Berhenti Pakai Cotton Bud, Ini Cara Aman Bersihkan Telinga Menurut Dokter THT

Gunakan tisu yang digulung untuk membersihkan telinga atau mengeringkan bagian dalam telinga setelah mandi, bukan cotton bud.

Benedikta Desideria
Oleh Benedikta Desideria - Reporter
Berhenti Pakai Cotton Bud, Ini Cara Aman Bersihkan Telinga Menurut Dokter THT
Ilustrasi telinga (copyright Freepik) (© 2025 Liputan6.com)

Dokter THT memberikan peringatan agar tidak membersihkan telinga menggunakan cottonbud. Penggunaan cottonbud yang keras dapat berisiko melukai atau bahkan merobek gendang telinga jika dimasukkan terlalu dalam, yang dapat mengganggu kemampuan pendengaran. Lantas, apa cara yang aman untuk membersihkan telinga? Dr. dr. Harim Priyono SpTHT-KL (K) Harim menjelaskan bahwa beberapa orang merasa tidak nyaman dengan kondisi liang telinga yang lembab setelah mandi. Untuk mengatasi masalah tersebut, ia merekomendasikan penggunaan tisu lembut sebagai alternatif, bukan cottonbud.

“Bilamana ingin menghilangkan air yang masuk ke liang telinga, gunakanlah tisu lembut. Tisu tersebut dipilin dan dimasukkan ke liang telinga untuk menyerap air,” ungkap pakar otologi itu dalam wawancara beberapa waktu lalu. Jika tisu tersebut secara tidak sengaja menyentuh gendang telinga, tidak akan menyebabkan cedera. Hal ini berbeda dengan cottonbud, yang dapat merusak atau bahkan merobek gendang telinga jika digunakan dengan cara yang tidak tepat.

Sebagaimana kita ketahui, gendang telinga adalah organ yang berfungsi untuk menerima getaran suara dari luar dan meneruskannya ke tulang pendengaran di telinga bagian tengah. Meskipun ukurannya kecil, peran gendang telinga sangat penting dalam proses mendengar, dilansir Merdeka.com dari berbagai sumber pada, Selasa(15/4/2025).

Lakukan Pemeriksaan ke Dokter THT setiap Enam Bulan

Setop Pakai Cottonbud, Dokter THT Sarankan Cara Aman Bersihkan Telinga Usai Mandi
Ilustrasi telinga (copyright Freepik) © 2025 Liputan6.com

Harim menekankan pentingnya bagi masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan telinga secara rutin setiap enam bulan. Pemeriksaan ini tidak hanya untuk mengetahui kondisi telinga, tetapi juga untuk membersihkan earwax yang dapat menumpuk dengan menggunakan alat yang sesuai. "Cukup 6 bulan sekali diperiksakan telinga ke dokter THT. Terpenting cari interval untuk mengetahui kapan earwax menumpuk," ujarnya.

Selain itu, Harim menjelaskan bahwa setiap individu memiliki tingkat produksi earwax yang berbeda. Bahkan, kondisi setiap telinga pun bisa bervariasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jarak waktu yang tepat untuk membersihkan earwax agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan.

Rekomendasi