15 Hal yang Secara Mengejutkan Ternyata Meningkatkan Tekanan Darah dan Membuat Risiko Hipertensi

Sejumlah hal yang kita lakukan sehari-hari ternyata tanpa disadari bisa menjadi penyebab meningkatnya tekanan darah ini.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
15 Hal yang Secara Mengejutkan Ternyata Meningkatkan Tekanan Darah dan Membuat Risiko Hipertensi
Ilustrasi Hipertensi (Pexels)

Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, sering disebut sebagai "silent killer" karena sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas namun dapat menyebabkan kerusakan serius pada tubuh. Selama ini, kita mungkin hanya fokus pada faktor-faktor umum seperti konsumsi garam berlebihan atau stres.

Namun, tahukah Anda bahwa ada banyak hal mengejutkan dalam kehidupan sehari-hari yang ternyata dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu risiko hipertensi? Dilansir dari WebMD, berikut adalah 15 hal yang mungkin tidak Anda sangka bisa memengaruhi tekanan darah Anda.

1. Gula Tambahan: Lebih Berbahaya daripada Garam?

Anda mungkin sudah tahu bahwa garam dapat meningkatkan tekanan darah. Namun, gula tambahan, terutama dalam bentuk sirup jagung fruktosa tinggi, ternyata bisa lebih berbahaya. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak gula tambahan mengalami peningkatan signifikan pada tekanan darah sistolik (angka atas) dan diastolik (angka bawah). Misalnya, minum satu kaleng soft drink 24 ons dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah sistolik rata-rata 15 poin dan diastolik 9 poin.

2. Kesepian: Bukan Hanya tentang Jumlah Teman

Kesepian bukan sekadar tentang berapa banyak teman yang Anda miliki, melainkan perasaan terisolasi secara emosional. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang merasa kesepian mengalami peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 14 poin dalam 4 tahun. Rasa takut terus-menerus akan penolakan dan kewaspadaan berlebihan terhadap keamanan diri diduga menjadi penyebabnya.

3. Sleep Apnea: Gangguan Tidur yang Berdampak Serius

Sleep apnea, kondisi di mana pernapasan terhenti sementara selama tidur, tidak hanya membuat Anda lelah keesokan harinya. Gangguan ini juga meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan masalah jantung lainnya. Kurangnya oksigen dan pelepasan bahan kimia oleh sistem saraf saat pernapasan terhenti dapat merusak dinding pembuluh darah dan mengganggu regulasi tekanan darah.

Ilustrasi Hipertensi
Ilustrasi Hipertensi Pexels

4. Kurang Kalium: Ketidakseimbangan yang Berbahaya

Ginjal membutuhkan keseimbangan natrium dan kalium untuk mengatur cairan dalam darah. Jika Anda kekurangan kalium, tekanan darah bisa meningkat meskipun Anda mengurangi konsumsi garam. Sumber kalium terbaik bukan hanya pisang, tetapi juga brokoli, kacang-kacangan, bayam, dan sayuran hijau lainnya.

5. Rasa Sakit: Pemicu Lonjakan Tekanan Darah

Rasa sakit yang tiba-tiba, seperti saat Anda memasukkan tangan ke dalam air es atau mengalami sengatan listrik, dapat meningkatkan aktivitas sistem saraf dan menyebabkan lonjakan tekanan darah.

6. Suplemen Herbal: Bukan Selalu Aman

Suplemen herbal seperti ginkgo, ginseng, guarana, dan St. John's wort mungkin terlihat alami, tetapi mereka dapat meningkatkan tekanan darah atau mengganggu efektivitas obat hipertensi.

7. Masalah Tiroid: Kelenjar Kecil dengan Dampak Besar

Kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat memperlambat detak jantung dan membuat arteri kurang elastis. Di sisi lain, kelebihan hormon tiroid dapat membuat jantung berdetak lebih keras dan cepat, yang juga meningkatkan tekanan darah.

8. Menahan Buang Air Kecil: Efek yang Mengejutkan

Menahan buang air kecil ternyata dapat meningkatkan tekanan darah. Sebuah studi menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik naik sekitar 4 poin dan diastolik 3 poin pada wanita paruh baya yang menahan buang air kecil selama 3 jam.

9. Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID): Dampak yang Sering Diabaikan

Obat-obatan seperti aspirin dan ibuprofen dapat meningkatkan tekanan darah, meskipun rata-rata kenaikannya hanya beberapa poin. Namun, efeknya bisa lebih besar pada beberapa orang.

Ilustrasi Hipertensi
Ilustrasi Hipertensi pixabay © 2023 merdeka.com

10. Efek Jas Putih: Kecemasan di Ruang Dokter

Tekanan darah Anda mungkin lebih tinggi saat diperiksa di ruang dokter dibandingkan di rumah. Fenomena ini disebut "efek jas putih," di mana tekanan darah sistolik bisa naik hingga 10 poin dan diastolik 5 poin karena kecemasan atau gugup.

11. Dekongestan: Bahan Kimia yang Menyempitkan Pembuluh Darah

Bahan seperti pseudoefedrin dan fenilefrin dalam dekongestan dapat menyempitkan pembuluh darah, membuat darah lebih sulit mengalir dan meningkatkan tekanan darah.

12. Dehidrasi: Tubuh yang Kekurangan Air

Ketika tubuh kekurangan air, pembuluh darah akan menyempit karena otak mengirim sinyal untuk melepaskan bahan kimia yang memicunya. Ginjal juga mengurangi produksi urine untuk mempertahankan cairan, yang semakin memperparah kondisi ini.

13. Kontrasepsi Hormonal: Dampak pada Pembuluh Darah

Pil KB dan alat kontrasepsi hormonal lainnya dapat menyempitkan pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan darah. Risiko ini lebih tinggi pada wanita di atas 35 tahun, yang kelebihan berat badan, atau perokok.

14. Berbicara: Aktivitas Sehari-hari yang Berpengaruh

Berbicara, terlepas dari usia atau lokasi, dapat meningkatkan tekanan darah. Efeknya lebih terasa pada orang dengan tekanan darah tinggi dan dapat bertahan selama beberapa menit.

15. Antidepresan: Obat yang Mengubah Mood dan Tekanan Darah

Obat antidepresan yang memengaruhi bahan kimia otak seperti dopamin, norepinefrin, dan serotonin dapat meningkatkan tekanan darah. Ini termasuk obat seperti venlafaxine (Effexor) dan fluoxetine (Prozac).

Tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan yang serius, dan banyak faktor yang sering kita abaikan ternyata dapat memicunya. Dengan memahami hal-hal mengejutkan ini, kita dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih baik. Mulailah dengan memerhatikan pola makan, gaya hidup, dan kebiasaan sehari-hari Anda. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki kekhawatiran tentang tekanan darah Anda. Ingat, deteksi dini dan tindakan pencegahan adalah kunci untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.

Rekomendasi