Baru-baru ini, tanah sepakbola Spanyol tengah berkabung menyusul kabar meninggalnya mantan pelatih Barcelona fc, Tito Vilanova. Kepergian Tito menyisakan kepedihan yang mendalam, terlebih bagi para punggawa El Barca.Tito meninggal pada tanggal 25 April lalu karena kanker tenggorokan yang telah mengganggunya sejak 2 tahun belakangan. Sangat disayangkan, Tito meninggal di usia 45 tahun dan itu membuat para Cules berduka. Tak hanya keluarga besar Blaugrana, bahkan seluruh dunia pun merasakan kehilangan sosok Tito.Untuk mengenang Sang Pewaris strategi Josep Guardiola ini, berikut adalah momen-momen indah Tito bersama Barcelona. Rest in Peace Tito.
Advertisement
Tito Vilanova dulunya juga seorang pemain yang lahir dari sekolah sepakbola Barcelona, La Masia. Dia bergabung dengan La Masia sejak usia 16 tahun. Kala itu, Tito menjalani uji coba dari klub Figueres di musim 1984/85.Di La Masia itulah Tito berkembang menjadi pemain yang berkelas. Dia adalah seorang gelandang tengah yang memiliki skill luar biasa dan dikenal dengan kemampuan membaca permainan serta tendangan bebas yang di atas rata-rata.
Advertisement
Tito dan Pep memang terkenal sebagai sahabat karib sejak pertemuannya pada 30 Juni 1989. Dia bersama Jordi Roura dan Aureli Altimira menjalin persahabatan yang kental di Barcelona.Pep sangat menyukai Tito, sebab kepribadiannya yang tak gampang menyerah sangat cocok dengan Pep.
Advertisement
Sebagai pemain Barcelona, Tito bermain untuk tim utama di dua laga persahabatan pada tahun 1989. Setelah itu ia memutuskan untuk membela Figueres, Celta, Badajoz, Mallorc, Lleida, Elche, dan Gramenet, hingga kemudian akhirnya memutuskan pensiun sebagai pemain. Lantas, Tito memulai karir kepelatihannya dengan menangani tim U-14 Barcelona, yang terdiri dari beberapa pemain bintang seperti Gerard Pique, Cesc Fabregas, dan Lionel Messi. Setelah itu, ia sempat menangani tim lain seperti Palafrugell, Figueres, dan Terassa.
Advertisement
Setelah mengembara meniti karir di beberapa klub, akhirnya Tito kembali ke tim yang membesarkan namanya, Barcelona. Kala itu dia menjadi asisten dari Pep di Barca B yang membantu tim promosi ke divisi 2B.Tahun berikutnya, Tito dan Pep diangkat untuk menukangi tim utama Barcelona. Hasilnya cukup memuaskan. Tak kurang dari 14 gelar penting diraih dalam kurun waktu 4 tahun. Tim menulis ulang buku sejarah di tahun 2009 dengan memenangkan enam trofi yang tersedia di semua kompetisi: Liga Champions, La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antar Klub.
Advertisement
Keputusan Pep meninggalkan Barcelona membuat banyak pihak terkejut. Hingga akhirnya sosok yang paling tepat menggantikannya adalah Tito. Pada tanggal 27 April 2012, Tito resmi menjabat sebagai manager baru Barcelona.Di luar dugaan, Tito ternyata mewarisi hampir keseluruhan kedigdayaan Pep. Barca memenangkan gelar juara liga. Mereka mendominasi kompetisi, memimpin tabel persaingan dari hari pertama dan mendapat 100 poin dari kemungkinan maksimal 114 untuk menyamai rekor Real Madrid di musim 2011/12. Tim juga mencatatkan rekor produktifitas gol dengan 115 gol di 38 laga atau rata-rata tiga gol per laga.
Advertisement
Berkat bakatnya yang luar biasa mengasuh anak didik di Blaugrana, Tito berhasil mendapatkan penghargaan individu dari harian marca dan Mundo Deportivo. Tito menyandang gelar The Best Manager.Eks manajer Bayern Munich, Jupp Heynckes diundang untuk mempersembahkan penghargaan dari media Catalan tersebut, yang kemudian diterima oleh Andoni Zubizarreta.
Advertisement
Penyakit kanker tenggorokan yang menyerang Tito membuatnya sering absen untuk mendampingi Barcelona di lapangan. Tanggal 22 November 2012, dia harus menjalani perawatan hingga tak bisa selalu hadir di setiap pertandingan anak asuhnya. Namun ia tetap berusaha sembuh untuk kembali bersama Xavi dkk.Hingga akhirnya, pada 19 Juli 2013 lalu Tito mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri dari kursi pelatih karena kesehatannya yang tak kunjung membaik. Dia meminta maaf pada seluruh pemain, staff, dan pendukung Barca tidak bisa lagi melanjutkan tugas meracik strategi bersama tim.
Advertisement
Hingga akhirnya, tepat tanggal 25 April 2014, Tito mengembuskan napas terakhirnya dan menyerah setelah berjuang mati-matian melawan penyakit kanker tenggorokan.Kepedihan jelas menyelimuti Barcelona. Para pemain merasa kehilangan sosok yang sangat dicintai. Sebagai pelatih, Tito dikenal sebagai sosok yang amat kritis, jeli, dan kerap banyak melakukan gestur yang eskpresif ketika ia mendampingi timnya di pinggir lapangan. Hal itu yang tak bisa dilupakan oleh para punggawa El Barca.
Advertisement
Tak hanya pemain Barca, bahkan beberapa pemain rival, yaitu Real Madrid sangat merasa kehilangan. Mereka mengungkapkan perasaan kehilangan tersebut dalam berbagai ungkapan. Lionel Messi: Saya tak akan pernah melupakanmu Tito. Kami akan selamanya bersamamu. Cinta saya untuk semua keluargamu.Pep Guardiola: Sulit bagi saya untuk mengikuti laga hari ini. Tito lebih dari teman. Kesedihan yang saya rasakan akan terus bertahan sepanjang hidup saya. Kita berdua sama-sama muda, kita ingin menaklukkan dunia dan kita sudah berhasil melakukannya. RIP Tito.Eric Abidal: Untuk semua yang pernah kita lalui bersama, saya akan selalu mengingatmu kawan. Terima kasih telah berjuang. Cinta dan dukungan saya untuk keluargamu.Victor Valdes: Tito Vilanova, salah satu pelatih terbaik yang pernah saya miliki dalam karier saya. Terima kasih untuk semua yang telah kamu berikan kepada kami. RIP.Rafael Nadal (tenis): Dukungan penuh saya untuk keluarga Tito. Ini adalah tragedi yang besar. Dukungan terbaik saya untuk istri dan anak-anak Tito.Fernando Alonso (F1): Ini hari yang sedih. Semoga beristirahat dalam damai Tito Vilanova. Penyakit sialan.Alberto Contador (balap sepeda): Belasungkawa terdalam saya untuk keluarga Tito Vilanova. Penyakit sialan! RIP.Michel: Selamat jalan Tito. Kanker sialan itu akhirnya menghentikanmu mengejar semua hal-hal hebat. Tapi kamu sudah berhasil menjadi hebat dengan waktu yang kamu miliki.Andres Iniesta: Saya kehilangan kata-kata. Kamu adalah dan akan tetap menjadi teladan bagi kami, saya bangga pernah menjadi bagian dari hidupmu. Saya tak akan melupakanmu. Semoga keluargamu diberi kekuatan. Beristirahatlah dalam damai, pelatih. Salam cium.Cesc Fabregas: Saya pertama kali bertemu denganmu 14 tahu lalu dan saya bisa katakan hanya ada sedikit orang sepertimu. Terima kasih karena selalu percaya kepada saya, membantu saya berkembang dan melalui banyak halangan personal maupun profesional. Kamu akan selalu punya tempat di hati kami. Beristirahatlah dalam damai Tito.Iker Casillas: Hari yang sangat sedih bagi dunia sepakbola. RIP Tito Vilanova. Kamu adalah teladan bagi kami semua dalam hal kekuatan dan keberanian.Sergio Ramos: Semoga semua keluarga dan teman Tito Vilanova diberi kekuatan. Tito adalah contoh nyata kekuatan dan keberanian bertarung bagi kita semua. RIP.Alvaro Morata: Sepakbola menangis hari ini dengan kepergianmu Tito. Kami semua menangis. Lupakan sejenak warna kita (klub). RIP.