Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Susah Tidur hingga Tak Bisa Ereksi Hantuin Pasien Long Covid

Susah Tidur hingga Tak Bisa Ereksi Hantuin Pasien Long Covid cara mengatasi susah tidur. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyintas long covid masih banyak yang mengeluhkan berbagai macam gejala bahkan setelah beberapa minggu atau bulan setelah terbebas dari covid-19. Kelelahan atau fatigue menjadi gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh pasien long covid.

"Yang paling umum adalah kelelahan kemudian batuk, sesak napas juga masih nyeri tenggorokan," kata dokter spesialis Paru konsultan Erlina Burhan dalam podcast bersama Deddy Corbuzier seperti yang dikutip dari Liputan6.com yang ditulis Sabtu (23/10/2021).

Tak hanya masalah paru, keluhan yang dirasakan penyintas covid juga masalah susunan gangguan pusat dan gangguan kognitif.

"Pada yang mengalami gangguan kognitif, orang long COVID itu merasa susah tidur, susah konsentrasi, alami amnesia sesaat, banyak lupa," kata Erlina.

Pada wawancara tersebut, Deddy juga bertanya mengenai kebenaran orang yang alami long COVID-19 jadi tidak bisa ereksi. Mengenai hal itu, Erlina mengatakan bahwa hal itu bisa saja terjadi mengingat COVID-19 adalah penyakit sistemik yang menyerang seluruh sistem.

"Bisa terjadi trombosis, sumbatan, kelainan di pembuluh darah. Tapi itu hanya sementara," katanya menjelaskan.

Lebih lanjut, Erlina mengatakan jika penyintas covid-19 masih merasakan gejala-gejala, lebih baik segera memeriksakan diri ke dokter. Sehingga bisa mendapat saran terbaik untuk mengatasi gejala yang timbul.

"Ke dokter untuk diidentifikasi masalah apa saja. Kadang-kadang pada orang tertentu merasa ada masalah, tapi setelah dicek baik-baik saja. Maka dari itu pengecekan dari dokter bakal tahu harus apa," ujarnya.

Pada orang yang amat peduli pada kualitas hidup, ia akan merasakan kondisi yang tidak menyenangkan meski sudah dinyatakan sembuh COVID-19. Seperti pasien Erlina yang biasanya seminggu sekali mampu berlari hingga 1 -5 kilometer tapi usai sembuh COVID-19 masih sulit berlari malah jalan kaki saja sudah ngos-ngosan.

"Jadi, perubahan ini begitu berarti untuk orang seperti itu," kata dokter yang praktik di RSUP Persahabatan Jakarta ini.

Oleh karena itu, Erlina berpesan segeralah pergi ke dokter untuk memeriksakan diri jika keluhan sisa tidak kunjung membaik.

Liputan6.com/Benedikta Desideria

(mdk/ttm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP