Buon Compleanno, Juventus!Itu adalah ucapan selamat ulang tahun kepada Juventus. Ya, tepat hari ini, 1 November Juve merayakan ulang tahunnya yang ke 118.Klub dari kota Turin ini memang sangat fenomenal, khususnya di Italia. Betapa tidak, klub berjuluk La Vecchia Signora ini merupakan tim terbanyak yang mengoleksi gelar scudetto di Italia, yakni berjumlah 33 trofi.
Untuk menghormati ulang tahun Juventus, tak salah jika kita sejenak melihat ke masa lalu bagaimana perjuangan Juventus hingga saat ini. Seperti apakah cerita Si Nyonya Tua di masa lalu dan apa saja rintangan yang telah dihadapi? Berikut ulasannya!Awal berdiri
Pada tahun 1897, sekelompok pemuda berkeinginan membangun sebuah klub sepakbola baru. Saat itu ada tiga pertimbangan nama, yakni Societa Via Fort, Societa Sportiva Massimo D'Azeglio, dan Sport Club Juventus. Setelah mengalami perdebatan yang sengit, akhirnya dipilihlah Juventus sebagai nama klub yang bermarkas di Kota Turin.Alasan pemilihan nama Juventus sendiri karena dianggap lebih universal dan dekat dengan anak muda. Sesuai namanya, awal terbentuknya Juventus juga dipenuhi oleh anak-anak muda yang berusia 17 tahun sebagai yang tertua. Selebihnya masih 15 tahun. Kala itu hanya ada 15 orang yang menjadi pemain pertama Juve.Perkembangan Juventus bisa dikatakan lumayan cepat. Permainan mereka mampu mencuri perhatian publik dan mulai mendapat undangan untuk bertanding. Dari situ, muncullah ide untuk membuat jersey sendiri. Bagaimanakah Juve bisa memilih warna hitam putih? Simak selengkapnya dengan tombol 'NEXT' di bawah ini!
Advertisement
Jersey hitam-putih
Sebenarnya saat Juventus mulai bertanding secara resmi, mereka menggunakan warna pink untuk dijadikan ikon klub. Pemilihan warna 'unyu-unyu' ini sempat dipakai Juventus sejak berlaga di Liga Italia hingga tahun 1902.Suatu ketika Juventus yang ingin membeli kostum baru dengan warna tersebut, meminta kepada seorang pedagang kain di Turin. Pedagang tersebut lantas mendatangkan jersey dari koleganya di Notingham. Saat pesanan datang, warna jersey ternyata salah. Jersey yang datang justru berwarna hitam bergaris putih, mirip dengan corak Zebra. Karena tak ada pilihan lain, akhirnya Juve memakai jersey hitam-putih tersebut untuk bertanding. Sejak saat itu, julukan Juventus berubah menjadi I Bianconeri, yang berarti 'Si Putih-Hitam'.Gelar pertama Juventus
Kesuksesan Juventus meraih gelar Liga Italia terjadi setelah mereka resmi bergabung selama lima musim. Mereka meraihnya saat dipimpin oleh Eugenio Canfari dan saudaranya Enrico. Hanya saja keemasan tersebut tak bisa bertahan lama karena Perang Dunia I.Namun pada tahun 1923, Juventus disokong oleh Edoardo Agnelli dari keluarga Agnelli yang merupakan kemitraan olahraga tertua di Italia. Dari sinilah Juve bangkit dari keterpurukan. Bahkan Juventus menjadi klub profesional pertama di negara itu. Terbukti, tak lama setelah Agnelli berada di kursi Presiden Juventus, musim 1925-26, Bianconeri sukses meraih scudetto keduanya. Tentu saja hal itu tak lepas dari dukungan pelatih profesional bernama Jano Karoly.
Advertisement
Era keemasan Juve
Pada dekade 1980-an di bawah manajemen Giovanni Trapattoni, klub ini berhasil meraih tiga belas piala resmi dalam sepuluh tahun sampai tahun 1986, termasuk enam gelar liga dan lima gelar internasional. Juventus menjadi klub pertama dalam sejarah sepakbola Eropa telah memenangkan tiga kompetisi utama yang diselenggarakan oleh UEFA.Scandal Calciopoli
Ini merupakan sebuah masa di mana Juventus terpuruk. Di bawah kepemimpinan pelatih Fabio Capello pada tahun 2006 silam, Le Zebre tersandung skandal pengaturan skor yang biasa disebut Calciopoli. Alhasil, Federasi Sepakbola Italia menjatuhi hukuman kepada Juventus dengan terdegradasi ke Serie B untuk pertama kalinya dalam sejarah. Klub ini juga dilucuti dari dua gelar yang dibawa Capello pada tahun 2005 dan 2006. Tak hanya itu, Juventus harus memulai petualangannya di Serie-B dengan minus 17 poin. Akibat kejadian ini, sejumlah pemain andalan Juve memilih hengkang, di antaranya adalah Lilian Thuram, Gianluca Zambrota, Zlatan Ibrahimovic, Patrick Viera, Adrian Mutu dan Fabio Cannavaro. Bahkan pelatih Capello pun terbang ke Spanyol untuk menangani Real Madrid.
Advertisement
Kembalinya Juve ke Serie A
Musim 2007-08 Juventus kembali meniti perjalanan ke Serie A. Mantan manajer Chelsea, Claudio Ranieri ditunjuk menangani Juve selama dua musim. Namun kembali Si Nyonya Tua ke panggung bergengsi Italia tak berarti jalannya mulus. Pergantian pelatih pun tak terhindarkan karena dinilai tidak bisa memaksimalkan performa Juve.Sejak Dipecatnya Ranieri, silih berganti orang yang menduduki kursi kepelatihan Juventus, mulai dari Ciro Ferrara, Alberto Zaccheroni, dan lain sebagainya. Hingga Juventus menunjuk salah satu eks pemainnya, yakni Antonio Conte sebagai pelatih tim Zebra. Di tangan Conte, Juve langsung melonjak penampilannya. Musim pertama Conte menangani Juve, La Vecchia Signora langsung menjuarai Serie A Italia. Bahkan Juve mengakhiri kompetisi tanpa sekalipun mengalami kekalahan. Juventus menjadi tim pertama untuk musim tak terkalahkan dalam arus format 38 pertandingan.
Advertisement
Juventus saat ini
Di awal musim 2015-16, Juve masih kehilangan konsentrasi menghadapi liga domestik. Pasukan Buffon dkk masih melempem dan kini bertengger di posisi ke-12 dengan raihan poin 12 (3 kemenangan, 3 seri, dan 4 kekalahan).Meski begitu Juventus saat ini masih cukup mengerikan di kancah Eropa. Di ajang Liga Champions, Le Zebre memimpin grup D dengan 7 poin. Juve sukses mengalahkan Manchester City dan Sevilla. Sementara melawan Monchengladbach, pasukan Allegri hanya mampu bermain imbang.Itulah sekilas perjalanan Juventus yang kini genap berusia 118 tahun. Ke depannya, semoga Juve selalu mendapatkan yang terbaik. Buon Compleanno, Juve! Forza Juve!