Kisah Kampung di Pelosok Gunung Tasikmalaya yang Belum Teraliri Listrik, Warga hanya Bisa Pakai Satu Lampu di Rumah

Selain rutenya sulit dilalui, warga di kampung ujung ini hanya bisa memakai satu lampu untuk satu rumah.

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Kisah Kampung di Pelosok Gunung Tasikmalaya yang Belum Teraliri Listrik, Warga hanya Bisa Pakai Satu Lampu di Rumah
Selain rutenya sulit dilalui, warga di kampung ujung ini hanya bisa pakai satu lampung untuk satu rumah (© 2024 merdeka.com/YouTube Petualangan Alam Desaku)

Masih terdapat kampung terpencil dan tertutup perbukitan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Bernama Legok Jeunjing, sejumlah permukiman di sini belum seluruhnya teraliri listrik.

Dalam kanal YouTube Petualangan Alam Desaku, sang kreator mengunjungi kampung tersebut dan mendapati aliran listrik hanya bisa dinikmati secara terbatas oleh beberapa warganya. Bahkan untuk sekarang, satu rumah hanya bisa memakai listrik untuk satu lampu.

Selain belum teraliri listrik dengan baik, permukiman Lebak Jeunjing di Desa Mandalasari, Kecamatan Puspahiang ini juga memiliki rute jalan yang terjal dan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun empat.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/YouTube Petualangan Alam Desaku

Bagaimana kondisi sebenarnya di sana? simak informasi selengkapnya.

Berada di Atas Bukit

Berada di Atas Bukit
© 2024 merdeka.com/YouTube Petualangan Alam Desaku

Terlihat kondisi permukiman warga tidak seluruhnya berdekatan. Rumah-rumah warga memiliki jarak cukup jauh dan dibatasi oleh hutan serta perkebunan warga.

Di sana mayoritas warganya bekerja sebagai petani dan penyadap air nira untuk pembuatan gula merah. Sehari-hari warga harus menaiki jalanan yang terjal berbatu untuk menyadap nira, sembari membawa lodong atau bambu besar.

“Itu di depan (ada warga) bawa banyak lodong (bambu untuk tempat nira), kalau saya taksir beratnya sampai 30 liter ini,” kata kreator YouTube tersebut.

Rutenya Terjal dan Sulit Dilalui Kendaraan

Untuk jalan di Lebak Jeunjing sebenarnya di beberapa titik sudah mulus dengan konstruksi cor beton dan susunan batu. Namun konturnya menanjak curam dengan belokan tajam di samping jurang.

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/YouTube Petualangan Alam Desaku

Kondisi jalan juga belum memiliki pembatas sehingga bagi yang belum menguasai wilayah dikhawatirkan akan terjun ke jurang.

“Saya salut sama yang bawa kendaraan ke sini, ini curam banget. Kalau tidak hati-hati bisa jumping ke jurang ini,” lanjut pembuat video.

Rumah Terbatas Mendapat Listrik

Rumah Terbatas Mendapat Listrik
© 2024 merdeka.com/YouTube Petualangan Alam Desaku

Sang kreator bersama rekannya, Marco, terus berjalan menuju puncak dan menemukan 8 rumah lainnya yang berjarak cukup jauh.

Rata-rata, rumah di sana masih terbuat dari kayu dan bambu dengan konstruksi ala panggung. Bagian bawah biasa dimanfaatkan warga untuk beternak unggas dan menanam tanaman kecil.

Menurut keterangan warga, beberapa rumah di ujung Kampung Lebak Jeunjing ini belum mendapat aliran listrik yang layak. Kondisi jalannya juga berbeda dari yang di bawah, karena masih bebatuan dan tanah.

“Ini termasuk kampung terpencil, lihat jalannya, lihat kwh-nya, kan belum ada kwh listrik di rumah,” kata salah satu warga saat ditanya kreator.

Satu Rumah hanya Bisa Pakai Satu Lampu

Untuk listriknya sendiri kwhnya sangat kecil, sehingga sekitar 8 rumah harus dibagi alirannya. Ini yang membuat masing-masing rumah hanya bisa memakai satu lampu.

Menurut penuturan salah seorang warga, maksimal warga hanya bisa untuk mengisi daya telepon genggam. Sisanya untuk lampu. Warga di sana juga tidak bisa menggunakan alat elektronik lainnya seperti kulkas, TV, setrika sampai rice cooker.

“Karena belum masuk semua listriknya, di sini ngga ada rice cooker listrik, nggak ada TV, yang pake-pake listrik nggak bisa di sini. Jadi cuma bisa satu lampu saja,” terang warga itu.

Berencana Masuk di 2024

Walau begitu, warga tersebut mengatakan jika listrik direncanakan akan masuk ke kampung pada 2024.

“Kata Pak Kuwu, kalau tidak ada halangan lagi, lirtik akan masuk 2024,” terang warga itu

Dok. Istimewa
© 2024 merdeka.com/YouTube Petualangan Alam Desaku

Dia juga berharap agar jalan di ujung kampung puncak bukit itu bisa tersentuh pembangunan sehingga mempermudah mobilitas warga.

“Makanya nih ya, pemerintah, mudah-mudahan rakyatnya didengarkan, kwh-nya belum benar-benar sampai ke sini,” terang kreator video.

Rekomendasi