Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

3 Fakta Unik Minuman Khas Batak yang Tak Banyak Orang Tahu,

3 Fakta Unik Minuman Khas Batak yang Tak Banyak Orang Tahu, Minuman Tuak Khas Batak. Youtube Batakpedia Center©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tuak merupakan minuman khas Batak yang dihasilkan dari fermentasi nira kelapa atau pohon yang menghasilkan nira (seperti aren). Minuman ini mengandung alkohol, sehingga tidak bisa diminum semua orang.

Tuak Batak dihasilkan dari mayang enau atau aren. Pohon ini dinamakan bagot dalam bahasa Batak Toba. Bagot bisa dijumpai di Kecamatan Balige yang berada di dataran tinggi sekitar 900 meter di atas permukaan laut.

Begitu juga dengan Provinsi Sumatra Utara, menjadi salah satu penghasil tuak yang ada di Indonesia. Minuman ini tentu menjadi daya tarik bagi masyarakat Batak sebagai minuman khusus tradisi, acara kekeluargaan, dan juga sebagai jamuan kepada tamu.

Minuman yang Merakyat

Seperti budaya lainnya yang ada di Indonesia, tuak juga dianggap sebagai salah satu hasil budaya yang sampai saat ini masih dicari oleh masyarakat lokal hingga mancanegara.

Masyarakat Batak tidak bisa lepas dari minuman khasnya yaitu tuak. Bagi mereka, minuman tersebut masih sangat merakyat dan uniknya di setiap kampung terdapat kedai yang dinamai Lapo Tuak atau Kedai Tuak.

Saking merakyatnya, muncul beberapa jenis-jenis tuak yang sulit diidentifikasi dari mana asal tuak tersebut. Karena tuak sendiri belum memiliki mereknya sendiri.

Cerita Mistis di Baliknya

Pohon bagot, sebagai sumber penghasil tuak konon dulunya pohon ini dipercaya memiliki hal-hal mistis akibat legenda asal mula tumbuhan tersebut.

Awalnya, seorang putri Dewa Batara Guru yang bernama Dewi Sorbajati akan dinikahkan dengan putra dari Dewa Mangalabulan bernama Dewa Odapodap yang buruk rupa menyerupai kadal.

Sang ayah Dewa Odapodap memohon kepada Dewa Batara Guru untuk menikahkan anaknya dengan putrinya, namun Dewi Sorbajati tidak rela untuk dinikahkan dengannya. Sang putri meminta proses perkawinannya diiringi dengan gondang agar bisa menari sebagai bentuk pelampiasan kekecewaannya.

Akhirnya Dewa Odapodap menikah dengan Dewi Deakpujar. Dewi Sorbajati terombang-ambing di lautan hingga akhirnya terdampar di tanah yang dipukul Dewi Deakpujar dan bertumbuh pohon Bagot.

Racikan Tuak Untuk Adat

Selain merakyat, minuman tuak juga termasuk untuk penyajian minuman pada saat upacara adat. Uniknya, racikan tuak untuk adat berbeda dengan tuak yang dijumpai pada umumnya.

Minuman Tuak yang digunakan untuk upacara adat bernama tuak tangkasan, di mana air tuak tidak bercampur dengan raru. Air tuak memiliki rasa manis dan tuak ini disebut tuak na tonggi dalam bahasa Batak Toba.

Cara meracik tuak ini adalah dengan disadap airnya. Penyadap tuak disebut paragat (agat, semacam pisau yang digunakan saat menyadap tuak) dalam bahasa Batak Toba. Setelah dipukul tandan berulang-ulang dengan kayu selama beberapa minggu, baru dipotong mayangnya. Kemudian dibungkus dengan obat-obatan (kapur sirih atau keladi yang ditumbuk) selama dua-tiga hari. Barulah, air tuak bisa mengalir dengan lancar.

Setelah itu, tuak yang ditampung pagi hari dikumpulkan di rumah paragat. Setelah melakukan uji coba pada rasa, paragat memasukkan ke dalam bak tuak sejenis kulit kayu untuk memperkaya rasa.

(mdk/adj)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP