Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

5 Fakta Menarik Ulos, Kain Tradisional Khas Sumatera Utara yang Melegenda

5 Fakta Menarik Ulos, Kain Tradisional Khas Sumatera Utara yang Melegenda Jadi Kain Tradisional Kebanggaangoodnewsfromindonesia.id Orang Batak, Ini 5 Makna Mendalam Kain Ulos. goodnewsfromindonesia.id ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ulos merupakan salah satu warisan budaya Indonesia dari Sumatera Utara yang populer. Kain yang dibuat seperti songket menggunakan alat tenun tersebut hingga kini terus dilestarikan sebagai warisan budaya Indonesia yang bernilai komersil.

Ulos merupakan kain khas kebanggaan Suku Batak, d imana kain ini memiliki peranan penting dalam adat Batak. Ulos tidak hanya populer di Indonesia saja, namun kain ini telah dikenal luas oleh dunia karena nilai dan keindahannya.

Namun tahukan Anda, ternyata ada fakta menarik di balik kain Ulos yang melegenda ini. Berikut fakta-fakta menarik Ulos yang dilansir dari berbagai sumber.

Ulos Asli Tidak Kaku

Bagi yang masih awam dengan kain Ulos, pasti mengira jika Ulos adalah kain yang kaku dan sulit dibentuk menjadi model pakaian lain. Namun, kain Ulos yang asli pada zaman dulu sama seperti kain pada umumnya yang lembut saat disentuh maupun digunakan.

Sesuatu yang membuat Ulos modern lebih kaku adalah benang dan bahan yang digunakan. Ulos modern menggunakan benang dari kanji, jadi akan membuat kain lebih kaku meskipun sudah dicuci berkali-kali. Sedangkan kain Ulos zaman dulu menggunakan benang dari katun yang membuat kain tersebut lebih lembut.

Perlu Teknik Khusus Menganyam Ulos

Mungkin hampir semua orang tahu bahwa membuat sehelai kain Ulos tidaklah mudah. Untuk menghasilkan Ulos yang berkualitas diperlukan teknik yang tidak sembarangan. Waktu pengerjaannya pun tidak lah singkat, perlu waktu berbulan-bulan hanya untuk menyelesaikan satu helai kain Ulos.Ulos dikerjakan dengan cara menganyam. Menganyam Ulos ini mirip seperti mengerjakan soal matematika, benar-benar dihitung, serta menganyam sehelai demi helai benang sampai terbentuk motif.

Perwarna Alami Sudah Mulai Ditinggalkan

Tidak hanya teknik pembuatannya saja yang rumit, namun dalam pewarnaan kain Ulos juga terbilang tidak mudah. Zaman dulu, Ulos diwarnai dari pewarna alam seperti endapan kulit kayu, akar, getah daun yang kini teknik pewarnaan alami tersebut hampir tidak lagi yang meneruskan dan mulai ditinggalkan.Pewarnaan alami kain Ulos kian hilang karena sudah tidak ada lagi yang meneruskan ilmunya. Pewarnaan ini sudah mulai ditinggalkan sejak 50 hingga 80 tahun yang lalu.

Warna Dasar yang Memiliki Makna

Kain Ulos terkenal dengan variasi motif dan warnanya yang sangat cantik. Namun, ternyata Ulos memiliki tiga warna dasar, yaitu merah, putih dan hitam.Ketiga warna ini merujuk pada makna spiritual kehidupan masyarakat Toba. Putih bermakna kesucian, merah bermakna keberanian dan hitam bermakna kharisma serta kepemimpinan.

Hari Ulos Nasional

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa 17 Oktober diperingati sebagai Hari Ulos Nasional. Siapa yang menyangka bahwa perayaan ini sudah berlangsung sebanyak 4 kali sejak 2015 silam.Pada 17 Oktober 2015, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan kain Ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda, sehingga setiap tanggal tersebut dirayakan Hari Ulos Nasional.

(mdk/far)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP