Konsumsi Protein dari Tumbuhan pada Manula Bisa Bantu Perpanjang Umur

Berdasar penelitian yang dilakukan U.S. National Institutes of Health's National Cancer Institute, diketahui bahwa manula yang mengonsumsi protein nabati dibanding protein hewani, cenderung lebih panjang umur. Hal ini tentu bisa jadi resep yang tepat terutama karena tingginya konsumsi tempe dan tahu di Indonesia.

Rizky Wahyu Permana
Oleh Rizky Wahyu Permana - Reporter
Konsumsi Protein dari Tumbuhan pada Manula Bisa Bantu Perpanjang Umur
Ilustrasi orang tua. ©2013 Merdeka.com/shutterstock.com/Carme Balcells

Konsumsi makanan pada usia tertentu merupakan kunci dalam mencegah munculnya berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, konsumsi makanan sehat merupakan hal yang wajib dilakukan.

Dilansir dari Medical Xpress, sebuah penelitian terbaru menemukan makanan yang bisa menjadi resep panjang umur. Makanan ini diketahui bisa membantu manula atau mereka yang berusia lanjut agar tetap sehat dan panjang umur.

Berdasar penelitian yang dilakukan U.S. National Institutes of Health's National Cancer Institute, diketahui bahwa manula yang mengonsumsi protein nabati dibanding protein hewani, cenderung lebih panjang umur. Hal ini tentu bisa jadi resep yang tepat terutama karena tingginya konsumsi tempe dan tahu di Indonesia.

Pada penelitian ini, peneliti mencoba secara spesifik meneliti mengenai konsumsi protein. Protein ini bisa diperoleh baik dari daging, ikan, dan telur maupun dari sayuran, kacang, tahu, dan tempe.

Peneliti mencoba melihat apakah konsumsi protein hewani dan nabati menciptakan perbedaan pada kehidupan seseorang. Untuk menemukan kesimpulan tersebut mereka mempelajari berbagai survei dan penelitian kesehatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Data dikumpulkan dari 179.068 wanita dan 237.036 pria dengan usia rata-rata 62 tahun. Data tersebut mencakup informasi pola makan mereka dan seberapa banyak protein yang dikonsumsi serta sumbernya.

Peneliti menemukan bahwa mereka yang lebih banyak mengonsumsi protein nabati, cenderung memiliki tingkat kematian lebih rendah lima persen. Selain itu, hal ini juga bisa membuat mereka lebih panjang umur.

Hal lain yang ditemukan dari penelitian ini adalah mengganti protein hewani ke protein nabati bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Temuan ini tentu sangat berharga dalam menentukan pola konsumsi yang tepat agar kita tetap sehat dan panjang umur.

Rekomendasi