PSSI Siapkan Stadion Manahan Untuk Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Jumat, 16 Agustus 2019 20:20 Reporter : Arie Sunaryo
PSSI Siapkan Stadion Manahan Untuk Tuan Rumah Piala Dunia U-20 PSSI Siapkan Stadion Manahan Untuk Tuan Rumah Piala Dunia U-20. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Stadion Manahan Solo, yang tengah direnovasi, menjadi salah satu dari 8 stadion yang dipilih PSSI untuk bidding tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destinasi mengatakan, saat ini PSSI tengah melengkapi dokumen administrasi 8 stadion yang diajukan. PSSI, lanjut Tisha, mempunyai tenggat waktu hingga Agustus 2019 untuk melengkapi dokumen yang disyaratkan FIFA.

"Kita masih punya waktu sampai Desember. Yang terpilih nanti bisa menjadi hosting (tuan rumah) pagelaran FIFA U-20 World Cup," ujar Tisha kepada wartawan di Rumah Dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Jumat (16/8).

Hari ini, dikatakannya, ia bersama Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo melakukan penandatanganan perjanjian host city agreement. Yakni terkait penawaran Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, yang melibatkan tiga pihak antara FIFA, PSSI, dan Pemkot Solo.

Menurut Tisha, Indonesia akan bersaing dengan sejumlah negara yang juga melakukan bidding. Yakni Brazil, Peru, Thailand dan Myanmar yang mengajukan join bidding, serta Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) yang juga join bidding. Stadion Manahan, kata dia, sudah memenuhi standarisasi FIFA. Diantaranya kapasitas tempat duduk minimal 5.000 single seat. Jika terpilih maka Stadion Manahan akan menjadi stadion utama baik untuk tim Indonesia ataupun tim besar lainnya.

Selain Manahan sebagai stadion utama, dibutuhkan lima lapangan pendamping untuk latihan. Sementara itu 7 lain yang dipilih yakni Stadion Utama GBK Jakarta, Stasion Pekansari, Stadion Mandala Krida, Stadion Jalak Harupat, Stadion Wibawa Mukti, Stadion Patriot, serta Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali.

Lima stadion tersebut yang dipakai dalam ajang Asian Games lalu sedangkan tiga lainnya merupakan stadion baru. Yakni Stadion Manahan, I Wayan Dipta serta Mandala Krida.

Tisha optimistis peluang Indonesia cukup besar untuk terpilih sebagai tuan rumah dalam laga yang akan diikuti 24 negara tersebut. Keyakinan tersebut berdasarkan portofolio pelaksanaan Asian Games yang luar biasa, serta sejumlah turnamen sepakbola internasional yang berhasil digelar di Indonesia.

"Tahun 2018 PSSI bidding 10 turnamen sepakbola untuk datang ke Indonesia. Tujuh turnamen FIFA hosting di Indonesia, tiga turnamen tingkat Asia. Kita naikkan reputasi kita dulu sehingga terjalin hubungan baik dengan FIFA maupun AFC dan stakeholder internasional. Baru kita coba gelaran di atasnya," jelasnya.

Bidding menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tersebut, menurut Tisha ada perhitungannya. Yakni target jangka panjang lolos menjadi tuan rumah olimpiade 2024. Hal itu yang digaungkan di Kongres PSSI 2018.

Dalam kesempatan sama, Wali Kota Hadi Rudyatmo yakin 99,9 persen jika Indonesia akan lolos sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Jika Stadion Manahan terpilih, Pemkot Solo akan menyiapkan 5 lapangan pendamping untuk latihan. Kelima lapangan tersebut adalah Kottabarat, Sriwedari, Banyuanyar, Sriwaru, Karangasem atau Sumber.

"Kita tinggal tambah fasilitas toilet dan ruang ganti," pungkas Rudy. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Piala Dunia U 20
  2. PSSI
  3. Surakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini