Kemenpora Pacu Pertumbuhan Industri dan Wisata Olahraga sebagai Ekosistem Baru

Kemenpora berkomitmen untuk mengembangkan pariwisata olahraga dan industri olahraga, karena keduanya dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kemenpora Pacu Pertumbuhan Industri dan Wisata Olahraga sebagai Ekosistem Baru
Dari Mandalika ke Dunia: Melalui Sirkuit Mandalika yang Dikelola InJourney, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Buktikan Anak Bangsa Siap ke Panggung MotoGP (© 2025 Liputan6.com)

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) tengah berupaya keras untuk membangun ekosistem olahraga di Indonesia menuju era yang lebih modern.

Langkah ini merupakan implementasi dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di bawah kepemimpinan Menpora Erick Thohir, Kemenpora tidak hanya fokus pada pencapaian prestasi, tetapi juga berusaha untuk mengoptimalkan potensi wisata olahraga dan industri olahraga sebagai sumber pendapatan negara.

Diharapkan kedua aspek ini dapat berkontribusi dalam memajukan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk menjadikan sektor wisata olahraga dan industri olahraga sebagai unggulan, Kemenpora melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk memperkuat sektor tersebut sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif, pembangunan infrastruktur, serta menjadi sarana diplomasi yang dapat mengangkat nama Indonesia di kancah internasional.

Ketika event olahraga berskala internasional diselenggarakan di Indonesia, para peserta dan penikmat olahraga dari berbagai negara akan datang dengan beragam kebutuhan yang perlu dipenuhi, mulai dari transportasi hingga akomodasi dan fasilitas penunjang lainnya, yang pada gilirannya akan memberikan keuntungan besar bagi UMKM. Perputaran ekonomi pun akan semakin meningkat.

Strategi Kemenpora dalam memajukan industri olahraga dan wisata olahraga ini mendapat pengakuan dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif periode 2015-2019, Triawan Munaf.

Ia menilai bahwa potensi industri olahraga dan wisata olahraga adalah sumber kekuatan ekonomi baru. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat semakin bersaing di tingkat global dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Bangun Era Baru Ekosistem Olahraga, Kemenpora Genjot Sport Tourism dan Sport Industry
Dari Mandalika ke Dunia: Melalui Sirkuit Mandalika yang Dikelola InJourney, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Buktikan Anak Bangsa Siap ke Panggung MotoGP © 2025 Liputan6.com

Dalam konteks saat ini, pariwisata olahraga tidak hanya menawarkan hiburan bagi penggemar olahraga, tetapi juga memiliki potensi untuk menciptakan daya tarik wisata baru yang menampilkan keindahan alam serta kekayaan budaya lokal.

"Juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat setempat dan membawa pemasukan bagi negara," ujar Triawan dalam keterangannya, Sabtu (15/11).

"Bayangkan bagaimana tanggapan dunia ketika kita berhasil menjadi tuan rumah dari sebuah ajang olahraga internasional," tambahnya.

Hal ini menunjukkan bahwa jika sukses menjadi tuan rumah acara olahraga berskala internasional, perhatian dunia akan tertuju pada negara kita.

Para wisatawan dari berbagai belahan dunia pasti ingin datang dan merasakan keramahan yang kita tawarkan.

Dengan demikian, banyak lapangan pekerjaan akan terbuka, dan sektor ekonomi kreatif pun akan berkembang pesat. Kunci dari semua ini adalah kolaborasi, inovasi, dan profesionalisme dalam mengelola potensi wisata olahraga yang kita miliki.

"Pengembangan sport industry juga layak mendapatkan perhatian dan menjadi fokus utama negara kita," jelas dia.

Ini karena sektor ini memiliki kemampuan untuk mendorong pertumbuhan dalam manufaktur perlengkapan olahraga, manajemen acara, media, serta berbagai usaha berbasis kreativitas.

Dengan demikian, ekosistem olahraga dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan negara.

Pernyataan Triawan Munaf terbukti dengan suksesnya Indonesia sebagai tuan rumah MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Mandalika pada bulan Oktober lalu.

Kerjasama yang kuat antara berbagai instansi telah menghasilkan dampak positif, terbukti dengan terjual habisnya tiket dan kehadiran 140.324 penonton.

Selain itu, perputaran uang mencapai Rp4,8 triliun menunjukkan bahwa pengelolaan yang baik dalam sport tourism dapat menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 bukan hanya sebuah acara olahraga otomotif bertaraf internasional, tetapi juga merupakan sarana strategis untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia di kancah global.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap acara balap tahun ini dapat dilihat dari tingkat hunian hotel di kawasan The Mandalika, yang mencapai 100 persen, bahkan melebihi kapasitas yang ada.

Untuk memenuhi peningkatan permintaan perjalanan, sejumlah maskapai telah meningkatkan frekuensi penerbangan ke Lombok.

Saat ini, terdapat tambahan 44 penerbangan yang beroperasi, yang terdiri dari Garuda Indonesia dengan 18 penerbangan, Citilink sebanyak 10, AirAsia 8, Pelita Air 2, dan Wings Air 6.

Peningkatan jumlah penerbangan ini menunjukkan bahwa MotoGP berperan sebagai penggerak utama dalam mobilitas wisatawan, serta menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor pariwisata di NTB.

"Ini saya rasa momen yang bersejarah ya karena kita pecah telur, pecah rekor, 140 ribu pengunjung. Ini ada peningkatan 15 persen dari tahun sebelumnya. Kami lihat dari sisi bandara, hotel, pengunjung, dan UMKM, peningkatan tenaga kerja lokal ini luar biasa. Ajang ini juga membuktikan bahwa kekayaan budaya dan kearifan lokal Indonesia dapat terintegrasi dalam pengalaman olahraga global, memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sportainment yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar," ujar Maya.

Rekomendasi