Gejala Diabetes pada Anak yang Harus Diwaspadai, Mudah Lapar
Merdeka.com - Diabetes kerap dianggap penyakit yang melekat pada orang yang berumur cukup tua. Padahal siapapun, orang dewasa muda maupun anak kecil memiliki kemungkinan yang nyata untuk terkena diabetes.
Penyakit diabetes adalah kondisi medis kronis yang menyebabkan masalah kemampuan tubuh untuk mengubah makanan yang mengandung gula (karbohidrat) menjadi bahan bakar bagi tubuh.
Dua bentuk diabetes yang paling umum disebut diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kedua bentuk dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi anak-anak lebih mungkin didiagnosis dengan diabetes tipe 1. Berikut gejala diabetes pada anak yang harus diwaspadai:
Jenis Diabetes

©2021 Merdeka.com
Meski diabetes tipe lebih sering diidap anak-anak, namun tidak jarang pula anak-anak juga mengidap diabetes tipe 2, berikut penjelasannya:
Gejala Diabetes pada Anak
Gejala diabetes pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa cukup serupa. Beberapa gejala umum terjadi pada kedua jenis diabetes, tetapi ada beberapa perbedaan untuk membedakannya.
Gejala diabetes tipe 1 pada anak cenderung berkembang pesat selama beberapa minggu. Gejala diabetes tipe 2 berkembang lebih lambat. Mungkin diperlukan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk menerima diagnosis.

pixabay.com ©2020 Merdeka.com
Diabetes tipe 1
Gejala utama diabetes tipe 1 pada anak-anak dan remaja meliputi:
Penurunan berat badan adalah gejala umum sebelum diagnosis. Infeksi jamur pada wanita juga bisa menjadi gejala diabetes.
Beberapa orang akan mengalami ketoasidosis diabetik (DKA) pada saat diagnosis. Ini terjadi ketika tubuh mulai membakar lemak untuk energi karena kekurangan insulin. Ini adalah kondisi serius yang membutuhkan perawatan.
Orang mungkin bisa mendapatkan diagnosis sebelum DKA berkembang dengan mengenali empat gejala utama diabetes tipe 1.
Diabetes di UK mendesak orang untuk mewaspadai "4 ciri" pada anak-anak:
Diabetes tipe 2
Gejala utama diabetes tipe 2 meliputi:
Gejala lain dari resistensi insulin adalah munculnya bercak gelap seperti beludru pada kulit, yang disebut acanthosis nigricans.
Penyebab Diabetes pada Anak
Penyebab sebenarnya dari kondisi diabetes masih sedikit dipahami, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Secara luas ilmuan berspekulasi bahwa diabetes terjadi karena faktor genetik yang diturunkan dipicu oleh faktor lingkungan seperti makanan atau olahraga.
Namun, banyak anak diabetes tipe 1 tidak memiliki diabetes dalam keluarga mereka, sehingga penyebab pastinya masih menjadi misteri.
Diabetes tipe 2 pada anak-anak biasanya disebabkan oleh pola makan yang sangat buruk sejak usia sangat muda, ditambah dengan gaya hidup tanpa olahraga seperti yang dilansir dari laman diabetes.co.uk.
Mengontrol dan mengelola diabetes
Meskipun tidak ada obat untuk diabetes, anak-anak dengan penyakit ini dapat menjalani kehidupan normal jika tetap terkendali. Mengelola penyakit berfokus pada pemantauan gula darah, pengobatan seperti terapi insulin, diberikan sebagai beberapa suntikan per hari atau melalui pompa insulin, dan menjaga pola makan yang sehat.
Menjaga gula darah dalam kisaran normal sangat penting untuk menurunkan risiko masalah kesehatan jangka panjang yang berhubungan dengan kontrol diabetes yang buruk. Selain mengonsumsi makanan sehat, setidaknya tiga puluh menit olahraga sehari dapat membantu anak-anak mengelola penyakit mereka juga.
Pencegahan
Saat ini tidak mungkin untuk mencegah diabetes tipe 1, tetapi diabetes tipe 2 sebagian besar dapat dicegah. Langkah-langkah berikut dapat membantu mencegah diabetes tipe 2 di masa kanak-kanak melansir dari laman healthline:
Pertahankan berat badan sedang
Kegemukan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2, karena meningkatkan kemungkinan resistensi insulin.
Tetap aktif
Tetap aktif secara fisik mengurangi resistensi insulin dan membantu mengelola tekanan darah.
Batasi makanan dan minuman manis
Mengonsumsi banyak makanan yang tinggi gula dapat menyebabkan penambahan berat badan dan masalah dengan fungsi insulin. Makan makanan yang seimbang dan kaya nutrisi dengan banyak vitamin, serat, dan protein tanpa lemak akan menurunkan risiko diabetes tipe 2.
(mdk/amd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya