Pendonor Plasma Konvalesen Harus Sehat Jika Ingin Donor

Secara teoritis, terapi ini mampu mencegah perkembangan infeksi yang lebih parah pada pasien covid-19 bergejala sedang. Tetapi ada juga penelitian yang menunjukkan terapi ini tidak memiliki efek menguntungkan secara signifikan pada pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Titah Mranani
Oleh Titah Mranani - Reporter
Pendonor Plasma Konvalesen Harus Sehat Jika Ingin Donor
Donor plasma konvalesen. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Salah satu terapi yang digunakan untuk mengatasi covid-19 adalah dengan menggunakan donor plasma konvalesen. Syarat utama jika seseorang ingin menjadi pendonor plasma konvalesen harus dalam kondisi tubuh yang sehat. Hal tersebut seperti yang dijelaskan dr. Linda Lukitari Waseso, Ketua Bidang Unit Donor Darah (UUD) Palang Merah Indonesia Pusat (PMI Pusat) seperti dikutip dari Antaranews.

"Sebagai pendonor plasma dia harus sehat, walaupun dia baru sembuh dari covid-19," jelasnya.

Selain sehat, calon pendonor juga harus dinyatakan sembuh dengan menyertakan surat keterangan sembuh dari puskesmas atau dokter yang merawat. Selain itu juga tidak pernah menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir dan tidak memiliki penyakit penyerta.

Syarat lain yang harus dipenuhi jika ingin menjadi pendonor plasma konvalesen adalah rentang usia antara 18 hingga 65 tahun, berat badan kurang lebih dari 55 kg, pernah terkonfirmasi positif yang ditandai dengan hasil tes PCR positif atau rapid antigen positif.

Terapi plasma konvalesen adalah tambahan terapi bagi pasien yang terinfeksi virus covid-19 dengan memberikan plasma yang mengandung antibodi terhadap virus SARS-CoV-2 dari penyintas covid-19 kepada pasien covid-19 yang masih menderita penyakit tersebut atau masih dirawat. Terapi plasma konvalesen dianggap efektif digunakan dalam mengobati SARS, MERS dan pandemi H1N1.

Penelitian tentang efektivitas terapi plasma konvalesen, secara umum relatif sedikit tetapi menunjukkan hasil yang menjanjikan. Tinjauan sistematis penggunaan plasma konvalesen untuk pengobatan virus infeksi saluran pernafasan akut berat menunjukkan penurunan 75 persen risiko kematian pasien.

Secara teoritis, terapi ini mampu mencegah perkembangan infeksi yang lebih parah pada pasien covid-19 bergejala sedang. Tetapi ada juga penelitian yang menunjukkan terapi ini tidak memiliki efek menguntungkan secara signifikan pada pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Jika ingin mendonorkan plasma konvalesen di UDD, ada tiga tahapan yang harus dilewati. Yang pertama persiapan donor yang meliputi pengisian formulir donor darah dan informed consent atau persetujuan tindakan medis, seleksi donor melalui anamesis dan pemeriksaan fisik.

Tahap selanjutnya adalah pemeriksaan lab donor termasuk konfimasi golongan darah, skrining antibodi, infeksi menular lewat transfusi darah (HIV, hepatitis B, hepatitis C dan sifilis). Proses yang terakhir, pengambilan darah donor menggunakan mesin apheresis. Umumnya lama waktu pengambilan darah ini sekitar 45 menit.

Meski saat ini kasus covid-19 menurun, namun Linda mencatat, permintaan donor plasma konvalesen tetap ada dan stok plasma di PMI Pusat berada dalam jumlah yang cukup.

Rekomendasi