Media asal Korea Selatan berpendapat bahwa pevoli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, yang saat ini membela Daejeon Red Sparks, pantas mendapatkan gaji yang lebih tinggi di Korean V-League 2024/2025. Pendapat ini muncul karena mereka menganggap Mega sebagai salah satu pemain terbaik dalam liga voli putri di Korea Selatan. Isu ini mencuat setelah Mega berperan penting dalam kemenangan Red Sparks atas Suwon Hyundai E&C Hillstate dengan skor 3-2 pada Rabu, 22 Januari 2025. Dalam pertandingan tersebut, Mega berhasil mencetak 38 poin, yang membantu timnya meraih total 16 kemenangan sepanjang musim reguler, termasuk 12 kemenangan berturut-turut di akhir musim.
Dalam laporan yang dimuat oleh Naver Sports, penampilan Mega mendapatkan pujian, terutama karena kini ia menempati peringkat ketiga dalam daftar top skor dengan total 538 poin. Namun, media tersebut juga menyoroti bahwa gaji Mega tergolong rendah jika dibandingkan dengan pemain lain yang kontribusinya tidak signifikan di liga tersebut. Saat ini, Mega menerima gaji sebesar $150.000 (₩216 juta atau setara Rp2,4 miliar) per musim, yang dinilai tidak sebanding dengan performanya di lapangan.
Advertisement
Tidak Masuk 10 Besar Pevoli Putri dengan Gaji Tertinggi
Pada musim pertama dan kedua di Korean V-League, pemain kuota Asia menerima gaji sebesar $100.000. Namun, pada Januari 2024, dewan liga memutuskan untuk mengubah ketentuan tersebut, sehingga gaji pemain kuota Asia meningkat menjadi $120.000 untuk musim debut dan $150.000 untuk musim kedua. Meskipun demikian, gaji yang diterima pemain asing masih dua kali lipat dibandingkan dengan pemain kuota Asia. Ini mencerminkan harapan Korean V-League bahwa pemain asing memiliki keterampilan yang lebih unggul daripada pemain kuota Asia.
Menurut Naver Sports, kebijakan ini dianggap tidak adil bagi pemain lain yang juga menunjukkan performa yang baik, seperti Mega. Ironisnya, gaji Mega tidak termasuk dalam daftar 10 pemain dengan gaji tertinggi di Korean V-League saat ini. Pemain dengan gaji tertinggi adalah Kim Yeon-kyung dari Incheon Pink Spiders dan Kang So-hui dari Korea Expressway Hi-Pass, yang masing-masing mendapatkan ₩800 juta. Di posisi ke-10, terdapat Lee Joo-ah dari Hwaseong IBK Altos dengan gaji ₩402,1 juta.
Advertisement
Penampilannya Disebut Lebih Baik dari Pemain Lokal dan Asing
"Gaji tahunan Mega hanya mencapai setengah dari gaji Lee Joo-ah. Di antara sepuluh pemain terbaik domestik, tidak ada pemain lain yang memiliki kontribusi lebih besar daripada Mega, kecuali Kim Yeon-kyung dan Yang Hyo-jin dari Suwon Hyundai E&C Hillstate. Sayangnya, tidak ada satu pun pemain yang mampu menandingi Mega," tulis Naver Sports.
"Beberapa pemain mengalami kesulitan untuk bermain karena cedera, sementara yang lain memiliki kelemahan yang mengganggu performa mereka, seperti dalam aspek receiving. Kim Yeon-kyung dan Yang Hyo-jin pun harus merelakan posisi mereka di belakang Mega jika hanya mempertimbangkan efektivitas biaya," lanjut mereka.
Naver Sports juga menyebut Mega sebagai pemain terbaik ketika dilihat dari kinerja dan gaji, jika dibandingkan dengan pemain lokal, asing, dan kuota Asia. Hal ini terbukti dari berbagai statistik individu yang ia raih, termasuk posisinya yang berada di peringkat ketiga dalam daftar top skor sektor putri Korean V-League 2024/2025.
"Ia tidak kalah dibandingkan dengan pemain asing yang mendapatkan gaji antara $250.000 hingga $300.000. Bahkan, Mega menunjukkan keterampilan yang jauh lebih unggul dibandingkan beberapa pemain yang hanya 'asing dalam nama'. Ia berada di level yang memungkinkan untuk masuk seleksi jika mengikuti uji coba pemain asing," tutup mereka.
Sumber: Naver Sports