Suporter sepakbola Rusia yang dibebaskan dari penjara mengungkapkan beberapa hal mengenai penahanan mereka usai pertikaian. Salah satu suporter mengaku, selama ditahan tidak perlakukan secara manusiawi.Seperti yang dilansir Rt.com, salah satu warga negara Rusia yang pernah ditahan bernama Artem Kurochkin mengaku, pertikaian dengan fans tuan rumah Polandia sebenarnya diprovokasi oleh hooligans setempat dan mereka hanya mempertahankan diri."Kami sering bepergian keliling Eropa bahkan ke negara lain untuk menyaksikan sepakbola, namun kami belum pernah melihat konflik seperti yang terjadi di Polandia," ujar Artem kepada kantor berita ITAR-TASS. "Orang-orang Polandia melancarkan agresi mereka secara terang-terangan. Pada saat berparade kami menemukan slogan-slogan dan spanduk anti Rusia," imbuh dia.Pemuda ini juga mengatakan polisi Polandia tidak memperlakukan mereka dengan ramah. Saat Artem dan lainnya duduk terborgol di mobil polisi, petugas polisi bertanya, apakah mereka menikmati tinggal di warsawa dan gas air mata di dalam mobil dengan pintu tertutup. "Ini seperti ruang gas sungguhan," ujar dia.Adapun kondisi di pusat penahanan, mereka ditahan dengan sel berlapis dan hanya mengetahui hasil laga Piala Eropa 2012 melalui radio. Sampai saat ini tiga warga Rusia masih di penjara. Mereka dijatuhkan hukuman 2 sampai 3 bulan penjara dengan tuduhan perkelahian dan penyerangan polisi. Lebih dari 200 orang yang ditahan sebelum dan sesudah laga Polandia melawan Rusia berakhir imbang, 25 di antara tahanan tersebut adalah warga Rusia.