Orangtua Miliki Peran Penting dalam Jaga Kesehatan Mental Anak dan Remaja

Dokter spesialis kedokteran jiwa di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang Purwaningsih mengatakan orangtua memiliki peranan penting dalam kesehatan mental anak dan remaja.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Orangtua Miliki Peran Penting dalam Jaga Kesehatan Mental Anak dan Remaja
anak dan orang tua. ©2020 Merdeka.com

Pada usia anak dan remaja, kesehatan mental merupakan suatu hal yang juga tergantung dari orangtua. Untuk menjaga kesehatan mental anak dan remaja tetap baik ini, orangtua memiliki peran dalam menjaganya.

Dokter spesialis kedokteran jiwa di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang Purwaningsih mengatakan orangtua memiliki peranan penting dalam kesehatan mental anak dan remaja.

"Orangtua perlu paham ketika keseharian anak mulai terganggu, mengganggu fungsi perannya, konsentrasi belajarnya terganggu, kesulitan untuk mengendalikan emosi baik di rumah maupun sekolah. Di situ perlu peran orangtua (sebagai orang terdekatnya) untuk hadir," kata dr. Purwaningsih, Sp.KJ., M.Kes, beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Adapun beberapa gejala atau tanda penyakit mental yang mungkin terjadi pada anak dan remaja. Pertama, adalah perubahan perilaku. Misalnya anak menjadi lebih sering bertengkar, cenderung kasar, hingga berkata kasar yang menyakitkan orang lain padahal sebelumnya tidak, menjadi lebih mudah marah dan merasa frustrasi.

Lebih lanjut, adanya perubahan suasana hati (mood) yang berubah secara tiba-tiba. Kondisi ini bisa berlangsung sebentar hingga dalam jangka waktu yang tidak menentu.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, hal ini bisa mengakibatkan masalah pada hubungan dengan keluarga serta teman sebaya. Ini merupakan gejala umum dari depresi, ADHD, hingga kelainan bipolar.

Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun Kementerian Kesehatan RI sepakat bahwa promosi kesehatan mental penting untuk mempromosikan kesehatan mental yang positif.

Menurut WHO, cara yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kesejahteraan psikologis, kompetensi, ketahanan manusia, serta menciptakan kondisi dan lingkungan hidup yang mendukung.

Selain itu, promosi kesehatan mental dapat dilakukan dengan mengumpulkan data terkait insidensi gangguan tersebut supaya masyarakat meningkat kesadarannya dan mendapat pengetahuan terkait permasalahan.

Berbicara dari hati ke hati dengan anak remaja tentang kondisi dan kesehatan mentalnya adalah langkah awal yang bisa dilakukan sebagai orangtua.

Berbicara dengan anak tentang bagaimana perasaan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak sendirian dan bahwa orangtua peduli akan kesehatan psikisnya. Selain itu, anak juga mungkin memerlukan bantuan orangtua untuk mendapatkan dukungan profesional.

"Pengobatan untuk anak dan remaja bertujuan untuk mengembalikan fungsinya untuk berkegiatan seperti sekolah, kuliah. Stigma minum obat yang selama ini negatif, itu salah, karena berobat, merupakan salah satu kebutuhan, dan tentu (pasien) tidak selamanya harus minum obat. Pengobatannya bisa di-nol-kan dan dihentikan, tergantung kebutuhannya," terang dr. Purwaningsih.

Rekomendasi