Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin tidak begitu mengenal Cincalok.
Makanan khas Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat ini berupa udang berukuran kecil yang diolah melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroba.
Cincalok juga tersebar di beberapa daerah lainnya seperti di Bangka Belitung yang dikenal dengan nama Kecalok hingga ke negara Malaysia.
Cicalok merupakan salah satu makanan yang memiliki kandungan protein hingga mencapai 19 persen. Penasaran dengan proses fermentasi dalam makanan unik yang satu ini?
Simak informasinya yang dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber berikut ini.
Advertisement
Cincalok menggunakan bahan dasar udang rebon atau udang berukuran kecil sama seperti yang digunakan pada proses pembuatan terasi. Namun, udang rebon dalam Cicalok ini menggunakan jenis Mysis relicta.
Melansir dari situs hmpg.che.itb.ac.id, udang jenis tersebut dianggap lebih mudah dalam melewati proses fermentasi dibandingkan dengan pengeringan pada sinar panas matahari.
Selain itu, hasil fermentasinya juga memiliki umur simpan yang lama sekitar 1 bulan.
Advertisement
Proses fermentasi Cincalok ini juga unik yaitu menggunakan bantuan mikroba dari bakteri asam laktat. Bakteri ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan senyawa dengan aroma dan rasa yang khas, meningkatkan nilai cerna makanan, dan mampu menghasilkan senyawa yang membunuh mikroorganisme.
Ada banyak kandungan bakteri yang ditemukan dalam Cincalok ini, salah satunya adalah Lactobacillus sp. dan Streptococcus sp. Tak perlu khawatir, bakteri yang digunakan ini akan memberikan nilai tambah bagi pengawetan dan nilai gizi.
Cincaluk banyak digunakan dalam hidangan wilayah Asia Tenggara. Hidangan ini bermanfaat sebagai pengawet alami dan kultur starter makanan fermentasi.
Advertisement
Proses pembuatan Cincalok sendiri tidak begitu sulit. Cukup siapkan udang rebon yang dicuci dengan air laut lalu campurkan garam dan nasi. Kemudian, dibiarkan fermentasi dalam wadah tertutup selama 1-2 minggu.
Fermentasi Cincalok ini berhasil jika tekstur udang sudah hancur, berwarna merah muda, rasa asam yang menonjol dan aroma asam yang khas.