Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kick Off Lawan Iran, Inggris Bakal Berlutut Simbol Lawan Diskriminasi RAS

Kick Off Lawan Iran, Inggris Bakal Berlutut Simbol Lawan Diskriminasi RAS Latihan Timnas Inggris. ©2022 REUTERS/Carl Recine

Merdeka.com - Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate mengatakan, timnya akan berlutut sebelum pertandingan pembukaan Grup B Piala Dunia 2022 melawan Iran, Senin (21/11) malam WIB. Aksi tersebut dilakukan sebagai simbol perlawanan terhadap diskriminasi ras.

Gestur berlutut sebelum pertandingan belakangan memang kerap dilakukan pesepak bola Inggris. Gerakan anti-rasisme ini mulai diperagakan di Liga Premier pada tahun 2020, dengan timnas Inggris melakukan hal yang sama di pertandingan internasional berikutnya.

Southgate pun telah mengonfirmasi bahwa Three Lions bakal terus melakukannya di Piala Dunia Qatar 2022, dimulai dengan pertandingan Grup B melawan Iran, Senin (21/11).

"Kami telah membahas tentang berlutut dan kami merasa kami harus melakukannya," kata Southgate, dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Marca, Minggu (20/11).

"Itulah yang kami perjuangkan sebagai sebuah tim, dan kami telah melakukannya untuk jangka waktu yang lama," sambungnya.

"Kami memahami di Liga Premier bahwa klub-klub telah memutuskan untuk hanya melakukannya untuk pertandingan-pertandingan tertentu, acara-acara besar. Kami merasa ini adalah yang terbesar," pungkas pelatih 52 tahun itu.

Ban Kapten One Love

Sementara itu, Kapten Timnas Inggris Harry Kane berkeras akan mengenakan ban lengan one love di Piala Dunia. Padahal FIFA telah memberi teguran keras kepada federasi sepak bola Inggris (FA) agar Timnas Inggris tidak memakai ban kapten one love selama gelaran Piala Dunia 2022.

Merujuk Independent, Kane dan Gareth Bale dari Wales termasuk di antara tujuh kapten yang akan mengenakan ban kapten one love. Selain mereka yakni kapten Belgia, Denmark, Belanda, Jerman dan Swiss.

Kampanye ini dirancang untuk menyoroti diskriminasi terhadap komunitas LGBTQ+ di Qatar dan keprihatinan atas kesejahteraan buruh migran.

Prancis juga diharapkan untuk berpartisipasi, tetapi kapten Hugo Lloris telah memutuskan untuk tidak ambil bagian, untuk menunjukkan rasa hormat kepada Qatar.

FIFA Luncurkan Ban Kapten Anti-Diskriminasi Khusus Piala Dunia 2022

FIFA meluncurkan ban kapten anti-diskriminasi khusus Piala Dunia 2022, Sabtu (19/11). Ban kapten ini merupakan buah kerja sama antara tiga badan PBB jelang pementasan turnamen.

Ban kapten ini mengusung tema sosial yang berbeda pada setiap putarannya. Pesan termasuk #SaveThePlanet, #NoDiscrimination dan #FootballUnitesTheWorld, yang akan dikenakan selama putaran pertama permainan grup.

FIFA pun telah menginstruksikan semua negara yang bersaing untuk mengenakan ban kapten mereka. Namun, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Asosiasi Sepak Bola Wales menyatakan bakal terus maju dengan kampanye One Love.

"Kami menghormati permintaan FIFA tetapi kami berkomitmen untuk mengenakan ban lengan One Love kami di Piala Dunia ini," kata sumber FA.

Mark Bullingham, kepala eksekutif FA, sebelumnya mengatakan Inggris siap menghadapi risiko didenda oleh badan pengatur sepak bola dunia itu. Tidak jelas apakah FIFA akan menindaklanjuti ancaman mereka.

Reporter: Jule Putra

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP