Jelang Ballon D'Or, Ini Pro dan Kontra Gelar Messi Sebagai Pemain Terbaik FIFA

Jelang Ballon D'Or, Ini Pro dan Kontra Gelar Messi Sebagai Pemain Terbaik FIFA

Indra Cahya
Oleh Indra Cahya - Reporter
Jelang Ballon D'Or, Ini Pro dan Kontra Gelar Messi Sebagai Pemain Terbaik FIFA
Leonel Messi. ©REUTERS / Ueslei Marcelino

Selama sepuluh tahun terakhir, Ballon D'Or selalu didominasi oleh Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, kecuali tahun lalu di mana Luka Modric menang. Hal ini akan terjadi lagi di Ballon D'Or tahun ini.

Namun sebelumnya, proyeksi Ballon D'Or terlihat di penganugerahan gelar pemain terbaik FIFA, yang jatuh ke Lionel Messi.

Pada pengumuman yang digelar hari Rabu (24/9/2019) dini hari WIB, Lionel Messi meraih suara lebih banyak dari dua pesaingnya Cristiano Ronaldo dan Virgil van Dijk.

Kebetulan, tiga kandidat unggulan di Ballon D'Or juga ketiga pemain ini.

Bagi pemain dengan julukan La Pulga tersebut, ini menjadi gelar pertama yang diraih dalam format Pemain Terbaik FIFA. Akan tetapi, pada format yang berbeda, mega bintang Barcelona sudah pernah meraih gelar serupa.

Pada tahun 2019 lalu, Lionel Messi meraih gelar FIFA World Player of the Year. Sedangkan, saat memakai format FIFA Ballon d'Or, Messi meraihnya sebanyak empat kali, yakni pada 2010, 2011, 20102, dan 2015.

Sukses Lionel Messi meraih gelar Pemain Terbaik FIFA 2019 tidak lepas dari performa apiknya bersama Barcelona musim lalu. Tetapi, tetap ada pro dan kontra akan gelar yang diraih Messi.

Berikut deretan Pro dan Kontra dari gelar Messi, melansir dari laporan Bola.net.

Pro

Jurnalis Marca, Jaime Rincon, masuk dalam kelompok yang sepakat dan merasa Lionel Messi layak meraih Pemain Terbaik FIFA 2019. Rincon menyebut pemain berusia 32 tahun tersebut tampil bagus pada musim 2018/2019 lalu.

"Messi mencetak 51 gol dalam 49 pertandingan pada ajang La Liga, Copa del Rey dan Liga Champions. Dia juga memberi dengan 21 assist," ucap Rincon dikutip dari Marca.

Berkat torehan golnya yang gemilang, Lionel Messi menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga dan Liga Champions. Bukan hanya itu, jebolan La Masia juga meraih Sepatu Emas Eropa untuk musim 2018/2019.

"Adakah statistik yang lebih objektif dan statistik yang lebih menentukan dalam olahraga daripada statistik sebuah gol?," sambung Rincon.

Rinco mengakhiri pendapatnya dengan argumen bahwa gelar pemain terbaik diraih berdasar capaian individu sang pemain. Dan, dengan tolok ukur tersebut, maka Messi tidak perlu diragukan lagi.

Kontra

Kolega Jaime Rincon, Alvaro Roca, punya pendapat yang berbeda. Dia tidak sepakat jika Lionel Messi meraih gelar Pemain Terbaik FIFA 2019. Walaupun, dia mengakui Messi meraih sukses di Barcelona.

"Tapi sepak bola, sejauh yang saya tahu, bukan olahraga individu dan saya pikir bencana di Anfield, kekalahan di final Copa del Rey dan Copa America yang dilupakan harus berperan dalam keputusan ini," kata Roca.

Messi gagal di Liga Champions, di Copa del Rey dan tidak mampu meraih gelar bersama timnas Argentina. Dalih ini, khususnya kegagalan di timnas Argentina, membuat Roca tidak melihat Messi sebagai pemain terbaik dunia.

"Virgil van Dijk adalah pemain terbaik di Liverpool dan Premier League. Ia memimpin timnya meraih kemenangan di final Liga Champions," katanya.

Alvaro Roca sendiri lebih memilih Virgil van Dijk untuk menjadi Pemain Terbaik FIFA 2019.

Sumber: Bola.net
Reporter: Asad Arifin

Rekomendasi