Ciri-Ciri Awal Tubuh Terserang Diabetes, Pahami demi Pengobatan Terbaik

Apakah Anda sering mengalami rasa haus yang berlebihan, mulut kering, atau kulit yang gatal?

Nurul Diva
Oleh Nurul Diva - Reporter
Ciri-Ciri Awal Tubuh Terserang Diabetes, Pahami demi Pengobatan Terbaik
ilustrasi kulit gatal (istockphoto) (© 2025 Liputan6.com)

Diabetes adalah penyakit yang sering kali tidak disadari pada tahap awal karena gejalanya cenderung ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali. Namun, jika tidak ditangani dengan segera, diabetes dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh seiring berjalannya waktu. Salah satu cara paling efektif untuk mencegah komplikasi diabetes adalah dengan mengenali gejala-gejala awal yang bisa menjadi sinyal bahwa tubuh Anda mulai terpengaruh oleh penyakit ini. Tanda-tanda seperti mulut kering dan kulit gatal merupakan beberapa indikasi bahwa kadar gula darah Anda mulai tidak terkontrol.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah mulai mengembangkan diabetes, karena gejalanya muncul secara perlahan. Beberapa ciri-ciri yang sering diabaikan, seperti rasa haus yang berlebihan, frekuensi buang air kecil yang meningkat, serta kulit yang gatal, seharusnya dapat memberikan peringatan. Dengan mengenali tanda-tanda awal ini, Anda dapat lebih cepat mencari bantuan medis yang tepat untuk mencegah diabetes berkembang lebih lanjut.

Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai ciri-ciri awal yang menunjukkan bahwa tubuh Anda mulai diserang diabetes, serta cara untuk mengenali dan menanganinya. Dari rasa lapar yang berlebihan hingga penurunan berat badan yang tidak disengaja, setiap gejala tersebut memiliki hubungan langsung dengan gangguan metabolisme tubuh yang mempengaruhi kadar gula darah. Dengan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang gejala-gejala ini, Anda dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan Anda. Berikut adalah informasi lebih lanjut yang dirangkum dari merdeka.com, Sabtu (29/3).

Ciri-Ciri Awal Ketika Tubuh Mulai Diserang Diabetes: Meningkatnya Rasa Lapar

Salah satu tanda awal yang sering muncul pada penderita diabetes adalah meningkatnya rasa lapar yang tidak biasa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa (gula) secara optimal, baik karena kurangnya produksi insulin maupun adanya resistensi terhadap insulin. Akibat dari situasi ini adalah, meskipun Anda mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup, tubuh tetap kekurangan energi, sehingga muncul rasa lapar yang lebih kuat dari biasanya. Menurut informasi yang dihimpun dari webmd.com, berikut adalah beberapa ciri awal yang dapat dikenali:

  1. Peningkatan Rasa Lapar Tanpa Sebab Jelas: Ketika tubuh tidak mampu mengolah glukosa dengan baik, otak akan merasakan kekurangan energi, yang kemudian memicu rasa lapar. Anda mungkin akan merasa ingin makan lebih banyak meskipun sudah makan.
  2. Mengalami Lapar Ekstrem Setelah Makan: Meskipun sudah mengonsumsi makanan dalam porsi yang normal, tubuh Anda tetap merasakan lapar karena sel-sel tidak dapat memanfaatkan glukosa dengan efisien.
  3. Tanda Awal Diabetes Tipe 2: Rasa lapar yang meningkat sering kali menjadi indikasi awal diabetes tipe 2, di mana tubuh mengalami resistensi terhadap insulin dan tidak dapat mengolah gula darah dengan baik.

"Tubuh Anda mengubah makanan yang Anda makan menjadi glukosa, yang digunakan sel-sel Anda untuk energi. Namun, sel-sel Anda membutuhkan insulin untuk menyerap glukosa. Jika tubuh Anda tidak memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau sama sekali tidak memproduksi insulin, atau jika sel-sel Anda menolak insulin yang diproduksi tubuh Anda, glukosa tidak dapat masuk ke dalamnya dan Anda tidak memiliki energi. Hal ini dapat membuat Anda lebih lapar dari biasanya." tulis laman tersebut.

Sering Alami Kelelahan dan Buang Air Kecil Terus-Menerus

Ciri-Ciri Awal yang Jadi Sinyal Tubuh Mulai Diserang Diabetes, Ada Mulut Kering Sampai Kulit Gatal
ilustrasi kulit gatal (istockphoto) © 2025 Liputan6.com

Gejala awal diabetes sering kali mencakup kelelahan yang berlebihan dan frekuensi buang air kecil yang meningkat. Kelelahan ini muncul karena tubuh tidak mampu memanfaatkan glukosa dengan baik sebagai sumber energi, sedangkan buang air kecil yang sering terjadi disebabkan oleh usaha tubuh untuk mengeluarkan kelebihan gula melalui urine. Kedua gejala ini biasanya muncul secara bersamaan pada individu yang baru mulai mengalami diabetes.

  1. Kelelahan yang Tidak Dapat Dijelaskan: Ketika tubuh kekurangan glukosa sebagai energi, Anda akan merasa lebih cepat lelah meskipun sudah cukup tidur.
  2. Frekuensi Buang Air Kecil yang Meningkat akibat Kelebihan Gula: Untuk mengatasi kelebihan gula, tubuh meningkatkan produksi urine, sehingga menyebabkan Anda buang air kecil lebih sering dari biasanya.
  3. Dehidrasi yang Disebabkan oleh Peningkatan Frekuensi Kencing: Kegiatan buang air kecil yang berlebihan dapat berujung pada dehidrasi, yang pada gilirannya memperburuk rasa lelah dan menyebabkan mulut terasa kering.

Mulut Terasa Kering serta Kulit Terasa Gatal Juga Kering

Mulut yang kering serta kulit yang terasa gatal dan kering adalah gejala umum yang menunjukkan bahwa tubuh sedang berusaha mengatasi kadar gula darah yang tinggi. Gejala ini sering dialami oleh penderita diabetes, dan muncul akibat kehilangan cairan yang signifikan melalui buang air kecil yang berlebihan, sehingga menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi ini selanjutnya berkontribusi pada keringnya kulit, rasa gatal, dan mulut yang terasa kering.

  1. Mulut Kering dan Dehidrasi: Ketika tubuh mengalami kekurangan cairan akibat sering buang air kecil, mulut akan terasa kering, yang dapat memicu rasa haus yang berlebihan.
  2. Kulit yang Gatal dan Kering: Kekurangan cairan dalam tubuh juga berdampak pada kelembapan kulit, menyebabkan kulit menjadi kering, gatal, dan terkadang mengalami pengelupasan.
  3. Gejala Awal Diabetes yang Sering Diabaikan: Kulit yang kering dan gatal bisa menjadi tanda awal diabetes, namun sering kali gejala ini diabaikan hingga kondisinya semakin memburuk.

Sering Merasa Haus dan Pengelihatan Kabur

Diabetes dapat mengakibatkan penglihatan yang kabur. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang mengubah keseimbangan cairan dalam tubuh, sehingga mempengaruhi lensa mata dan mengganggu kemampuan mata untuk fokus dengan baik. Selain itu, saat tubuh berusaha mengatasi kelebihan gula dengan meningkatkan frekuensi buang air kecil, Anda akan merasakan haus yang lebih sering dan membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan biasanya.

  1. Penglihatan Kabur Akibat Kelebihan Gula: Kelebihan gula dalam darah dapat mempengaruhi kemampuan mata untuk fokus, menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan tidak jelas.
  2. Haus Berlebihan sebagai Gejala Diabetes: Karena tubuh mencoba mengeluarkan kelebihan gula melalui urine, Anda akan merasa haus terus-menerus sebagai respon tubuh terhadap dehidrasi.
  3. Gangguan Penglihatan sebagai Tanda Peringatan: Penglihatan kabur bisa menjadi tanda peringatan dari diabetes yang perlu segera ditangani agar tidak menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

Penurunan Berat Badan yang Tidak Disengaja dan Kulit Berubah Menjadi Gelap

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan serta perubahan warna kulit, terutama di area lipatan tubuh seperti leher dan ketiak, adalah gejala diabetes yang harus diwaspadai. Ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan glukosa sebagai sumber energi, ia akan mulai membakar lemak dan otot untuk memenuhi kebutuhan energinya, yang mengakibatkan penurunan berat badan. Selain itu, peningkatan resistensi insulin dapat memicu perubahan warna kulit yang dikenal sebagai acanthosis nigricans.

  1. Penurunan Berat Badan yang Tidak Diharapkan: Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup energi dari glukosa, ia akan mulai membakar lemak dan otot, yang berujung pada penurunan berat badan yang signifikan meskipun tidak ada perubahan pada pola makan.
  2. Perubahan Warna Kulit di Area Tertentu: Acanthosis nigricans adalah kondisi yang menyebabkan area kulit tertentu, seperti leher, ketiak, dan lipatan tubuh lainnya, menjadi lebih gelap dan lembut.

Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Diabetes tipe 1 dan tipe 2 memiliki sejumlah gejala yang serupa, seperti frekuensi buang air kecil yang tinggi, rasa haus yang berlebihan, kelelahan, serta penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan dalam cara gejala tersebut muncul dan perkembangan penyakitnya. Mengetahui perbedaan ini sangat penting agar Anda dapat lebih awal mengenali tanda-tanda diabetes dan segera mengambil langkah penanganan yang diperlukan.

  1. Gejala Diabetes Tipe 1Muncul Secara Cepat dan Mendalam: Pada diabetes tipe 1, gejala biasanya muncul dengan cepat dalam waktu singkat, sering kali dalam beberapa hari atau minggu. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin sama sekali, yang mengakibatkan lonjakan gula darah yang cepat dan menimbulkan gejala yang lebih jelas.
  2. Kelompok Rentan: Anak-anak adalah kelompok yang lebih sering mengalami diabetes tipe 1, dan gejala yang paling umum mencakup frekuensi buang air kecil yang tinggi, rasa haus yang berlebihan, kelelahan yang parah, serta penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Gejala-gejala ini berkembang dengan cepat, sehingga penderita biasanya segera menyadari adanya masalah.
  3. Gejala Diabetes Tipe 2Berkembang Lebih Lambat dan Terkadang Tidak Terasa: Berbeda dengan diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 sering kali berkembang secara perlahan. Pada fase awal, gejalanya bisa sangat ringan atau bahkan tidak terasa sama sekali, yang membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka menderita diabetes. Proses ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun sebelum gejala yang lebih nyata muncul.
  4. Resistensi Insulin: Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, yang dikenal sebagai resistensi insulin. Hal ini menyebabkan kadar gula darah meningkat secara bertahap. Karena gejalanya berkembang dengan lambat, seseorang mungkin tidak menyadari kondisinya sampai komplikasi lebih lanjut terjadi.

Tanda Peringatan Komplikasi Diabetes di Tahap yang Semakin Parah

Waspada! Angin Duduk Bukan Masuk Angin Biasa, Ini Gejala dan Bedanya dengan Serangan Jantung
Petugas mencatat data seorang tenaga kesehatan medis saat melakukan rapid test pendektesian COVID-19 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (25/3/2020). Pemeriksaan hanya diperuntukan b © 2025 Liputan6.com

Diabetes tipe 2 dapat menimbulkan komplikasi yang serius jika kadar gula darah tidak dikelola dengan baik. Seiring berjalannya waktu, komplikasi ini dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang berdampak negatif pada kualitas hidup penderitanya. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda komplikasi sejak dini agar dapat mencegah kerusakan lebih lanjut dan mendapatkan perawatan yang tepat. Berikut adalah delapan tanda peringatan yang perlu diperhatikan:

  1. 1. Luka atau Sayatan yang Lambat SembuhPenderita diabetes sering kali mengalami luka atau sayatan yang memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang mengganggu proses penyembuhan alami tubuh. Kelebihan glukosa dalam darah dapat menghambat aliran darah ke jaringan, sehingga memperlambat pemulihan luka.
  2. 2. Kulit Gatal di Area TertentuGatal pada kulit, terutama di area lembap seperti sekitar vagina atau selangkangan, bisa menjadi indikator adanya komplikasi diabetes. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh infeksi jamur yang umum terjadi pada penderita diabetes. Jika gatal berlangsung lama, ini menunjukkan bahwa tubuh mungkin kesulitan melawan infeksi akibat kadar gula yang tinggi.
  3. 3. Infeksi Jamur yang Sering TerjadiInfeksi jamur, khususnya di kulit dan organ genital, menjadi lebih sering dialami oleh penderita diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur, sehingga menyebabkan infeksi berulang dan sulit untuk sembuh.
  4. 4. Kenaikan Berat BadanPenderita diabetes tipe 2 kadang-kadang mengalami kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Meskipun tidak ada perubahan signifikan dalam pola makan atau aktivitas fisik, fluktuasi berat badan dapat terjadi akibat gangguan metabolisme yang disebabkan oleh resistensi insulin. Kenaikan berat badan ini bisa menjadi indikasi bahwa diabetes telah mempengaruhi metabolisme tubuh.
  5. 5. Perubahan Kulit Gelap (Acanthosis Nigricans)Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap dan tampak seperti tekstur beludru, terutama di daerah leher, ketiak, dan selangkangan, dikenal sebagai akantosis nigrikans. Kondisi ini sering kali berkaitan dengan resistensi insulin dan dapat menjadi sinyal bahwa diabetes sedang berkembang lebih serius.
  6. 6. Mati Rasa dan Kesemutan pada Tangan dan KakiGejala seperti mati rasa, kesemutan, atau sensasi terbakar pada tangan dan kaki bisa menandakan adanya kerusakan saraf (neuropati) akibat kadar gula darah yang tinggi. Ini merupakan tanda bahwa komplikasi diabetes telah mempengaruhi sistem saraf, yang berpotensi mengganggu kualitas hidup penderita.
  7. 7. Penurunan PenglihatanDiabetes yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di mata, yang menyebabkan penurunan penglihatan secara bertahap. Retinopati diabetik adalah kondisi umum yang terjadi pada penderita diabetes dan bisa berakibat kebutaan jika tidak ditangani segera. Penglihatan kabur atau berkurangnya ketajaman visual adalah tanda bahwa diabetes telah merusak mata.
  8. 8. Impotensi atau Disfungsi Ereksi (DE)Disfungsi ereksi atau impotensi merupakan salah satu komplikasi diabetes yang sering dialami pria. Kondisi ini muncul akibat kerusakan pada pembuluh darah dan saraf yang disebabkan oleh kadar gula darah yang tinggi. Disfungsi ereksi bisa menjadi tanda bahwa diabetes telah mempengaruhi sistem reproduksi pria, sehingga memerlukan penanganan medis segera.

Dengan mengenali tanda-tanda ini lebih awal, Anda dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengelola diabetes dengan lebih baik dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Tips agar Diabetes Tidak Semakin Parah

Untuk mencegah perkembangan diabetes yang lebih serius, sangat penting untuk mengendalikan kadar gula darah. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan yang sehat, rutin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik. Selain itu, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dengan dokter akan membantu dalam memantau kondisi dan mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.

  1. Perhatikan Pola Makan yang Sehat: Mengonsumsi makanan yang tinggi serat, rendah lemak, serta menghindari produk makanan olahan adalah langkah yang krusial dalam mengatur kadar gula darah.
  2. Olahraga Teratur dan Aktivitas Fisik: Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan membantu menjaga berat badan tetap ideal.
  3. Pemeriksaan Rutin untuk Memantau Kadar Gula Darah: Melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala membantu Anda mendeteksi masalah lebih awal dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

"Pasien diabetes dengan usia muda dan bugar dapat melakukan 90 menut per minggu untuk latihan fisik. Bentuknya bisa aerobik berat mencapai > (lebih dari) 70 % denyut jantung maksimal. Sebelum itu, dianjurkan untuk pemeriksaan glukosa darah. Pasien dengan kadar glukosa darah < (kurang dari) 100 mg/dl harus mengkonsumsi karbohidrat terlebih dahulu dan bila > 250 mg/dl dianjurkan untuk menunda latihan fisik." tulis laman Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (pbperkeni.or.id).

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik, Berdasarkan People Also Ask Google:

1. Apa gejala awal tubuh mulai diserang diabetes?

Gejala awal termasuk rasa lapar berlebih, sering buang air kecil, mulut kering, kulit gatal, dan pengelihatan kabur.

2. Apakah diabetes bisa menyebabkan penurunan berat badan yang tidak disengaja?

Ya, diabetes dapat menyebabkan penurunan berat badan yang tidak terduga karena tubuh mulai membakar otot dan lemak untuk energi.

3. Apa perbedaan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2

Diabetes tipe 1 biasanya berkembang dengan cepat pada anak-anak, sementara tipe 2 berkembang lebih lambat dan sering terkait dengan gaya hidup.

4. Bagaimana cara mengelola diabetes agar tidak semakin parah?

Mengontrol kadar gula darah dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan pengelolaan stres dapat membantu mencegah diabetes semakin parah.

5. Apa tanda peringatan komplikasi diabetes?

Tanda komplikasi diabetes termasuk luka yang tidak sembuh, infeksi berulang, dan penurunan penglihatan yang signifikan.

Rekomendasi