Anak Kini Diperiksa, 5 Fakta Sumbangan Rp2 T Akidi Tio yang Dikabarkan Fiktif

Selasa, 3 Agustus 2021 13:04 Reporter : Intan Kumalasari
Anak Kini Diperiksa, 5 Fakta Sumbangan Rp2 T Akidi Tio yang Dikabarkan Fiktif 5 Fakta Akidi Tio, Pengusaha yang Sumbang Rp2 Triliun untuk Penanganan Covid-19. ©2021 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan sumbangan senilai fantastis dari pengusaha Akidi Tio. Tak tanggung-tanggung keluarga Akidi Tio mengaku akan menyumbangkan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 warga Palembang.

Namun baru-baru ini publik dikejutkan dengan fakta sumbangan tersebut. Dilansir dari Liputan6.com, pada Senin (2/8/2021), Heriyanti, anak Akidi Tio ditangkap pihak kepolisian.

Ia diduga membuat pernyataan hoaks terkait donasi Rp2 triliun yang akan disumbangkan untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Berikut fakta sumbangan Rp2 Triliun Akidi Tio.

2 dari 6 halaman

Sumbang Rp2 Triliun

Sebelumnya, Heriyanti bersama dokter keluarga Akidi Tio, Prof Hardi Dermawan, menyerahkan donasi secara simbolis sebesar Rp2 triliun kepada Kapolda Sumsel, pada hari Senin (26/7/2021).

Sosoknya sontak menjadi sorotan. Beberapa pejabat mengungkapkan sosok dermawan Akidi Tio. Namun dalam waktu sepekan, uang tersebut belum cair.

5 fakta akidi tio pengusaha yang sumbang rp2 triliun untuk penanganan covid 19
©2021 Merdeka.com/Liputan6.com
3 dari 6 halaman

Dalam Pemeriksaan

Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan konferensi pers yang digelar di kantor Pemprov Sumsel. Dalam konfrensi pers tersebut turut hadir Direktur Intel Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro. Ratno Kuncoro memberikan fakta terkait donasi keluarga mendiang Akidi Tio sebesar Rp2 triliun.

"Proses satu minggu digali penyidik, Kapolda Sumsel sejak Senin (penyerahan simbolis donasi) sudah membentuk tim. Salah satunya dipimpin oleh saya, harus kerja siang malam," Ratno Kuncoro didampingi Gubernur Sumsel Herman Deru dilansir dari Liputan6.com.

Polda Sumsel menciduk anak dari Akidi Tio, Heriyanti ketika berada di salah satu bank swasta di Kota Palembang. Heriyanti akhirnya tiba di Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan.

"Sekarang tersangka masih diperiksa, statusnya saat ini sudah tersangka karena kita sudah mengumpulkan alat bukti yang cukup," tutur Direktur Intelkam Polda Sumsel Kombes Ratno Kuncoro.

Namun pernyataan tersebut dianulir oleh Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi. Ia menyampaikan status Heriyanti bukan tersangka, melainkan hanya dilakukan pemeriksaan terkait dana yang belum turun.

"Statusnya saat ini masih proses pemeriksaan. Belum (tersangka) " kata Kombes Supriadi.

dahlan iskan ungkap fakta akidi tioDahlan Iskan Ungkap Fakta Akidi Tio ©2021 Merdeka.com

4 dari 6 halaman

Diduga Melakukan Penghinaan Negara

Tim Polda Sumsel mengatakan jika terbukti bersalah, Heriyanti akan dikenakan pasal terkait kegaduhan. Selain itu ia juga dapat dikenakan pasal penyebarakan kabar tidak benar dan penghinaan terhadap negara.

"Akan kita kenakan UU nomor 1 tahun 1946, pasal 15 dan 16. Ancaman (pidana) di atas 10 tahun karena telah membuat kegaduhan," kata Direktur Intelkam Polda Sumsel Komisaris Besar Ratno Kuncoro.

"Berdasarkan Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana disebutkan, "Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun."

"Sementara pasal 16 berbunyi, "Barang siapa terhadap bendera kebangsaan Indonesia dengan sengaja menjalankan suatu perbuatan yang dapat menimbulkan perasaan penghinaan kebangsaan, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya satu tahun enam bulan."

anak dan dokter keluarga akidi tio diamankan terkait sumbangan rp2 triliun©2021 Merdeka.com

5 dari 6 halaman

Alasan Sumbangan Belum Dicairkan

Supriadi mengatakan sumbangan Rp2 triliun tersebut akan diserahkan melalui bilyet Giro. Namun hingga kini sumbangan tersebut belum cair. Diketahui masih ada masalah teknis terkait sumbangan tersebut. Ia juga menekankan tak ada penangkapan hanya pemeriksaan. Berbanding terbaik, Kombes Supriadi mengungkapkan tak ada yang menyebut dana Rp2 Triliun.

"Ini kan direncanakan akan diserahkan melalui bilyet giro. Sehingga, pada waktunya, bilyet giro ini belum bisa dicairkan. Kenapa? Karena ada teknis yang harus diselesaikan," tutur Kombes Supriadi.

"Kita tidak menangkap ibu Heriyanti. Tapi kita mengundang untuk datang ke polda untuk memberikan klarifikasi terkait dengan rencana penyerahan dana uang Rp 2 T melalui bilyet giro. Sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh Pak Dirkrimum terkait dengan rencana penyerahan bantuan sebanyak Rp 2 T tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kalau tidak ada kendala bisa diselesaikan pemeriksaannya," imbuhnya.

"Siapa yang mengatakan dananya tidak ada, siapa? Yang rilis siapa?" tanya Kombes Supriadi.

"Yang mengeluarkan rilis cuma dua. Di Polda, satu Pak Kapolda. Yang kedua Kabidhumas. Terkait penyidikan ada di pak Dirkrimum. Jadi yang dipakai adalah statement Pak Kabidhumas," jelasnya Supriadi.

sumbangan rp2 t dari keluarga akidi tio ternyata bohong anak bungsu jadi tersangka©2021 Merdeka.com

6 dari 6 halaman

Pemeriksaan Lebih Lanjut

Kasus terkait sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio ini memang masih simpang siur. Pihak kepolisian pun ini masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pernyataan ini disampaikan oleh Kombes Pol Hizar Siallagan selaku Direktur Dirkrimum Polda Sumsel.

"Kita masih menggali dari keterangan (saksi). Untuk teknis dari pemeriksaan dan hasilnya, akan kita sampaikan nanti," ucap Kombes Pol Hizar Siallagan.

putri akidi tio usai diperiksa polisiIrwanto

[kum]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Hoaks
  3. Sumut
  4. Tren
  5. Akidi Tio
  6. Yogyakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini