menyumbangkan bibit pohon.
Begitupun bagi pemuda desa yang akan menikah, juga wajib menyumbangkan bibit pohon.

“Sudah adatnya, jadi nanti pohonnya dikasihkan ke RT, untuk ditanami di tanah-tanah wakaf kampung,” kata dia lagi.

Kampung ini cocok dikunjungi sebagai destinasi edukasi karena kental dengan budaya khas Sunda yang hampir punah.

Kisah Kampung di Pelosok Gunung Tasikmalaya yang Belum Teraliri Listrik, Warga hanya Bisa Pakai Satu Lampu di Rumah
Kisah Kampung di Pelosok Gunung Tasikmalaya yang Belum Teraliri Listrik, Warga hanya Bisa Pakai Satu Lampu di Rumah

Selain rutenya sulit dilalui, warga di kampung ujung ini hanya bisa memakai satu lampu untuk satu rumah.

Baca Selengkapnya
Melihat Kehidupan Warga di Kampung Tengah Pegunungan Kapur Wonogiri, Sepi karena Banyak yang Merantau
Melihat Kehidupan Warga di Kampung Tengah Pegunungan Kapur Wonogiri, Sepi karena Banyak yang Merantau

Saat musim tanam tiba, para perantau itu pulang sebentar untuk menanam jagung dan selanjutnya pergi merantau lagi

Baca Selengkapnya
Desa di Tuban Ini Larang Warga Bangun Rumah Hadap Utara hingga Sembelih Kambing, Ini Alasannya
Desa di Tuban Ini Larang Warga Bangun Rumah Hadap Utara hingga Sembelih Kambing, Ini Alasannya

Masyarakat desa ini punya tujuh pantangan dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Identik dengan Bentuk Perahu, Ini 5 Fakta Menarik Rumah Lontiok Milik Masyarakat Kampar Riau
Identik dengan Bentuk Perahu, Ini 5 Fakta Menarik Rumah Lontiok Milik Masyarakat Kampar Riau

Rumah tradisional milik masyarakat Kampar di Provinsi Riau ini memiliki ciri khas yang unik, penuh filosofi, dan punya makna yang mendalam.

Baca Selengkapnya
Rumah Teuku Wisnu Kedatangan Biawak, Penghuni Langsung Heboh dan Panik
Rumah Teuku Wisnu Kedatangan Biawak, Penghuni Langsung Heboh dan Panik

Teuku Wisnu dan keluarga dibuat terkejut kala seekor biawak tiba-tiba saja masuk ke dalam kediamannya.

Baca Selengkapnya
Fakta-Fakta Mengerikan Jalan Hutan Sawit Bikin Satu Keluarga Tewas: Warga Saja Tak Berani Melintas
Fakta-Fakta Mengerikan Jalan Hutan Sawit Bikin Satu Keluarga Tewas: Warga Saja Tak Berani Melintas

Warga heran keluarga tersebut nekat melintas di jalan tersebut

Baca Selengkapnya
Lakukan Langkah Ini saat Mudik Agar Rumah Tak Dibobol Maling dan Kebakaran
Lakukan Langkah Ini saat Mudik Agar Rumah Tak Dibobol Maling dan Kebakaran

Rumah kosong ditinggal pemilik pulang kampung kerap menjadi sasaran pencurian dan kebakaran.

Baca Selengkapnya
Sudah Berjalan 6 Tahun Lamanya dan Tak Kunjung Selesai, Pembangunan Rumah Ayu Dewi Tuai Protes Warga Karena Bising
Sudah Berjalan 6 Tahun Lamanya dan Tak Kunjung Selesai, Pembangunan Rumah Ayu Dewi Tuai Protes Warga Karena Bising

Tetangga sekitar rumah Ayu Dewi merasa keberatan dengan proses pembangunan rumah yang sudah berjalan selama 6 t

Baca Selengkapnya
Kampung di Pelosok Jateng Ini Ternyata Kurang Penduduk Laki-Laki, Ini Fakta di Baliknya
Kampung di Pelosok Jateng Ini Ternyata Kurang Penduduk Laki-Laki, Ini Fakta di Baliknya

Kampung itu sering diterjang banjir dengan ketinggian hingga 1,8-2 meter.

Baca Selengkapnya