Iran menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan mereka sebelum pertandingan Piala Dunia 2022 melawan Inggris. Aksi itu merupakan bentuk dukungan untuk protes anti-pemerintah di negara asal mereka.
Dilansir BBC Sports, beberapa penggemar berteriak dan mencemooh selama lagu kebangsaan dan yang lainnya mengangkat tanda bertuliskan 'Perempuan, Kehidupan, Kebebasan'. Pelatih Iran Carlos Queiroz mengatakan para pemainnya bebas untuk protes.
Diketahui, telah terjadi tindakan kerasan terhadap protes di Iran yang dipicu oleh kematian tahanan Mahsa Amini pada bulan September. Amini yang berusia 22 tahun ditahan oleh polisi moral karena diduga melanggar aturan ketat seputar penutup kepala.
Aktivis hak asasi manusia mengatakan lebih dari 400 pengunjuk rasa telah tewas dan 16.800 lainnya ditangkap dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan Iran. Para pemimpin Iran mengatakan protes itu adalah kerusuhan yang didalangi oleh musuh asing.
Advertisement
Para pendukung Iran juga terdengar meneriakkan 'Ali Karimi' di babak pertama sehubungan dengan mantan pesepakbola yang merupakan salah satu pengkritik Republik Islam yang paling lantang dan salah satu wajah paling populer dari gerakan protes.
Para penggemar juga terdengar meneriakkan 'Be-Sharaf', yang berarti tidak terhormat dalam bahasa Persia. Ini adalah kata sifat yang digunakan pengunjuk rasa untuk melawan pasukan keamanan di Iran.
Berbicara sebelum pertandingan kapten Iran Ehsan Hajsafi mengatakan para pemain 'mendukung' mereka yang telah meninggal. Para pemain Iran juga menutupi lencana tim nasional mereka saat memainkan dua pertandingan pemanasan internasional pada bulan September.
"Sepak bola mencoba menggunakan kekuatannya untuk kebaikan."