Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak Hanya Pengaruhi Fisik, Makanan yang Kamu Konsumsi Juga Bisa Pengaruhi Emosi

Tak Hanya Pengaruhi Fisik, Makanan yang Kamu Konsumsi Juga Bisa Pengaruhi Emosi Ilustrasi makan makanan berlemak. ©Shutterstock.com/Peter Bernik

Merdeka.com - Makanan yang kamu konsumsi bisa memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi tubuhmu. Hal ini bisa menentukan kesehatanmu serta risiko penyakit apa yang mungkin muncul.

Selama ini sudah banyak diketahui bahwa konsumsi makanan tertentu bisa sangat mempengaruhi kesehatan. Namun ternyata makanan tertentu juga dapat membuatmu mengalami kondisi mental dan emosi tertentu.

Dilansir dari Medical Daily, sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa makanan yang kamu konsumsi tak hanya berpengaruh secara fisik saja. Lebih dari itu, makanan yang kamu konsumsi ini bisa mempengaruhi mental dan emosi yang kamu miliki.

Sejumlah penelitian mengungkap bahwa jenis makanan yang kamu konsumsi bisa menentukan apakah kamu bakal mengalami depresi atau tidak. Hal ini tentu harus membuatmu sangat berhati-hati dalam memilih makanan untuk dikonsumsi.

"Penelitian menunjukkan bahwa apa yang kamu makan bakal sangat mempengaruhi mood," jelas Umadevi Naidoo, direktur Nutritional and Lifestyle Psychiatry di Massachusetts General Hospital, Boston.

Makanan Kaya Serat Mengurangi Risiko Depresi

serat mengurangi risiko depresiRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Penelitian lain yang dipublikasikan pada European Journal of Nutrition dan Psychosomatic Medicine Journal menunjukkan kesimpulan yang sama. Kedua penelitian ini mengungkap bahwa mengonsumsi sayur dan buah serta bahan makanan kaya serat menurunkan peluang seseorang mengalami depresi.

Beragamnya pilihan makanan kita bisa membuat pilihan yang menentukan mood ini sangat sulit untuk ditentukan. Namun pola depresi cenderung muncul ketika mengonsumsi pola makan sehat muncul pada penelitian ini.

Usus Terhubung dengan Otak

dengan otakRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Peneliti percaya bahwa usus kita terhubung dengan otak. Oleh karena itu, muncul hubungan antara bagaimana makanan yang kita konsumsi mempengaruhi mood yang dimiliki.

Pada penelitian terpisah yang diterbitkan pada Nature Microbiology, sekitar 2.000 mikrobioma rang dewasa dipelajari. Diketahui bahwa pada mereka yang menunjukkan tanda depresi, mereka mengalami kekurangan bakteri baik di dalam perut.

"Kita tahu bahwa bakteri baik di usus memproduksi banyak neurotransmitter yang mempengaruhi mood seperti neurofiferin dan asam gamma-aminobutyrik," ungkap Drew Ramsey, penulis buku Eat Complete.

Makanan Olahan Menyebabkan Masalah Kesehatan

menyebabkan masalah kesehatanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Secara konsisten, penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan olahan bisa menyebabkan masalah kesehatan. Berbagai masalah seperti tingginya tingkat kolesterol, gula darah, serta masalah metabolisme lain.

Berdasar sebuah penelitian yang dilakukan European Journal of Nutrition, seseorang yang mengonsumsi makanan olahan memiliki risiko tinggi mengalami depresi. Diketahui bahwa terdapat perbedaan sebesar 33 persen dibanding mereka yang mengonsumsi makanan ini dalam jumlah minimal.

"Makanan ini cenderung kekurangan berbagai nutrisi penting seperti asam lemak omega 3 dan vitamin B yang memiliki peran krusial pada kesehatan otak," ungkap Samantha Heller, pakar nutrisi dari New York.

Makanan olahan ini cenderung kekurangan serat dibanding pada makanan yang diolah secara alami. Oleh karena itu, mengonsumsi makanan ini bisa membuat mood yang kamu miliki menurun secara drastis.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP