Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Risiko autis terlihat dari bentuk plasenta bayi

Risiko autis terlihat dari bentuk plasenta bayi Ilustrasi bayi. ©Shutterstock.com/Elena Stepanova

Merdeka.com - Setelah dilahirkan, plasenta bayi biasanya langsung dibuang karena sudah tak diperlukan lagi. Padahal bentuk plasenta juga bisa memberikan informasi mengenai risiko autis yang mengenai bayi tersebut.

Penelitian yang mengamati 217 plasenta bayi saat lahir menemukan bahwa plasenta bayi yang memiliki kelainan genetik dan berisiko tinggi terkena autisme memiliki lipatan dan yang tidak normal.

"Perbedaan tersebut sangat mencolok. Plasenta bayi yang berisiko terkena autis sangat terlihat berbeda," ungkap Dr Cheryl K Walker, ahli kandungan dari Mind Institute di University of California, Davis, seperti dilansir oleh New York Times (25/04).

"Akan sangat menarik jika terdapat tanda biologis nyata yang bisa dilihat sejak anak lahir," ungkap Dr Tara Wenger, peneliti dari Center for Autism Research di Hospital of Philadelphia yang tidak ikut dalam penelitian.

Dr Harvey J Kliman, peneliti di yale School of Medicine dan ketua peneliti menjelaskan bahwa selama ini tak banyak orang yang memperhatikan plasenta bayi ketika lahir. Namun kini peneliti mulai tertarik untuk mengaitkan tanda yang ditunjukkan oleh plasenta dengan masalah yang mungkin muncul di masa depan.

Pada tahun 2006, Dr Kliman dan koleganya menemukan bahwa plasenta anak autis memiliki lipatan tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan anak yang tak memiliki autisme. Peneliti mengharapkan akan lebih banyak penelitian mengenai plasenta di masa depan, terutama untuk mencari tahu penyebab autisme. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP