Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fakta Laut Utara Jawa: Riwayat Gempa Hingga Rentan Perubahan Iklim

Fakta Laut Utara Jawa: Riwayat Gempa Hingga Rentan Perubahan Iklim Banjir Pantura. ©dok pmi/m. nashir jamaludin

Merdeka.com - Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh potensi baharinya. Salah satu laut di Indonesia yang memiliki potensi melimpah yaitu Laut Jawa. Laut Jawa merupakan laut yang tidak terlalu dalam, Isodepth 20 meter terletak pada jarak puluhan mil dari laut lepas.

Laut Jawa terletak di antara Pulau Kalimantan, Jawa, Sumatra, dan Sulawesi di gugusan kepulauan Indonesia. Potensi laut yang dimaksud bisa berupa obyek wisata maupun sumber daya laut seperti ikan dan hewan lainnya.

Namun hidup berdampingan dekat dan dikelilingi lautan bukan tanpa risiko. Indonesia juga dikenal terletak di antara tiga lempengan tektonik, yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Hindia-Australia. Kondisi ini mengakibatkan Indonesia rentan mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api.

Berikut fakta lautan utara Jawa meliputi riwayat gempa hingga rentan perubahan iklim:

Riwayat Gempa Laut Utara Jawa

Laut utara Jawa memiliki beberapa riwayat gempa meski tidak sampai menimbulkan tsunami. Peristiwa gempa di laut utara Jawa seperti yang terjadi di Jepara bukanlah yang pertama kali terjadi.

Pada 19 Oktober 2016, gempa berkekuatan 6,7 Skala Richter (SR) terjadi di laut utara Jawa Barat dengan kedalaman 615 km di bawah permukaan laut. Sementara itu pada 23 Juni 2019 terjadi gempa yang berpusat di sebelah utara Indramayu dengan kekuatan 5,3 SR dengan kedalaman 625 km.

pertempuran laut jawa

©2021 Merdeka.com

Ada pula gempa berkekuatan 4,2 SR dengan kedalaman 673 km yang pusatnya berada di 19 km sebelah barat laut perairan Tuban pada 11 Juni 2020. Selain itu, ada pula gempa berkekuatan 6,2 SR dengan kedalaman 592,2 km di sebelah timur laut Bangkalan yang terjadi pada 6 Februari 2020.

Rentan Terdampak Perubahan Iklim

Perubahan iklim terus terjadi meski tidak semua lapisan masyarakat menyadarinya. Dilansir dari ekuatorial.com, adanya kenaikan permukaan air laut hingga 8 mm terus menggerus wilayah daratan.

Apabila terus berlanjut hingga 100 tahun, maka diduga akan menyebabkan kenaikan air laut mencapai 80 mm dan menyebabkan tenggelamnya wilayah daratan di sekitarnya.

Hal ini disebabkan karena daerah pantai utara Jawa adalah wilayah yang landai.

Kaya Ikan Asin

Laut utara Jawa sebenarnya kaya akan ikan asin. Keadaan alamiah Laut Jawa yang airnya relatif tenang dan berpantai landai serta dangkal juga merupakan faktor-faktor yang menguntungkan usaha penangkapan ikan.

Dengan kondisi itu kawasan pantai utara Jawa sudah lama dikenal sebagai wilayah yang kaya ikan, di antaranya di teluk dekat Selat Sunda, sekitar Kepulauan Seribu, sekitar Cirebon, Pemalang, Kendal, Juana, Rembang, Sidayu, Gresik, laut antara pulau Bawean dan pantai utara Madura, sekitar Sapudi, dan Kangean. Dari tahun ke tahun ikan layang merupakan jenis ikan yang banyak ditangkap terutama di perairan Madura dan pantai utara Jawa bagian timur.

riset untuk kelautan dan perikanan

©2015 Merdeka.com

Overfishing

Laut Jawa memang dikenal sebagai laut yang memiliki banyak ikan. Namun hal tersebut jika tanpa pengawasan yang ketat juga akan mengalami overfishing.

Umumnya penangkapan ikan nasional terkonsentrasi di wilayah perairan pantai, utamanya pantai di daerah-daerah yang padat penduduk, seperti Pantai Utara Laut Jawa dan Pantai Timur Sumatera.

Dari generasi ke generasi, sebagian besar nelayan-nelayan yang ada di negeri ini menangkap ikan di kedua daerah pantai ini tanpa terkontrol. Sebagai akibatnya, di kedua perairan tersebut kini sedang mengalami fenomena overfishing, tulis  kajian strategi Bappenas tahun 2014.

(mdk/amd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP