Makna Kerbau bagi Orang Batak, sebagai Simbol Kehidupan dan Dipakai pada Upacara Adat
Merdeka.com - Kerbau (Bubalus Bubalis), jenis hewan yang masih digunakan sebagai simbol kehidupan suku-suku di Indonesia, salah satunya Suku Batak. Mengingat suku asal Sumatra Utara ini identik dengan ornamen kerbau atau bagian tubuh kerbau di adat mereka.
Bagi sebagian suku di Indonesia seperti Toraja, Sumba, Dayak Ngaju, dan Batak, kerbau termasuk hewan yang dikorbankan pada saat upacara adat kematian (rambu solo', marapu, tiwah, saur matua, dan mangokal holi) dan pembangunan rumah.
Kerbau bagi masyarakat Batak memiliki arti kehidupan. Ornamen yang digunakan pada rumah adat Batak Simalungun juga tidak lepas dari unsur kerbau tersebut. Berikut arti kerbau bagi suku Batak dihimpun dari laman Go Batak.
Penangkal Roh Jahat
Arti kerbau bagi masyarakat Batak Simalungun merupakan lambang kesabaran, keberanian, kebenaran, dan sebagai penangkal roh jahat. Begitu juga dengan masyarakat Batak Karo yang menggunakan ornamen sejenis kepala kerbau berwarna putih yang terbuat dari ijuk dan tanduk kerbau asli.
Ornamen ini diletakkan pada bagian ujung atap yang mengarah ke dua penjuru mata angin (Timur-Barat) jika memiliki 2 ayo-ayo (hiasan atap) atau empat penjuru mata angin (Utara-Timur-Selatan-Barat) jika memilik 4 ayo-ayo.
Pada ornamen ini melambangkan keperkasaan dan penjagaan keselamatan dari serangan roh-roh jahat. Begitu juga dengan masyarakat Batak Toba yang menggunakan tanduk kerbau sebagai hiasan raksasa di puncak atap sisi depan rumahnya. Hiasan itu merupakan lambang penjaga keselamatan dari gangguan hantu.
Menandakan Status Sosial

Pixabay ©2020 Merdeka.com
Selain ornamen, bagian tubuh kerbau juga digunakan sebagian masyarakat Batak sebagai simbol untuk status sosial di dalam masyarakat. Pada rumah raja-raja, susunan tanduk kerbau ditempelkan pada dinding bagian dalam sopo yang menandai kekuasaan raja.
Selain itu, tanduk kerbau ini juga menggambarkan telah dilaksanakannya pesta besar yaitu manghalat horbo atau memotong kerbau.
Pesta Syukuran Adat
Sebagian masyarakat Batak, pelaksanaan pemotongan kerbau masih dilakukan sebagai simbol pesta syukuran adat. Salah satunya pada saat upacara kematian Saur Matua dan Mangokal Holi (menggali tulang) untuk memindahkan tulang dari kuburan utama ke kuburan kedua.
Sebelum disembelih, kerbau diikat pada tiang atau borotan (dalam bahasa Batak) serta diiringi dengan tarian tor-tor. Kemudian kerbau disembelih, dagingnya dibagikan kepada kerabat yang mengikuti rangkaian upacara tersebut berupa Jambar Juhut.
Begitu juga dengan upacara perkawinan, adanya rangkaian upacara bernama Horja Bius (acara penghormatan terhadap leluhur), dan pendirian ruah adat, kerbau juga disembelih dan sebagai hewan pelengkap adat dalam pembagian Jambar.
(mdk/adj)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya