Upaya untuk mencegah stunting dapat dilakukan dengan cara yang inovatif, salah satunya adalah dengan menciptakan resep-resep baru yang enak dan sehat. Hal ini dilakukan oleh mahasiswa dari program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 5 Universitas Airlangga (UNAIR) di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.
Mereka menyadari bahwa stunting pada anak balita masih menjadi isu kesehatan yang serius di Indonesia. Salah satu cara untuk mencegah stunting adalah dengan memenuhi kebutuhan gizi balita melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Namun, sering kali pemberian makanan kepada balita mengalami berbagai kendala, terutama dalam menciptakan variasi makanan bergizi yang disukai oleh anak-anak. Oleh karena itu, mahasiswa tersebut memperkenalkan inovasi berupa brownies bandeng.
Mega Permata Permadany, selaku penanggung jawab program, menjelaskan bahwa ia dan timnya menginisiasi pemanfaatan bahan pangan lokal, yaitu ikan bandeng, sebagai bahan dasar untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sehat dan kaya akan nutrisi bagi balita. Inovasi ini diwujudkan dalam kegiatan yang bertajuk Sido Kreasi, yang mencakup pelatihan pembuatan brownies berbahan dasar ikan bandeng bagi kader Posyandu Desa Sidodowo pada Kamis (23/1/2024).
"Kami ingin menghadirkan alternatif makanan tambahan yang bergizi. Tak hanya itu, alternatif PMT ini menarik bagi balita, terutama yang kurang menyukai ikan dalam bentuk biasa. Brownies ini kaya akan protein, omega-3, dan vitamin D, yang sangat penting untuk pertumbuhan balita," ungkap Mega, mengutip laman UNAIR, dilansir Merdeka.com pada, Jum'at(28/3/2025).
Advertisement
Brownies Bandeng dapat menjadi Peluang Ekonomi yang Menjanjikan
Seorang mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya menawarkan alternatif makanan tambahan yang bergizi dan menarik, tetapi juga membuka peluang usaha bagi kader Posyandu untuk memproduksi dan memasarkan brownies yang terbuat dari bandeng. Pelatihan dimulai dengan sesi demonstrasi pembuatan brownies bandeng, yang diikuti oleh praktik langsung oleh para peserta.
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian edukasi kesehatan mengenai kandungan gizi ikan bandeng serta manfaatnya dalam upaya mencegah stunting. Mega juga menyampaikan bahwa antusiasme peserta selama pelatihan menjadi salah satu pengalaman yang sangat berkesan baginya. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kader Posyandu dapat lebih memahami pentingnya gizi dan berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
Advertisement
Ajaklah Kader Posyandu untuk lebih Kreatif
Mega beserta timnya berharap bahwa pelatihan ini dapat meningkatkan kreativitas para kader Posyandu di Desa Sidodowo dalam mengolah bahan makanan lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual. "Harapannya program ini dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di desa lain sekaligus mendukung program nasional pencegahan stunting."
Selain itu, Mega menambahkan bahwa brownies bandeng memiliki potensi sebagai alternatif yang efektif untuk meningkatkan asupan gizi bagi balita. "Kami juga ingin para kader Posyandu Desa Sidodowo terus terinspirasi dan berinovasi dalam menciptakan makanan pendamping ASI yang bergizi," ujarnya.
Advertisement
Ikan Bandeng Kaya akan Nutrisi
Jika dilihat dari perspektif gizi, ikan yang dikenal dengan nama ilmiah Chanos chanos adalah salah satu sumber makanan yang kaya akan nutrisi. Setiap bagian dari tubuh ikan bandeng dapat dimanfaatkan. Dagingnya yang mengandung protein tinggi dan omega 3, serta tulangnya yang bisa diolah menjadi kolagen, menjadikan ikan ini sangat berharga.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sriwati Malle dan rekan-rekannya, yang dipublikasikan dalam Mal J Nutr pada tahun 2019, dijelaskan bahwa ikan bandeng memiliki kandungan protein yang tinggi, yaitu sekitar 24,18 persen. Selain itu, satu porsi ikan bandeng mengandung lemak sebanyak 20 persen, yang merupakan sekitar 9 persen dari total lemak yang direkomendasikan untuk orang dewasa, seperti yang dikutip dari Mayo Clinic.
“Meski mengandung lemak yang besar, tetapi lemak tersebut termasuk dalam kategori lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung. Selain itu, terdapat asam lemak omega 2 yang berhubungan dengan penurunan tekanan darah, peningkatan fungsi sistem kekebalan tubuh, serta membantu mengatasi peradangan,” demikian tertulis di Mayo Clinic.